Cewek Edgy

Croptop sweater dan jogger pants, dengan detail  zipper, sepatu boots plus Aksesori choker dan bucket hat, emang bikin yang pakai terkesan BERANI. Macan!. Belum lagi warna yang dipakai rada gelap, memberikan kesan gimanaaa gituh bagi yang memakai. Kalau ngakses akun para selebgram, rata-rata style-nya kayak gini nih.

Yap Edgy Style, gaya yang identik dengan kebebasan berbusana ini sedang menjadi tren dan digemari banyak pecinta fashion khususnya kaum hawa. Maksud edgy style disini adalah berbusana dengan padanan yang tidak biasa, namun terlihat dinamis dan modern dengan berbagai kombinasi warna yang terlihat keren.

Rada boyish, namun tetap ada sedikit kesan chic dan colorfull dengan memakai aksesori yang lebih berwarna.  Gaya edgy bila diartikan dalam bahasa Indonesia secara harfiah berarti gaya tidak tenang atau tegang. Aneh bukan? Kebayang mirip orang kecanduan kafein hehe. Tetapi jadi beda bila dimaknai dalam dunia fashion. Edgy style ini hampir mendekati gaya rock star, namun dengan sentuhan classic dan bohemian.

Bila semua gaya itu disatukan, jadilah gaya tidak tenang. Let’s rock and roll your style Girl! Yeay!:). Cewek bergaya edgy juga rata-rata suka warna hitam, warna tanah dan warna gelap. Warna-warna ber-tone hangat dan cenderung gothic memang sangat mewakili karakter cewek edgy.

Karakter cewek yang menyukai gaya edgy katanya sih dipastikan memiliki kepribadian yang kuat dan berani. Hal ini terlihat dari garis tegas di tiap penampilannya yang memberikan kesan wanita independen dan percaya diri. Tetapi wanita dengan gaya edgy style tentu saja wanita yang keras kepala, sehingga sulit untuk ditaklukan. Meski Edgy mengarah ke boyish dan cool, namun tetap ada sisi femininnya. Biasanya mereka yang tampil dengan gaya ini mengenakan baju yang simpel, tetapi tetap memiliki cutting unik.  

Fashion, Penentu Kepribadian?

Berbicara masalah Style fashion  emang gak akan pernah abis untuk dikupas, apalagi untuk kalangan cewek. Iya gak sih? Ini emang tergantung kesukaan masing-masing sih yah. Ada yang lebih doyan ke edgy yet effortless, modest and loose, yang dilengkapi ankle boots dan ankle heels, Plus tambahan aksesoris, seperti kalung, cincin, dan jam tangan.

Ada juga yang emang ngadem dengan fashion serba effortless doang. Yang penting mix n match.  Pertanyaannya, bener gak sih Style fashion itu bisa memberikan gambaran kepribadian?  Driser, style itu hubungannya dengan pakaian, bukan kepribadian. Kepribadian itu dibentuk dari pemikiran (aqliyyah) dan pola sikap (nafsiyyah).

Jadi kepribadian seseorang itu ditentukan oleh kedua hal tersebut. warna pakaian jelas gak ada korelasinya dengan kepribadian. Kalau masalah warna tergantung kesukaan sih ya, jadii gak lantas menggambarkan kepribadian seseorang. Karena Islam sendiri punya penjelasan gamblang tentang kepribadian itu sendiri. Sebagai cewek, hukum syara’ tentu mengharuskanmu lebih berhati-hati dengan penampilan. Islam memerintahkan kepada kaum cewek agar memiliki kesopanan dan mengenakan pakaian yang sempurna di kehidupan umum.

Catet nih, pakaian juga nunjukin kemuliaan kamu lho. Syar’i-nya Pakaian Muslimah di dalam Islam itu sebenarnya gak pakai ribet.  Kita ingetin lagi ya. Penutup aurat (hijab) perempuan itu terdiri dari :

pertama, jilbab. Dalam kitab kamus Al Mu’jamul Wasith, disebutkan jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh (al tsaub al musytamil ‘ala al jasadi kullihi). Jilbab juga diartikan apa-apa yang dipakai wanita di atas baju-bajunya seperti milhafah (mantel/baju kurung) (Al Mu’jamul Wasith, hlm. 126).  

Kedua, Kerudung, dalam Al Qur`an disebut dengan istilah “khumur” (plural dari khimaar) bukan dengan istilah ”jilbab” lho yaa. Kata “khumur” terdapat dalam firman Allah SWT (artinya),”Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (QS An Nuur [24] : 31).

 Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (Tafsir Ibnu Katsir, 4/227).  Yang gak boleh ketinggalan tentu aspek tabarruj alias berhias sehingga mengalihkan perhatian khalayak.

Misal pakai kerudung, tapi wajah penuh polesan berkarakter berani ala wanita edgy, memakai wewangian, sampai asesoris pelengkay edgy style yang serba mencolok. Berhijab sih, tapi memakai kalung gede menjuntai, cincin gede yang beda dari biasa, plus asesoris lainnya untuk mengokohkan karakter edgy ini.

 Apalagi jika tujuannya untuk menarik perhatian, terlebih sengaja dipamerkan di akun sosmed kamu, widiw….! itu mah jelas nyari perhatian. Hati-hati non.  Udah deh, Karakter kamu udah ada kok, yakni cewek muslimah. Identitas kokoh, yang ga perlu dilengkapi dengan riasan berkarakter. Cukup Lengkapi dengan pemahaman, hiasi dengan sikap Islami, kokohkan dengan keistiqomahan. Simple, gak pakai ribet. Yipiiii! [ Juanmartin]

Hijabers Nonton Konser ?

Salah satu komika stand-up comedy beberapa waktu lalu sempat jadi sorotan para hijabers, khususnya  hijabers penggemar boyband korea. Tweet yang di post di akun pribadi si komika inilah asal muasalnya.

“Cewek pake hijab, terus dateng ke konser nangis nangis, mungkin keluarganya terlalu over protektif, jadi pelampiasannya disitu” .

 Cuitan sang comedian ini emang gak tanggung-tanggung men, doski nyindir abis para hijabers yang notabene fans fanatic para boyband asal luar negeri. Alhasil, Twitterland sempat heboh dengan hastag yang menyudutkan cuitan komika tersebut. Dalam hitungan menit aja, cuitan doski tersebut sontak kebanjiran cuitan lainnya yang gak kalah riuh.

Yup, emang gak butuh waktu lama si Komika dikeroyok fans K-Pop. Mereka membully abisabisan si komika dengan berbagai komentar  yang menyudutkan. Bahkan, ada yang sempat mempopulerkan hastag segala. Pembelaan doski via akun twitter-nya pun di tanggapi miring.

Karena hijab punya power,  makanya apapun yang dilakuin pasti dibandingin dengan kegiatan yang lebih baik” cuit doski lagi.   

Lain kisah Boy band, lain pula kisah Harris J alias Harris Jung. Hoi hoiiii! Denger nama Harris, sontak bakal bikin cewek-cewek jadi mewwek!, wek wek!. Londo asal kota London ini adalah seniman muda Muslim Inggris yang belakangan jadi buah bibir di kalangan remaja putri di Indonesia. Si Harris ini emang gak kalah ngetren dari boyband K-Pop idola remaja.

Lewat single Salam Alaikum, Harris J gak susah payah merebut hati penggemarnya, apalagiii aliran music Harris ini religi. Beberapa stasiun TV Indonesia sendiri sampe bela-belain ngegarap acara khusus buat doski. Alhasil, remaja putri apalagi hijabers yang emang baperan, mudah banget berpaling hati. Jadilah acara yang dikemas khusus buat Harris meledak.

Gak tanggung-tanggung, hijabers yang memadati konser Harris ampe bejibun. Ini konser artis luar negeri, Belum lagi acara music yang siarkan secara live di TV sawasta, hijabers juga gak pernah alpa! Lah, jadi bertanyatanya, hijabers kita kok pada doyan nonton konser ya? Hijabers, Wajib Jaga Iffah

Driser, fenomena hijabers tentu patut  kita apresiasi. Namun kudu difahami juga kalo pakai hijab juga butuh ilmu. Bukan cuman ikut-ikutan lantaran lagi ngetrend aja. Hijab itu hukum syara, Dear. So, memakainya pun gak boleh asal nutup aurat biar cocok  dengan fashion yang lagi rame. Bukan apa-apa, sayang aja kalo niatnya ibadah tapi caranya gak berkah. Pahalanya nguap deh!  

Hijabers gak boleh hanya mencukupkan diri pada pengetahuan tentang “hijab dari sudut pandang fashion” saja. Ini penting. Mengapa? Agar hijabers gak hanya di sibukkan  dengan kreasi pemakaian hijab, tutorial memakai hijab, padu padan warna, sampai trend hijab terbaru. Ada yang lebih penting untuk difahami yakni landasan di syari’atkannya hijab, bagaimana hijab yang syar’I sesuai dalil syara’, bagaimana pergaulan yang Islami, yang include didalamnya mengenai gimana Islam mengatur interaksi laki-laki dan perempuan.

Penting banget, agar hijab gak dimaknai sekedar symbol tanpa disertai akhlak yang syar’i. Emang bener sih kalau dikatakan hijab itu memiliki power. Tuntutan masyarakat terhadap muslimah yang memakai hijab, tentu melebihi tuntutan mereka terhadap  muslimah yang gak memakai hijab. Meski hal  tersebut gak sepenuhnya benar, namun adalah sesuatu yang penting dilakukan agar para hijabers kian sempurna mengenakan hijab. Apa itu?

Yup, akhlak. Oh ya, selain pakai hijab yang syar’i, keseharian kita juga mesti dibalut denagn interaksi syar’I dengan lawan jenis. Biar matching gitu. Gimana agar para muslimah, remaja putri komunitas hijabers bisa memahami ada iffah yang merupakan pendukung pakaian takwa para muslimah. Akan kian sempurna lagi dengan memperhatikan aturan Islam yang lainnya yakni : Islam melarang ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan perempuan, karena sejatinya kehidupan keduanya kudu terpisah. Acara konser-konser itu udah jelas campur baur, melalaikan waktu, apalagi buang-buang energy. Beneran deh, sia-sia! Islam juga telah memerintahkan baik kepada pria dan wanita agar menundukkan pandangannya serta memelihara kemaluannya.

Gimana kalau sampai melototin para boy band atau artis idola sampai ga berkedip? Hati-hati lho, Dear. Hati kamu sedang bahaya! Mending juga melototin buku paket, dijamin bikin merem deh .  Allah SWT berfirman :

“katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya:yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah MahaMengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada perempuan yang beriman: “hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An-Nur : 30-31).  

So, sempurnakan hijab kamu, hiasi dengan akhlak yang baik agar kemuliaanmu tetap terpancar lewat pakaian takwamu. Yuk?! [ Juanmartin]

Tetap Berpahala Meski ‘Tak Puasa’

Ramadhan is coming!  Marhabaan Yaa Romadhoon. Siapa yang gak bahagia ramadhon tiba? Gak ada kan ya?.semua pasti bahagia!. Ada nuansa tersendiri ketika kita memasuki bulan penuh berkah ini. Nuansa ibadahnya kental, bikin hati adem tenan. Btw, buat para cewek, utang puasanya udah lunas bloom? hayooo…:D  

Yuk, Berburu Pahala

Salah satu fitrah kaum hawa yang  kadang di anggap menghambat ibadah di bulan romadhon adalah menstruasi. Ada yang cemberut mikirin bolongnya yang keitung hutang dan kudu dibayar di hari yang lain.  Eits, jangan manyun gitu dong non, menstruasi bukanlah penghalang untuk kamu berburu pahala. Romadhon adalah bulan yang di dalamnya penuh dengan bonus pahala.

Kamu tetep bisa mengail pahala dengan aktifitas lain yang tetap bejibun bonusnya.  Lagipula bolong kamu karena masa mens itu tetep dibayar dan tetep di hitung sebagai amalan puasa romadhon. Cuman yang mungkin bikin terasa susah karena kamunya jadi shaum sendiri, di hari saat orang lain gak berpuasa. Sedih sih, tapi kamu gak sendiri kok.

 Ibunda Aisyara RA pun pernah merasakan seperti yang kalian rasakan. Diceritakan dari Aisyah RA ”Kami keluar (safar) bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan tujuan kami hanyalah ibadah haji. Sampai ketika kami tiba di Sarif atau dekat dengannya, aku mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  masuk menemuiku sementara aku sedang menangis. Lalu beliau bertanya:”Apakah engkau mengalami nifas?” maksudnya adalah haid (menstruasi). ‘Aisyah berkata:”

Aku jawab:’Iya.’” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah Allah tetapkan (takdirkan) bagi kaum wanita dari anak cucu Adam. Maka lakukanlah amalan-amalan haji, hanya saja janganlah engkau Thahwaf di Ka’bah sebelum engkau mandi (setelah suci dari haidh).” ‘Aisyah berkata:”Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkurban dengan menyembelih seekor sapi yang diniatkan untuk semua isterinya.” (HR. Muslim no 2976).   

