Friday, May 22

Ibu Zulia Ilmawati : LGBT merupakan gerakan budaya harus di lawan !

dRISEr yang soleh dan solehah, berita seputar L GB T tak henti-hentinya  menghiasi media massa. Bahkan jadi tr ending topic di sosial media. Banyak yang  pro namun tak sedikit yang k ontr a. Seor ang  muslim udah mafhum kalo perilaku homoseksual dan turunannya ialah jenis penyimpangan yang dilaknat Allah Swt. Sayangnya, ada sebagian yang ngaku muslim mengganggap perilaku LGB T nggak perlu  diambil pusing. Lantar an bagian dari  k ebebasan individu. Bagaimana kita mensikapinya? Simak obr olan r edaksi berikut  dengan Ibu Zulia Ilmawati , ustadzah sekaligus psik olog. Yuk!  

Ustadzah, sekarang lagi marak opini LGBT di Indonesia. Bagaimana menurut ustadzah? Terutama bagi remajanya.

Sangat memprihatinkan. LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) makin merebak, para pemilik perilaku seks menyimpang sekarang sudah semakin berani memperlihatkan dirinya di masyarakat. Mungkin karena saat ini semakin banyak masyarakat yang tidak lagi mempedulikan orientasi seksual seseorang dan menganggap hal tersebut adalah urusan pribadi yang tidak perlu dicampuri. Mereka sangat agresif, tidak malu-malu dalam menegaskan keberadaannya.  LGBT ini sudah menjadi gerakan yang menyesatkan tidak hanya di kalangan orang dewasa, remaja bahkan anak- anak.

Tidak hanya ada di kota-kota besar, tapi juga di pelosok daerah dan di semua kalangan. Makin hari kaum LGBT semakin banyak jumlahnya, membentuk komunitas yang beraktifitas di sekitar masyarakat. Menularkan kerusakannya kepada siapa saja melalui beragam cara dan media. Ribuan anak-anak SD-SMP menjadi pengguna sekaligus korban  media social LGBT.   

Apa sebenarnya penyebab fenomena ini?

Keberadaan dan perkembangan kelompok  LGBT tidak terlepas dari perkembangan globalisasi, serangan budaya barat. Globalisasi telah berkontribusi secara nyata dalam  09 d’rise #55 maret 2016 menyebarkan budaya dan identitas kelompok ini. Pergerakan organisasi dan komunitas LGBT di negeri ini pun banyak disokong oleh dana dari lembaga asing seperti USAID, Aus AID, UNAIDS dan UNFPA dan lain-lain. Dari sini terlihat jelas sekali, bahwa penyebaran LGBT menjadi salah satu agenda Barat khususnya AS dan Eropa.

Ada klaim bahwa homoseksual adalah faktor genetik. Bagaimana pendapat ustadzah?

Memang ada yang mengatakan bahwa perilaku penyimpangan seksual LGBT karena pengaruh genetis. LGBT bukan bawaan, bukan karena faktor genetik dan bukan pula sesuatu yang kodrati. Penyakit ini bisa terjadi karena pengaruh pola asuh orang tua dan lingkungan. Klaim bahwa homoseksual tidak bisa diubah secara psikologis juga keliru besar. Faktanya, penyakit ini bisa diobati dan disembuhkan jika memang punya niatan kuat untuk sembuh.  

Kalau ada teman kita yang memiliki gejala homoseksual sebaiknya gimana sih? Kan teman sendiri.

Segera cari tahu kenapa berperilaku demikian, hampir sebagian besar pemilik perilaku seksual menyimpang ini memiliki latar belakang yang “buruk”. Bantu teman kita untuk mencari solusi. Jika diperlukan minta bantuan pihak ke tiga (tenaga ahli) yang bisa memberikan bantuan. Insya Allah bisa disembuhkan kalau memang ada niatan yang sungguh-sungguh dan keinginan yang kuat untuk berubah.

Diawali dengan merubah cara  pandang tentang seks dan bagaimana  pemenuhannya. Bahwa seks bukanlah hanya untuk menyalurkan hasrat seksual   semata dan mencari kepuasan semu, tetapi seksualitas merupakan jalan rasional untuk melanjutkan keturunan, disamping tentu saja akan didapat kenikmatan. Munculnya kesadaran untuk berubah harus diikuti  08 d’rise #55 maret 2016 dengan usaha yang keras untuk mengendalikan ketika muncul keinginan untuk melakukan hubungan dengan yang sejenis. Dan yang juga sangat penting adalah keluar dari komunitas dan lingkungan yang seperti itu. Tidak lagi kembali.  

Apa sih gejala dan ciri LGBT, jangan2 kita punya potensi Homoseksual dan turunannya nih?

 Yang pasti ya punya kecenderungan dengan sesama jenis, terlalu mengagumi sesama jenis, bahkan terobsesi sampai memuja-muji. Ekspresinya juga beda, terlihat dari bagaimana dia bersikap dengan teman sejenisnya dari tatapan matanya misalnya. Biasanya nampak pada perhatian yang lebih terkait dengan penampilan dirinya. Fashion update, Modis, dandy,  gay biasanya punya selera fashion yang bagus dan up-to-date. Terkadang terlihat juga memakai riasan wajah, seperti blush on atau pelembab bibir berwarna.  

Bagaimana terapi yang tepat dari sudut pandang Islam?

Diberikan pemahaman untuk sungguhsungguh bertobat. Juga diingatkan bahwa pelaku homoseks, gay atau lesbian akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.  Dalam Islam, baik yang menghomoi atau yang dihomoi keduanya di hukum mati. Bukan malah difasilitasi dengan berbagai sarana.  Juga, ada yang mesti kita perhatikan dalam memberikan solusi. Selain memperbaiki,  mencegah adalah solusi yang lebih tepat. Islam telah memberikan gambaran yang jelas agar aktivitas homoseksual ini tidak berkembang. Langkah perventif itu antara lain dengan menjauhkan anak dari berbagai rangsangan, menguatkan identitas diri anak sebagai laki-laki dan perempuan, membatasi pergaulan sejenis, secara sistemik menghilangkan berbagai hal di tengah masyarakat yang dapat merangsang orang untuk melakukan homoseksual.

 Apa saja yg harus remaja persiapkan menghadapi gelombang arus LGBT ini?

Gerakan dan propanda LGBT jelas akan membawa bahaya besar bagi negeri ini dan peduduknya. Gerakan dan propaganda LGBT dan serangan budaya itu merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memadamkan Islam. Yang mesti dipersiapkan para remaja adalah membina diri agar memiliki kepribadian Islam yang tangguh. Memiliki cara berpikir dan bersikap dengan Islam sebagai tolok ukurnya. Termasuk dalam memenuhi gharizahnya. Tidak terpengaruh dengan berbagai arus budaya menyesatkan. Melakukan amar makruf nahi mungkar,  mencegah terjadinya kemunkaran  LGBT agar tidak terjadi perluasan di masyarakat, karena sungguh banyak kerusakan dan penyakit yang akan timbul dari perilaku seksual menyimpang tersebut.   

Apa peranan negara dalam menanggapi fenomena ini?

 Negara berperan besar dalam memupuk ketakwaan individu rakyat agar memiliki benteng dari penyimpangan  perilaku semisal  LGBT. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menjadikan  kebebasan sebagai standar perilaku. Ketakwaan dan keterikatan terhadap syariat harus melekat dalam setiap diri muslim. Pendidikan pada masyarakat  penting dilakukan, agar masyarkat tahu  mana yang boleh dan terlarang dalam kaitan pemenuhan naluri seksual.

Melalui kurikulum pendidikan di sekolah atau pola asuh di dalam keluarga meski ditanamakan langkah-langkah preventif . Secara sistemis, Islam memerintahkan negara  menghilangkan rangsangan seksual dari publik termasuk pornografi dan pornoaksi. Begitu pula segala bentuk tayangan dan sejenisnya yang menampilkan perilaku LGBT atau mendekati ke arah itu juga akan dihilangkan. Tanpa kompromi menghapus semua konten dan aplikasi porno maupun menyimpang.    

Perlawanan terhadap agenda LGBT itu tidak bisa total jika kita masih terus mempertahankan demokrasi, mengagungkan HAM ala Barat, paham kebebasan, ideologi kapitalisme dan sekulerisme. Pasalnya, semua itu adalah sebab mendasar berkembangnya LGBT. Perlawanan terhadap LGBT harus disempurnakan dengan perjuangan untuk mewujudkan penerapan syariah Islam secara total dan menyeluruh di bawah sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Hanya dengan itu masalah LGBT akan benarbanar bisa diatasi secara tuntas.  

Apa pesan ustadzah untuk pembaca DRISE seluruh Indonesia?

LGBT ini merupakan gerakan budaya yang harus dilawan!  Untuk itu umat harus menggalakkan dakwah dan tegas menolak LGBT. Harus dinyatakan bahwa LGBT adalah penyimpangan perilaku. Remaja juga punya peran yang sangat penting dalam hal ini. Tidak hanya membentengi diri agar tidak terbawa arus budaya yang menyesatkan, tetapi juga melakukan amar ma’ruf  dengan menyadarkan pelaku LGBT sehingga mereka menyadari kesalahan mereka dan mereka mau bertobat. Sikap awas dan kewaspadaan  pada diri umat terhadap segala bentuk propaganda dan seruan LGBT harus dibangun. Umat Islam juga harus dikuatkan dengan membina ketakwaan dan  ketaatan pada syariah Islam.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *