Wednesday, October 23

Kabar dari Luar Negri

‘Wajah Plastik’ Orang Korea

‘Wajah Plastik’ Orang Korea

Kabar dari Luar Negri
tak terasa sudah memasuki tahun keempat kehadiranku dan keluargakecilku di Korea Selatan Aku menemani suamiku yang melanjutkan studi doctoral (S3) di kota Busan, sebuah kota metropolitan yang letaknya sekitar 5 jam dari Ibukota Seoul. Meski jarak Busan - Seoul cukup jauh tetapi kebudayaan dan gaya hidup penduduk Busan tidak jauh berbeda dengan penduduk Seoul. Bisa dibilang kalau negara Korea Selatan adalah negara yang paling homogen setelah Korea Utara. Para penduduknya memiliki karakter yang khas yaitu mereka tidak ingin tampil berbeda dengan orang lain. Pokoknya orang selalu ingin sama dengan orang lain. Ketika media Korea Selatan memuji artis Jang Geun Seok sebagai pria terganteng dan artis Kim Hyo Jin sebagai artis tercantik maka semua orang berbondong datang ke klinik kecantikan...
Valentine day di Negeri Fir’aun

Valentine day di Negeri Fir’aun

Kabar dari Luar Negri
Kabut dingin tiba-tiba menyelimuti seluruh penjuru langit kairo Bayangkan selama 112 tahun terakhir, Valentine day di Negeri Fir'aun baru kali ini Mesir diselimuti salju yang turun di beberapa kota, seperti di Nasr City dan pengunungan Sinai. Musim dingin di Mesir dimulai dengan aktivitas sekolah. Jalanan seantero Mesir dihiasi hilir mudik pelajar yang sibuk mencari angkutan Yap, sekolah di Mesir memang tidak seperti di Indonesia. Sistem liburannya disesuaikan dengan musim. Menjelang musim dingin aktivitas sekolah dimulai dan di akhiri menjelang musim panas. Pokoknya kalau masalah liburan sekolah, pelajar Mesir bakalan puas merasakan panjangnya harihari tanpa kegiatan sekolah di musim panas.  Tak hanya musim liburannya yang berbeda. Tapi juga pergaulan pelajar di beberapa sekolah
Hallowen Tahun ini

Hallowen Tahun ini

Kabar dari Luar Negri
Hari itu Kamis 31 Oktober. Jam di dinding menunjukkan waktu sekitar pukul enam petang. Di luar rumah  udara dingin dan lembab khas musim gugur. Kami sekeluarga sedang mengobrol saat pintu depan diketuk. “Ingat, ya,” suami yang bersiap salat Isya' mengingatkan, “Nggak usah dibuka pintunya.” “Kalo ngintip lewat jendela aja gimana?” tanya saya.  “Nggak boleh!” tegas suami lagi. “Peraturannya, kalau tidak merayakan, tidak boleh membukakan pintu. Kalau membukakan pintu, harus ngasih permen.” Satu jam setelahnya, kami berdua sudah berada di ASDA, toko swalayan terdekat. Berbelanja kebutuhan pokok. Sebagian pelayan dan pembeli mengenakan kostum vampir atau drakula berbagai model, berdandan bak setan merah bertanduk dengan garpu trisula di tangan, bajak laut, dan banyak lagi.Tak lup
RAMADHAN TAK TERLUPAKAN DI BERLIN

RAMADHAN TAK TERLUPAKAN DI BERLIN

Kabar dari Luar Negri
Majalahdrise.com -  masih ingat sahabat drise yang berbagi kisahnya di negeri Panser Jerman, berikut kisahnya yang lain saat Ramadhan tiba di musim panas. Bukan cuma suhu udara yang memanggan, tapi juga lamanya waktu siang. Ketika pertama kali tiba di Jerman (sekitar tahun 2011), aku berpuasa 18 jam (fajar-maghrib) dengan suhu 29°-35°C. Tahun 2012 adalah puncaknya musim panas di jerman. Jadi masyarakat muslim d Jerman harus berpuasa 19 jam. Godaan dan penggugur pahala puasa bukan melihat dan membayangkan makanan, tapi melihat (mau tak mau, pasti kelihatan) cewek-cewek perpakaian minim & tipis dimana-mana. Alasannya, pada suhu diatas 27° orang-orang sini sudah merasa panas dan gerah. Apalagi ketika akhirnya mencapai suhu di atas 30°, kontan setengah tubuh mereka telanjang terpampang, b