Sabaaar, jalanin aja. Utang kan bukan untuk di ratapi, tapi dibayarin, eh . Gak perlu sedih ketika sedang mendapat siklus bulanan, karena ini adalah ketetapan Allah SWT. Lagi pula, kita tetep bisa melaksanakan ibadah yang lainnya kok.

 Amal Keren, Pahala mentereng

Nah, yang pertama-tama harus  difahami bahwa Wajib bagi kaum hawa untuk meng-qadha` alias ‘mengganti’ puasa yang ditinggalkannya di bulan Ramadhan pada hari-hari yang lain, tetapi tidak perlu meng-qadha` shalatnya.  

Ketika Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa ditanya oleh seorang wanita yang bernama Ma’aadzah, “Kenapa wanita yang haidh meng-qadha` puasanya dan tidak meng-qadha` shalatnya?” Beliau menjawab,“Kami diperintahkan untuk mengganti puasa dan tidak diperintahkan untuk mengganti shalat.” (Muttafaqun ‘alaihi).

So, tenang aja, kamu-kamu gak bakal ketinggalan kok dengan berkah romadhon. Nah, biar romadhon kamu tetep asyik, ada begitu banyak aktifitas, yang didalamnya bisa jadi sarana buat kamu ngumpulin bonus pahala romadhon seeebanyak-banyaknya!. Apa aja tuh?

1._Memberi makan untuk ifthar Jika tidak sedang berpuasa, pahala puasa insya Allah tetap bisa didapat dengan memberi makanan berbuka pada orang yang berpuasa. Catet lagi nih yaa,“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”. asik!

2._Menuntut ilmu dan berbagi ilmu Bagi wanita haid, gak ada halangan untuk mempelajari ilmu agama ketika Ramadhan. Trusss, Ketika telah mendapat ilmu yang bermanfaat, hendaknya membagikannya kepada orang lain: “Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun” (HR. Muslim (no.2674).

3._Memperbanyak sedekah Sedekah bisa berupa apa saja, gak mesti mengeluarkan uang ya, Non. Bahkan, perbuatan ringan seperti menuangkan air ke ember saudara kita pun termasuk sedekah.Banyak-banyakin sedekah deh, meski hanya dengan tersenyum .  

4._Aktif mengikuti kegiatan romadhon Kalau yang ini mah, kudu yah? Moment romadhon emang jadi waktu yang tepat buat aktif di berbagai kegiatan. Garing banget kalau cewek ngisi romadhon sambil jingkrakan di konser ngabuburit. Udah Maksiat, bisa-bisa puasanya Cuma keitung laper doang. Kasihan bingitz dah!

Driser, kita berharap romadhon kali ini benar-benar bisa menjadi titik awal bagi kita untuk lebih baik lagi setelah romadhon. Segala perubahan positif yang kita laksanakan selama sebulan ini, jangan luntur apalagi hilang gak berbekas setelah romadhon.  Apalagi kita sebagai Muslimah, wajib banget untuk membentengi diri dengan ilmu agama, sekaligus belajar meningkatkan iffah kita agar terhindar dari segala bahaya. Jangan yang di inget busana hari lebaran dulu ya! Pikirin bekal selama romadhon dulu, itu yang paling penting, catet! .[ Juanmartin

Digoda Bollywood, Akidah Semaput

Yup, serial  Bollywood alias film India dan sekitarnya kembali warawiri di layar kaca. Meski adegan muter pohon udah gak ada, tapi durasinya itu lho kaya jalan kaki muterin lapangan senayan tujuh keliling. Gempor-gempor dah melotoin televisi 2,5-4 jam! Benar-benar ngebajak sebagian waktu para penonton, utamanya kaum hawa nihhh.  

Sebelumnya, ada serial bertema sejarah yang beberapa udah di utak-atik sejarah aslinyasepertiHatim dan Jodha Akba, Mahabaratha, Ramayana, Sri Khrisnadll. Seolah pengen melengkapi histeria penonton tanah air, kini hadir beberapa serial baru bertema cinta, dendam danpengorbanan.

Persis kaya telenovela yang sempat booming. Adegan -adegan yang mengaduk emosi, alur cerita yang berliku,ditambah para pemain yang udah barang tentu ciamik bikin kaum hawa enggan beranjak dari depan tv.Hati-hati sis!

