Sunday, May 24

Desas Desus Densus

Siyono (33 thn). Bapak lima anak asal Klaten ini menambah daftar panjang korban ‘mesin pembunuh’  yang tak tersentuh hukum, Densus 88. Demi memerangi teroris, Detasemen Khusus ini seperti punya kekuatan super di atas Undang-undang. Nggak peduli lagi dengan prosedur hukum. Apalagi kaidah asas praduga tak bersalah terhadap tersangka teroris.

Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution mengatakan Komnas HAM sudah menerima 118 laporan terduga teroris yang ditembak mati tanpa pemeriksaan. Ngeri! Terkait kematian Siyono, awalnya polisi menyatakan Siyono meninggal karena kelelahan setelah berkelahi melawan Densus.

Namun kemudian, polisi seperti yang dinyatakan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol. Arthur Tampi kematian Siyono akibat  pendarahan di kapala disebabkan hantaman benda tumpul. Sementara pihak keluarga setelah melihat kondisi jenazah Siyono menjelaskan kemungkinan  terjadinya penyiksaan.

Saat pergantian kain kafan dari jenazah tampak ada lebam pada kedua mata, lebam berwarna biru kehitaman di pelipis, hidung patah, kepala bagian belakang masih meneteskan darah segar. Pada kedua kaki dari paha sampai mata kaki bengkak berwarna hitam. Kuku jari kaki kiri hampir lepas. Sadis! Kita  setuju, bahwa apa pun yang meneror rakyat , yang mengancam rakyat, harus kita cegah dan hentikan. Namun bukan berarti dilakukan tanpa koridor hukum. 

Adalah sangat berbahaya kalau dengan hanya tuduhan apalagi terduga terorisme , telah menjadi legalitas untuk memperlakukan seseorang dengan semena-mena, apalagi membunuhnya.  Buat om-om Densus, sekedar ngingetin firman Allah swt:

“Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.”(TQS. AlMâidah: 32)

Mungkin aja tingkah Densus 88 yang menzhalimi umat Islam lolos dari jeratan hukum positif. Tapi jangan mimpi luput dari hukum Allah baik di dunia apalagi akhirat. Catat![@Hafidz341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *