Saturday, May 23

Writepreneur

Ngintip “daleman” Redaksi (mengenal penerbitan)

Ngintip “daleman” Redaksi (mengenal penerbitan)

Writepreneur
Halo D'Riser dah ngerasa pede mau nerbitin buku di sebuah penerbit, jangan sungkan kamu ngirim karya  terbaiknya ke penerbit tersebut. Tungguin saja, kira-kira satu sampe empat bulanan karya tulis yang kamu kirim itu pasti sudah ada jawaban dari penerbit. Apakah karyamu itu bakal diterbitkan ataukah dikembalikan. Namun, jika lebih dari setengah tahun karyamu tak adakabar, tanyain saja langsung ke bagian redaksinya.  Siapa tahu masih dalam proses antri atau malah karyamu ga lulus seleksi alias gagal terbit! Cape deh! Oh ya, kalo kamu udah ngirim karya terbaikmu ke penerbit, tetep tenang ya. Jangan grasa-grusu nanyain karyanya itu diterima atau tidak? Kapan terbit jadi buku? Atau pertanyaan sejenis itu. Biasanya yang suka rese nanya ini-itu adalah para pemula. Tahu nggak, ...
Menumpas Mitos Write’s Blok! Nentuin Judul Tulisan

Menumpas Mitos Write’s Blok! Nentuin Judul Tulisan

Writepreneur
Driser sebagaimana janji di edisi sebelumnya, kali ini, kita mo nerusin jurus ampuh menumpas virus write's  block. Pada dua edisi sebelumnya, kita dah ngebahas tahapan sebelum nulis. Nah, dalam edisi D'Rise kali ini, kita mo ngupas tuntas tahapan saat kita nulis, biar kita nyaman nerusin tulisan, sekaligus agar write's block gak jadi alasan kita gak merampungkan tulisan.   Secara teori, tahapan saat kita nulis, dimulai  dengan: pertama, menentukan judul; kedua, mengawali paragraf; ketiga, pembahasan, and yang terakhir, keempat, adalah kandungan isi. Dalam menentukan judul, orang bilang gampang-gampang susah. Tapi kalo kita dah  14 biasa nulis, nentuin judul bukan perkara yang  sulit, mengalir aja, bisa dirangkai saat  kita mulai nulis, saat tulisan dah kel...
Mengupas Mitos write’s block bagian 2

Mengupas Mitos write’s block bagian 2

Writepreneur
sebelumnya kita bahas Mengupas Mitos write’s block bagian 1 bisa cek tulisanya sekarang kita lanjut So, apa seh tahapan sebelum nulis itu? Neh, saya kasi bocoronnya, ya.... Jujur aja, teori ini didasarkan pada fakta  empirik yang lazim dialami oleh para penulis, termasuk Dan Brown ataupun J.K. Rowling sekalipun! Pertama, menentukan ide; Kedua, menyiapkan referensi atau sumber bacaan; Ketiga, menentukan arah atau tujuan; Keempat, menentukan media yang akan dituju; Kelima, menentukan khalayak sasaran yang akan dituju via tulisan yang kita bikin. Soal ide tulisan, dah gak zaman kalo ada orang ngaku gak punya ide, apalagi kalo penulis ngaku gak punya ide tulisan. Wah, dia pasti boong abis. Kok bisa? Iya atuh, karena setiap orang yang masih mampu berpikir dengan baik, maka dia punya ba
Mengupas Mitos write’s block bagian 1

Mengupas Mitos write’s block bagian 1

Writepreneur
Dalam proses kreatif menulis adakalanya seorang penulis mengalami  write's block atau sebuah kondisi di mana ia seperti kehabisan energi untuk menulis, idenya lumpuh, kreativitasnya menguap, bahkan hilang sama sekali. Apa yang sesungguhnya terjadi? Terus, gimana cara efektif sekaligus asyik biar kita bisa jalan terus menulis kreatif, sekaligus menumpas mitos write's block ini? Cekidot! Bagi seorang pemula yang masih gagap dalam menulis, bisa jadi ia sering mengalami apa yang dinamakan write's block ini. Namun, bagi seorang profesional, write's block ini hanyalah mitos yang terlalu dibesar-besarkan. FYI saya pernah nanya kepada beberapa penulis profesional soal write's block dalam proses kreatif mereka. Ternyata, mereka bilang,  “Write's block? No way!”. Justru, m