Bollywood : Pencetak generasi dewa

Driser, namanya hiburan yang  berbau indiahe itu, udah jelas kental dengan asesoris en ritual yang dulunya cuma lekat di agama Hindu. Tapi karena udah pada mabuk serial Bollywood, ritual yang sebenarnya cuma untuk agama hindu, sekarang kian dekat di hati pemirsa yang muslim. Meski bukan film bertema agama, tapi nyatanya banyak didalam film tersebutmengandung unsur-unsur yang bertentangan dengan akidah Islam.

Lirik aja konsep di beberapa serial yang ada. Dari budayanya, cara berdo’anya, pakaiannya, prosesi pernikahannya, hingga dialog yang kerap di ulang seperti “demi dewa”.  Yup,konsep ketuhanannya sangat kental nyaris disemua serial tersebut. Dewa-dewa yang mereka anggap Tuhan, digambarkan layaknya manusia dan bisa terlihat.

Misalnya Dewa Krisna yang digambarkan sebagai anak berkulit hitam. Dewa Wisnu yang menyerupai manusia bertangan empat. Dewa Ganesha disebut sebagai layaknya manusia berkepala gajah, bertangan empat en berbadan besar. Dewa-dewa itu beberapa di antaranya menikah dengan manusia. Wah, jangankan orang dewasa, anak-anak yang rata-rata doyan juga nyantap serial india ini, bisa-bisa dibuat bengkok akidahnya sejak dini.

Kebayang kan gimana kalo Tuhan digambarkan layaknya manusia? Menikah dengan manusia pula. Padahal kita, sebagai manusia itu gak akan sanggup mengindera gimana wujud zat Tuhan.  Haram hukumnya bagi  seorang muslim menggambarkan bahwa Tuhan itu bertangan empat atau banyak karena Ia diketahui Maha Pengatur.

Haram juga menciptakan sosok Tuhan duduk di atas awan gara-gara dikatakan Ia berada di atas Arsy. Logikanya nih ya, kalau Tuhan itu menyerupai manusia yang nyata-nyata lemah ini, gimana mungkin Ia bisa mengatur alam semesta yang sedemikian dahsyatnya. Mustahil kan? Makanya, kasihan banget ngeliat adik-adik juga remaja seusia kamu yang udah terlanjur doyan dengan tayangan ini. Berdo’anya bukan nyebut demi Allaah lagi tapi demi dewa. Harapannyapun digantungkan kepada dewa, bukan kepada Allaah. Ini pengen jadi generasi Robbani apa generasi dewa?? Parah!

Mendulang Rupiah

Selain menggadaikan akidah yang  emang kerap gak diperhatikan stasiun TV, Masyarakat yang saat ini sangat menuhankan fisik, mudah banget kesemsem dengan pemain yang memerankan tokoh di salah satu serial. Produser yang tahu banget selera pasar milih pemain-pemain prianya yang gantengganteng en kekar.

Pemain wanita juga dipilih yang cantik en langsing. Harapannya, selama serial ini tayang, ibu-ibu, bapak-bapak,  kakak-kakak, adik-adik, om-om, tantetante betah melototin  televisi. Biar kata  waktu sholat tiba, gak akan beranjak kalau gak mati listrik. Kalo betah nonton, berarti ratingnya naik. Kalo ratingnya naik,  iklan yang masuk banyak.  Iklan banyak masuk berarti duit produser en krunya jadi tajir. Kalo duitnya bejibun, serial kayak gini akan gencar ditayangin dan diperbanyak. Yaa kayak sekarang ini nih.

Kudu Dibenahi

Nah,Ngeliat dampaknya yang  nyaris negative semua, kita layak mengajukan protes nih kepada pengambil kebijakan. Apalagi jika udah urusan akidah. Driser. Udah selayaknya perangkat kebijakan yang ada di negeri kita dibenahin. Kudu lebih ketat lagi menyeleksi serial impor. Jangan sampai, serial yang ada, malah membentuk identitas baru remaja Muslim kita.  Udah digempur budaya barat, digempur juga oleh ajaran dewa.

 Alhasil, remaja kita mengalami krisis identitas sebagai seorang Muslim. Gak bangga dengan Islam,  malah bangga dengan budaya kafir dan musyrik, dan kamu non, gak usah segitunya  mend ewakan fisik para pemainnya. Inget, yang mulia disi Allaah adalah orang bertaqwa, bukan yang lain. Catet! [ Juanmartin]