Wednesday, July 22

DUNIA PERGERAKAN MAHASISWA HARI INI TETAP HIDUP NAMUN KEBANYAKAN SEBATAS MENJADI EO “EVENT ORGANIZER”

Karaker generasi muda Islam itu harus  semangat dan tajam. Seperti halnya para shahabat Rasul. Harus cerdas  dan intelek juga, agar kita nggak ditipu oleh budaya dan pemikiran ideologi-ideologi pesaing Islam, yakni Kapitalisme dan Sosialisme. Kayak apa sih gambaran kedua ideologi ini? Dan apa pula hubungannya dengan Islam? Yuk kita simak wawancara D’Rise dengan Ricky Fattamazaya, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa (Gema)

Kemarin-kemarin, sempat ramai ideologi Komunis dan PKI yang tercermin dari simbol-simbolnya yang berseliweran di media massa. Bagaimanakah pandangan Bang Ricky dan sikap kita seharusnya?

 Geliat ideologi Komunis dan PKI menyebar sedemikian di sosmed, radio, TV, media cetak berbagai respon juga ikut meramaikannya.

Ini adalah 1 ideologi dari 3 ideologi yang ada di Dunia “Kapitalis- Demokrasi dan Islam” dan benturan ketiga Ideologi ini pasti akan terus terjadi.  Saya beberapa kali diskusi dengan gerakan mahasiswa yang berpaham ideologi Sosialis- Komunis ini dan saya dapati ideologi sosialis – komunis hari ini tidaklah murni lagi dengan kata lain mengarah kepada corak kapitalis.

Tentu sebagai pengemban ideologi Islam, saya dan teman- teman lainnya menanggapi ini secara bijak dengan merespon seperlunya dan fokus kepada targetan kami yakni menjadikan Islam sebagai mainstream pergerakan mahasiswa Indonesia yang akhirnya negara diatur dengan ideologi Islam Sosialisme- Komunisme terbukti gagal.

Kapitalisme- Demokrasi yang diterapkan hari ini biang dari segala masalah yang dalam waktu singkat juga akan dikubur. Kedua Ideologi ini adalah sumber masalah. Oleh karena itu, pilihan kita hanya Islam dan lebih dari itu konsekuensi kita setelah mengucapkan dua kalimat syahadat adalah menjalankan seluruh perintahnya dan meninggalkan seluruh larangannya dan itu hanya dapat terealisasi secara sempurna jika negara mengadopsi ideologi Islam dengan Khilafah sebagai institusi negara. Inilah sikap dan jalan perjuangan kita.

Berbagai kasus perkosaan dan pembunuhan sadis pun menggeliat. Apakah sebenarnya yang menyebabkan semua hal mengerikan ini?

Menyedihkan melihat banyak kasus pembunuhan sadis yang terjadi bahkan dunia hewan sepertinya tidak akan sanggup melakukannya.

Di dalam Islam, harga nyawa itu sangatlah mahal bahkan dalam sebuah hadits Nabi menyebutkan nyawa seorang manusia lebih berharga ketimbang Ka’bah sekalipun.  Namun dalam sistem hari ini nilai nyawa sangatlah murah. Seseorang yang membunuh tetaplah salah namun yang paling bersalah hari ini adalah negara.

Banyak faktor yang menyebabkan pembunuhan sadis ini terjadi dan Negara tidak hadir dalam hal ini termasuk dalam preventif dan refresif (pencegahan dan pemberian sanksi) karena  hanya dalam Islam konsep preventif dan refresif dapat dijalankan secara utuh dan pelakunya menjadi jera. Dunia

pergerakan mahasiswa pun seolah padam. Apakah mahasiswa terlalu rajin belajar dan melupakan kondisi sosial masyarakat?

Dunia pergerakan Mahasiswa hari ini tetap hidup namun kebanyakan sebatas menjadi EO “Event Organizer”. Sekedar membuat acara- acara yang laku dipasaran karena mahasiswanya banyak yang apatis terhadap dunia pergerakan.  

Mereka “Mahasiswa” sibuk mendapatkan nilai bagus, cepat selesai, bekerja dan menikah. Sehingga banyak gerakan yang kehilangan jati dirinya, ditambah penguasa dan partai politik di negeri ini sengaja mendesain agar pergerakan mahasiswa itu condong kepada patronnya masing- masing, “Politik Praktis” dan melupakan fungsi mereka sebagai kalangan koreksi sosial, agent control, agent of change sehingga masyarakat dan mahasiswa dijauhkan satu sama lain.  

Lalu apa gunanya berfikir ketika melupakan kondisi masyarakat? Apa gunanya belajar kalau sekedar hasrat yang ujung- ujungnya tetap sebagai budak Kapitalis? Meski demikian, tetap masih ada Gerakan yang Ikhlas dan Komitmen dalam perjuangaannya.  

Apakah yang harus dilakukan, khususnya oleh remaja Islam, dalam menyikapi berbagai kondisi buruk yang terjadi sekarang ini? Remaja Islam hari ini adalah kader terbaik masa depan. Janganlah menjadi korban dan pelaku keterpurukan yang terjadi saat ini. Jadilah pembebas, pengubah karena potensi itu sudah ada semenjak engkau dilahirkan di bumi ini dan sudah mengalir disetiap tetesan darah.  

Belajarlah karena Allah bukan karena materi sehingga apapun profesimu nanti semuanya bermuara kepada Allah. Bergabunglah pada organisasi yang ikhlas dan komitmen dalam memperjuangkan Islam. Serukanlah kebaikan itu pada setiap level termasuk pada level negara senantiasa koreksilah negara sampaikan kepadanya kami hanya mau diatur dengan sistem Islam karena dengan itu rahmatan lil alamin bagi semesta alam dapat terealisasi.

Bagaimanakah perkembangan Gema Pembebasan? Alhamdulillah gema Pembebasan semakin tumbuh dan berkembang baik dari cakupan anggota, Opini, dan Jumlah kampus yang tersebar kader- kader kami disana. Kami tersebar dari Aceh hingga ke Jayapura.

Senantiasa membangun mitra dengan organisasi- organisasi lainnya yang ada di seluruh Indonesia karena kami yakin revolusi Islam itu sebentar lagi akan terwujud dan itu terjadi sekarang, iya Era Kami.  

Bagi adik- adik yang mau bergabung dengan kami syaratnya Kuliah dulu ya baru dapat menjadi anggota Gema Pembebasan dan cepat karena gerbong ini tetap bergerak laju menuju kemenangan pastikan adik- adik semua menjadi pemain di dalam kemenangan ini. Berjuanglah sampai akhir saudara- saudaraku. Allah menjanjikan kita kemenangan. Generasi-generasi dahulu telah menorehkan kegemilangannya, sekarang saatnya kita menorehkan sejarah kemenangan buat generasi- generasi kita mendatang.

Biodata Ricky Fattamazaya

Nama : Ricky fattamazaya M S.H, M.H

Tempat/tgl lahir : Kampung pajak/ 18 April

1990

Pengalaman kerja dan organisasi

· Magang di pengaadilan Tinggi Riau

· Magang LBH Riau

· Mengajar di Perguruan Tinggi Dakwah

Islam

· Bidang Intelectual Lembaga Dakwah

Kampus

· Ketua Umum PP Gema Pembebasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *