Saturday, August 1

Writepreneur

Mengenal Dunia Editor 3 : Melek Kerja Editor

Mengenal Dunia Editor 3 : Melek Kerja Editor

Writepreneur
Driser jika kamu sudah dapet info dari penerbit bahwa naskah tulisanmu lulus seleksi sekaligus  mereka siap nerbitin karya kreatifmu jadi buku, siap-siaplah jika editornya menghubungi kamu, minta ketemu secara langsung. Jika gak bisa kopdar, mungkin pake teknologi informasi via sosmed aja juga bisa mewakili. Biasanya, editor (yang diwakili managing editor and senior editor) ngajak kamu brainstorming soal proses kreatifmu nulis naskah buku yang akan diterbitin itu. Selain itu, Si Editor juga bakalan ngajak diskusi, apa yang penulis inginkan dengan buku yang bakal diterbitin itu. Soal editingnya, kemasannya sampe urusan promo marketing dan yang pasti soal itungitungan kontraprestasi atas buku yang bakal terbit itu. Apakah mau plat fee, royalty atau semi-royalty?  Kalo suda...
Ngintip “daleman” Redaksi (mengenal penerbitan)

Ngintip “daleman” Redaksi (mengenal penerbitan)

Writepreneur
Halo D'Riser dah ngerasa pede mau nerbitin buku di sebuah penerbit, jangan sungkan kamu ngirim karya  terbaiknya ke penerbit tersebut. Tungguin saja, kira-kira satu sampe empat bulanan karya tulis yang kamu kirim itu pasti sudah ada jawaban dari penerbit. Apakah karyamu itu bakal diterbitkan ataukah dikembalikan. Namun, jika lebih dari setengah tahun karyamu tak adakabar, tanyain saja langsung ke bagian redaksinya.  Siapa tahu masih dalam proses antri atau malah karyamu ga lulus seleksi alias gagal terbit! Cape deh! Oh ya, kalo kamu udah ngirim karya terbaikmu ke penerbit, tetep tenang ya. Jangan grasa-grusu nanyain karyanya itu diterima atau tidak? Kapan terbit jadi buku? Atau pertanyaan sejenis itu. Biasanya yang suka rese nanya ini-itu adalah para pemula. Tahu nggak, ...
Menumpas Mitos Write’s Blok! Nentuin Judul Tulisan

Menumpas Mitos Write’s Blok! Nentuin Judul Tulisan

Writepreneur
Driser sebagaimana janji di edisi sebelumnya, kali ini, kita mo nerusin jurus ampuh menumpas virus write's  block. Pada dua edisi sebelumnya, kita dah ngebahas tahapan sebelum nulis. Nah, dalam edisi D'Rise kali ini, kita mo ngupas tuntas tahapan saat kita nulis, biar kita nyaman nerusin tulisan, sekaligus agar write's block gak jadi alasan kita gak merampungkan tulisan.   Secara teori, tahapan saat kita nulis, dimulai  dengan: pertama, menentukan judul; kedua, mengawali paragraf; ketiga, pembahasan, and yang terakhir, keempat, adalah kandungan isi. Dalam menentukan judul, orang bilang gampang-gampang susah. Tapi kalo kita dah  14 biasa nulis, nentuin judul bukan perkara yang  sulit, mengalir aja, bisa dirangkai saat  kita mulai nulis, saat tulisan dah kel...
Mengupas Mitos write’s block bagian 2

Mengupas Mitos write’s block bagian 2

Writepreneur
sebelumnya kita bahas Mengupas Mitos write’s block bagian 1 bisa cek tulisanya sekarang kita lanjut So, apa seh tahapan sebelum nulis itu? Neh, saya kasi bocoronnya, ya.... Jujur aja, teori ini didasarkan pada fakta  empirik yang lazim dialami oleh para penulis, termasuk Dan Brown ataupun J.K. Rowling sekalipun! Pertama, menentukan ide; Kedua, menyiapkan referensi atau sumber bacaan; Ketiga, menentukan arah atau tujuan; Keempat, menentukan media yang akan dituju; Kelima, menentukan khalayak sasaran yang akan dituju via tulisan yang kita bikin. Soal ide tulisan, dah gak zaman kalo ada orang ngaku gak punya ide, apalagi kalo penulis ngaku gak punya ide tulisan. Wah, dia pasti boong abis. Kok bisa? Iya atuh, karena setiap orang yang masih mampu berpikir dengan baik, maka dia punya ba