Sunday, October 27

Monogatari

Galaukoma (galau tingkat dewa)

Galaukoma (galau tingkat dewa)

Monogatari
oji mengerjapkan matanya untuk kesekian kali di depan layar monitor. Matanya tajam mempelototi status kawan-kawannya di facebook. Lulu yang sedari tadi nangkring di sisinya seolah dilupakan. Oji sibuk memberikan komentarkomentar dahsyatnya disetiap status. Lulu gerah. Ia bergegas beranjak ke bagian server membeli minuman. Tenggorokannya kering karena terdiam dalam beberapa waktu, diam bukanlah kebiasaannya. Namun kali ini Lulu terpaksa harus bersabar. Ia kesal begitu kembali dan duduk di sisi Oji, Lulu masih tidak di anggap sama sekali oleh Oji. Jiwa Oji di sisinya namun raganya entah kemana. Weksss mendramatisir banged. “Ji, udah blon? Lama banget. Ga selesai selesai juga lu online?” Oji hanya melirik Lulu sejenak lalu mendaratkan pandangannya kembali ke layar monitor. Lulu menye
Jwin Connecton

Jwin Connecton

Monogatari
by wita dahlia Barak “Ya Tuhan, kau gila Areta! Kau  sudah gila!” jeritku. Tanganku meremas gagang pintu. Aku masih berharap mataku salah menyampaikan pesan gambar yang ditransfer oleh otakku. Namun meski aku berkedip berkali-kali, Areta tetap di sana, dengan pakaian putih anehnya, membeku di tempatnya. Dalam sepersekian detik, kami saling menatap. Lalu kesadaran itu membuncah. Areta berlari ke arah pintu dan menyeretku paksa, masuk dalam kamarnya. Lalu kudengar ia membanting pintu di belakangku dan menguncinya dua kali. Kini kami berdiri berhadap-hadapan. Areta menggosok wajahnya dengan tangan, lalu memiringkan kepalanya ke arahku. “Apa yang kau lihat, Ardelle?” Perlahan ia membuka dan melipat pakaian anehnya. Tangannya gemetar. “Aku melihat orang gila berpakaian putih ane
Impian Lima Menit Lagi

Impian Lima Menit Lagi

Monogatari
by WitaDahlia Masih dengan celana abu-abunya, Yudo mengayuh sepedanya meski bau matahari menguar dari  tubuhnya. Ubun-ubunnya nyaris berasap andai sebuah topi hitam pudar tidak bertengger di kepalanya.  Lima menit lagi!  Ya, lima menit lagi, ia akan tiba di  tempatnya bekerja paruh waktu. Bukannya mempercepat kayuhannya,  Yudo justru melambatkan tendangannya pada pedal dan, berhenti. Seperti biasa, sudah sebulan ini, sambil menuntun sepedanya, matanya menatap lekat sebuah buku di dalam etalase toko yang di depannya terpampang besar sebuah nama 'Toko Buku Sensei'. Buku itu bergambar pria berdasi dan berkaca mata serta di bawahnya bertuliskan nama pria tersebut, Tung Desem Waringin. Uniknya, judul bukunya dicetak secara vertikal dan ditulis besar-besar 'Marketing ...
LIGHT IN KOREA OLEH HAFIZAH WIDYA AMALIA

LIGHT IN KOREA OLEH HAFIZAH WIDYA AMALIA

Monogatari
diam – diam aku mulai mengamati Jihwon. Dari kejauhan, aku melihatnya  menyamarkan diri sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan jaket.  DKelihatan sangat mencolok di musim panas, Seoul. Juli ini, aku sering  melihat kamarnya kosong. Terutama ketika leader meminta kami untuk makan  bersama atau perayaan pesta, dia selalu pulang dan mengakhirinya lebih awal.   “Tidak biasanya dia seperti itu.” Desah Euhnyuk. “Benar, ini aneh  sekali.” Lanjutku. “Mungkin dia sedang patah hati, pahamilah dia sebentar.”   Komentar Park Ju sebagai leader yang sangat perhatian. Sudah seminggu dia  pulang dari wajib militer. Oh, aku belum mengenalkan siapa aku. Aku Lee Dong  Ha. Kami ber Sembilan adalah boyband asal Korea yang sangat tenar. Terlebih  seusai k