Saturday, May 23

Epik

Heka Eps. 01

Heka Eps. 01

Epik
kegelapan malam kembali merajai  dunia. Memang waktu silih berganti, namun keindahan malam tiada  terperi. Hawa dingin menjadi sedemikian pilu ketika setan-setan keluar dari sarangnya dan bergentayangan di muka bumi. Manusia hidup pada dua sisi wajah malam, pada keelokan dan ketenangannya, yang di sana manusia merasakan kebahagiaan, dan pada kesuraman dan kengerian, yang di sana manusia berlindung darinya. Betapa tenang dan nyamannya malam itu menyelubungi bumi Mesir, namun di dalamnya terselip hitam yang mencekam, dan kematian. Ada seorang lelaki berwajah senang yang amat dihormati di Mesir. Dia seorang pedagang besar yang tinggal di Thebes, namanya Abdamelek Acheri. Perawakannya akan mendeklarasikan kepada siapa saja bahwa dia adalah seorang saudagar besar. Abdamelek berba...
Derap Rantai eps 6

Derap Rantai eps 6

Epik
“Sebenarnya aku masih cukup bingung dengan instruksi dari Khalifah,” kata Jabal bin Abdul'uzza. “Bagaimana kita menemukan Aswad kalau informasi tentang dia hanya segini?” “Kita harus tetap besyukur kepada Allah, semoga Dia memberikan petunjuk kepada kita untuk menemukan Aswad walau petunjuk hanya segini,” kata Mutsana bin Harits. Kedua agen rahasia yang dikirimkan oleh Khalifah Abu Bakar Shiddiq itu berada di tengah-tengah ramainya pasar di kota Ubullah. Mereka berjalan bersisian sambil terus merapat dan bicara dengan amat hatihati, sekaligus dengan mengatur seberapa  kuat suara mereka. Sebab pada misi ini Mutsana harus berpura-pura menjadi seorang yang bisu. Hanya Jabal yang boleh mengeluarkan suara sebab hanya dialah yang mengerti bahasa Persia. “Pasarnya seluas dan seramai
Derap Rantai

Derap Rantai

Epik
Seorang muslim memang seharusnya menjadikan malam sebagai teman Sebab di dalam malam itu ada waktu-waktu yang terbaik, di mana Allah azza wajalla menebarkan kedamaian kepada seluruh bumi dan mengabulkan doa-doa. Disanalah saatnya umat manusia bersimpuh dan mengiba, karena Tuhan berdiri tegak dihadapannya. Petiklah setangkai rahmat yangdimekarkan Tuhan di langit malam. Itulah yang sedang dilakukan oleh Mutsana bin Harits dan Jabal bin Abdul'uzza, tahajud. Pada salah satu sudut kota Ubullah yang tak jauh dari tembok kota, membentanglah sebuah reruntuhan rumah. Rumah itu telah lama diabaikan dan terletak agak jauh dari rumah-rumah yang lain. Batu-batu dan sisa-sisa dinding berserakan di sekitar reruntuhan rumah itu. Sebagian atapnya telah hancur, dan pintunya telah hilang entah kemana...
Derap Rantai eps 04

Derap Rantai eps 04

Epik
langkah-langkah cepat berpijak kepada butir-butir pasir yang beku, dingin, keras dan misterius. Bukit-bukit karang tertancap pada butiran pasir itu, menyaksikan peradaban manusia. Purnama akhirnya keluar juga, diselimuti selendang angin yang rawan. Mereka akan melihat sebuah aksi keteguhan dan keikhlasan prajurit Khilafah Islamiyah saat melaksanakan misinya. Kedua prajurit itu adalah Mutsana bin Harits dan Jabal bin Abdul'uzza. Mereka melangkah cepat di tengah-tengah kegelapan gurun pasir, berlari menyusuri tembok kota Ubullah yang menjulang tinggi. Mereka menjaga jarak dari tembok itu sejauh kira-kira lima belas meter. Mereka sedang mencari tempat yang tepat untuk menjalankan aksi mereka. Sebuah sisi tembok yang paling gelap dan paling sedikit penjagaannya. Di setiap jarak lima b...