Saturday, May 23

Kabar dari Luar Negri

Kabar dari Istanbul: WAJAH ISTANBUL HARI INI (bagian I)

Kabar dari Istanbul: WAJAH ISTANBUL HARI INI (bagian I)

Drise Online, Kabar dari Luar Negri, News
drise-online.com - Saat itu, sekitar pukul 02.00 dinihari EET (Eastern European Time), pesawat KLM Royal Dutch yang membawa kamidari Bandara Internasional Schippol, Amsterdam, mendarat di Bandara Internasional Atatürk Istanbul, Turki. Tak lama, supir shuttle travel hotel yang ditugaskan untuk menjemput membawa kami membelah kesunyian kota Istanbul menuju kawasan Kota Tua Sultan Ahmet,  tempat hotel kami berada. Tak jauh dari hotel terdapat sebuah Masjid kecil dengan menaranya yang tinggi, tipikal masjid-masjid Istanbul. Hotel ini juga cukup dekat dengan Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque),sehingga wajar saja bila suara adzanshubuh bersahutan memasuki kamar kami. Pagi harinya, kami sarapan di rooftop terrace hotel yang menghadap ke Laut Marmara. Sesaat saya terhenyak, memandangi Laut Marmara
Ziarah ke Auliya Bahnasa

Ziarah ke Auliya Bahnasa

Drise Online, Dunia Islam, Kabar dari Luar Negri, News
Tanah dengan 5000 makam sahabat nabi Oleh: Anastasia, Ibu Rumahtangga tinggal di Mesir   drise-online.com - Konon ketika pemerintahan Romawi berkuasa, terdapat seorang raja bernama El-Batlimus yang memiliki seorang puteri yang cantik. Kerana kecantikannya, sang puteri dijuluki dalam bahasa Arab sebagai Baha’ An-Nisa’ artinya, Wanita yang amat cantik. Ketika penaklukan Mesir sekitar tahun 22 Hijriyah, gubenur Mesir Amru bin Al-‘As telah mengutuskan tentara Islam ke kawasan Sa’id Mesir yang dipimpin Panglima Qais bin Al-Harith. Ketika tiba di kota tersebut, tentara Islam disambut pedang tentara musuh, rantai besi serta pintu-pintu kota yang kokoh mempertahankan Bahnasa. Namun tak sedikit pun para sahabat getir mundur kebelakang. Mereka gigih berjuang memperebutkan Bahnasa sampai akh
“Berjilbab di negeri Ginseng” Bagian 2

“Berjilbab di negeri Ginseng” Bagian 2

Kabar dari Luar Negri
drise-online.com - Tak terasa sudah memasuki tahun keempat kehadiranku dan keluarga kecilku di Korea Selatan. Aku menemani suamiku yang melanjutkan studi doctoral (S3) di kota Busan, sebuah kota metropolitan yang letaknya sekitar 5 jam dari Ibukota Seoul. Dibandingkan Seoul, Busan bisa dikatakan sebagai kota yang nyaman karena jauh dari kepadatan populasi, kemacetan kendaraan dan lalu lalang orang yang berdesakan saat menumpang kereta listrik (subway) di sepanjang stasiun setiap harinya. Busan juga memiliki suhu yang cukup hangat dan tidak terlalu ekstrim seperti di Seoul. Saat musim dingin (winter), Busan masih terbilang “hangat” karena suhunya tidak terlalu dingin dan tidak banyak turun salju. Saat musim panas (summer) tiba, kota Busan yang banyak dikelilingi pegunungan dan pantai terasa