Thursday, October 17

Wawancara

Ustadz Fadlan Garamatan Da’i ‘Sabun Mandi’ Dari Papua

Ustadz Fadlan Garamatan Da’i ‘Sabun Mandi’ Dari Papua

Wawancara
Bukan perkara mudah meniti dakwah di daerah yang mayoritas non muslim. Ustadz Fadlan Garamatan Dai 'Sabun Mandi' Dari Papua Pastinya bakal menghadapi  berbagai tantangan yang tak berkesudahan. Baik secara lisan atau fisik yang mengancam jiwa. Hanya mereka yang ikhlas yang bisa melewatinya. Salah satunya adalah Ust. Fadlan. Sejak 1983 memulai dakwahnya di bumi Papua sampai sekarang. Keluar masuk hutan, naik turun gunung, sudah menjadi kegiatan hariannya dalam rangka syiar Islam ke suku pedalaman. Gimana kiprah perjuangan da'i Papua yang sempat meraih penghargaan sebagai Tokoh Republika tahun 2010 ini? Berikut hasil wawancara redaksi Drise, Hikari dengan Ust. Fadlan. Sila dinikmati tetesan hikmahnya... Motif Ustadz membentuk AFKN (AlFatih Kaaffah Nusantara) apa sih, share doooong? S
Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah

Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD : Bergeraklah bersama pengemban dakwah

Wawancara
Pria kelahiran tahun 1973 ini telah menghabiskan saparuh usia dewasanya di negeri Paman Sam.Bukan sebagai TKI tapi justru pelajar dengansegudang prestasi. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, PhD Beliau berbagi ceritamenarik tentang pendidikan di luar negeri,perjalanannya meraih gelar doktor, hinggadunia remaja. Asli menarik dan inspiratif. Gakpake lama, silakan nikmati tetesan hikmahhasil interview kang Hafidz dengan pakarpenyakit kanker ini. Monggo…! Gimana ceritanya Pak Rusdan bisameraih predikat Doktor di usia relatifmuda? Sebenarnya merupakan kombinasiantara cita-cita, kesempatan, dan ijin Allahta'ala. Doktor usia muda (dibawah 30 tahun)bukan hal aneh di pendidikan tinggi amerika.Karena gelar doktor bukan puncak capaianakademik. Gelar doktor baru sebatas ijazahbahwa ia telah menjalan
Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme

Ust Adian Husaini Praktisi Pemberantas arus Liberalisme

Wawancara
Jika driser pencinta novel sejati seharusnya nama ust Adian tidak asing lagi di telinga. Karya novelnya berjudul “KEMI-Cinta Kebebasan Yang Tersesat” yang menceritakan tentang lika-liku hidup penganut ajaran Liberal dan “dakwahnya”, sungguh menarik perhatian D'Rise sejak awal kemunculan novel tersebut beredar. Sebutan novelis memang kurang begitu afdhal untuk Ustadz Adian. Karena keluasan geraknya meliputi banyak hal (berbagai artikel lepas di web pribadi, harian surat kabar, audio di youtube, buku-buku non fiksi karangannya, dll). Tapi yang jelas karakter beliau selalu vulgar menelanjangi kebusukan Barat yang sarat dengan kebebasan peradabannya. Dan Alhamdulillaah, dalam edisi kali ini, di tengah kesibukannya yang super padat itu, beliau masih bisa dan mau menyempatkan ngobrol dengan Hik
Ust Ismail Yusanto

Ust Ismail Yusanto

Wawancara
Namanya sudah tidak asing lagi di arena pertacuran politik nasional dan internasional sebagai jurubicara Hizbut tahrir Indonesia pembawanya cool dalm dan confident dalam menyampaikan ide syariah dan khilafah, bikin hati D'Rise bergetar dan membuat mata D'Rise berkaca-kaca. Subhanallah…jalan dakwah ini memang luar biasa, karena itu pilihlah sebagai jalan hidupmu. Hontou ni. Berikut petikan wawancaranya. Silahkan disimak! Masalah di negeri ini sangat banyak seperti negerinegeri Islam lainnya. Ada yang bilang, “Urus sajalah dulu negeri sendiri baru negeri orang lain.” Tanggapan Ustadz? Jawab: Memang, masalah yang dihadapi oleh umat Islam di negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia, sangatlah banyak. Benar juga, bahwa kita harus konsentrasi terhadap apa yang dihadapi oleh umat Islam di