Saturday, May 23

Hai Z, Masa Depan di Tanganmu

Kamu lahir antara 1995 sampai 2010? Pasti  hobi internetan, chatting, dan eksis di  media sosial. Cenderung menyukai  hal-hal berbau multimedia, gambar, foto dan video. Suka  yang serba instan dan kurang menghargai  proses. Kalianlah generasi Z. Apaan tuh?  

Sejak muncul Teori Generasi, kita dikenalkan istilah Generasi X, Y dan Z. Lengkapnya, menurut Generation  Theory ini, ada 5 generasi yang lahir setelah perang dunia kedua dengan ciri masingmasing. Pertama, Baby Boomer (lahir 1946–1964). Generasi yang lahir setelah Perang Dunia II ini memiliki banyak saudara,  banyak keturunan. Tipenya adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri. Ini generasi yang cenderung menunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dan etika. Kedua, Generasi X (lahir 19651980).

Waktu itu baru mulai adanya personal computer (PC), video games, tv kabel, dan internet. MTV dan video games sangat digemari. Mulailah muncul tingkah negatif seperti tidak hormat pada orang tua, maniak musik punk, dan kenal ganja.

Ketiga, Generasi Y (lahir 19811994). Disebut juga generasi millenium. Mulai pakai teknologi komunikasi  instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti Facebook dan Twitter.  Mereka juga suka main game online. Keempat, Generasi Z (lahir 19952010). Disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Yup,  inilah generasi kalian.

Generasi yang nggak bisa lepas dari internet. Maunya selalu connect. Sejak kecil udah kenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih. Generasi digital yang mahir dan keranjingan ama teknologi informasi dan berbagai aplikasi.  Sangat hobi dan eksis di dunia maya. Facebook, Twitter, Instagram atau chatroom. Melalui media ini mereka bebas berekspresi dengan apa yang dirasa dan dipikir secara spontan.

Cenderung terbiasa melakukan aktivitas dalam satu waktu secara bersamaan. Sambil chatting pake ponsel, browsing dengan laptop, dan denger musik pakai headset. Pokoknya penginnya serba cepat dan instan. Pastinya ini secara nggak langsung berpengaruh pada kepribadian. Cenderung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, egosentris dan individualis, nggak sabaran, dan nggak menghargai proses. Kalian begitu, nggak?

Ingat Dunia Nyata

Nah, udah pasti karakter Generasi  Z seperti di atas, beda banget sama orangtua kamu yang merupakan Generasi X atau Y. Makanya, kamu musti pinter-pinter menyamakan persepsi sama orangtua. Jangan segan komunikasi sama mereka.

Kalau ortu ngajak bicara, jangan dianggap nggak penting. Bagaimanapun, ortu kamu beda karakter dan sangat mengkhawatirkan perkembangan dirimu. Sebab, tantangan mengasuh, menjaga dan membesarkanmu saat ini lebih berat. Jauh lebih berat dibanding saat mereka seusia kamu.

Sebagai generasi Z, kamu kudu tetep eksis di dunia nyata. Jangan terlampau menurutkan nafsu internetanmu yang selalu menggebu. Soalnya internetan itu emang bikin lupa waktu. Ada foto, film, video dan segala keasyikan dan hiburan di sana. Jadi, kalo lagi asyik chatting, tetap kudu pasang telinga kalau-kalau ortu membutuhkanmu.  

Kamu juga musti punya etika. Sekarang banyak orang dipenjara gara-gara nggak ngerti cara bijak memanfaatkan media sosial. Atau karena saking bablasnya, malah menjadi fitnah dan membawa nama buruk orangtua. Misal, ada ABG yang posting foto-foto seksi dan bahkan porno. Na’udzubillahi min zalik.  

Generasi Islam

Jangan lupa, kamu-kamu adalah  generasi Islam. Generasi masa depan umat. Ciri-cirinya, rata-rata kamu punya namanama islami. Betul, kan? Coba cek daftar absen di kelasmu. Pasti kau temukan namanama dengan minimal tiga kata islami di sana (ini identik dengan nama orang-orang  Arab yang umumnya tiga kata).

 _ Nah, kenapa kamu diberi nama islami? Karena masa depan Islam di pundak kalian. Sepuluh, 20 atau 30 tahun mendatang, kamu-kamulah yang akan duduk sebagai pemimpin di segala bidang. Jadi dosen, kepala sekolah, pemimpin perusahaan, ahli IT, desainer, chef, sastrawan, penulis, produser, kepala proyek, kontraktor, pejabat pemerintahan, hakim dan sebagainya.

_ So, di tangan generasi kalianlah  masa depan Islam. Kelahiran kalian ke dunia ini bukan untuk mengabdi pada peradaban Barat atau Timur yang tidak Islami. Kalian disiapkan Allah SWT melalui tangan orangtua dan para pendidik, bukan untuk melanggengkan sistem sekuler kapitalisme yang ada saat ini. Bukan pula untuk menghambakan diri pada budaya China, Korea, Jepang, dll. _ Maka, persiapkanlah diri kalian supaya menjadi pribadi Islam kafah.

So, nggak usah merasa minder jika kalian memupuk diri dengan segala hal-hal yang berbau Islam saat ini. Ngaji, baca kitab-kitab fikih, hafalan Alquran, belajar Bahasa Arab, bahkan berdakwah sesuai kemampuan. Kelihatannya nggak keren di masa sekarang, dibanding remaja-remaja umumnya yang hidupnya santai dan menggilai budaya pop seperti musik, film dan konten-konten Barat atau Timur. Tapi, justru itulah kelebihan kalian. Itu berarti kalian punya visi jauh ke depan.

Karena kalianlah perubah peradaban. _ Iya, dong! Kan malu menyandang nama islami, tapi kelakuan jauh dari nilai-nilai islam. Sebab, nama itu adalah doa. Ortu kalian mendoakan agar kalian menjadi pribadi-pribadi yang saleh dan salehah. Generasi yang kelak menjadi pengabdi dan pengendali peradaban Islam. Kalau tidak menyiapkan diri dari sekarang, kapan lagi?(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *