Thursday, October 17

Kamera Pertama

Kamera adalah salah satu penemuan terpenting yang pernah diciptakan manusia. Dengan kamera, manusia bisa Kmerekam dan menampilkan segala hal dalam bentuk gambar statis maupun bergerak, mulai dari makhluk bersel satu yang imut, sampai galaksi yang amat besar. Tapi, tahukah kamu, bahwa prinsip dasar dari semua jenis kamera yang ada, dicetuskan seribu tahun yang lalu oleh ilmuwan muslim?

Yep, ilmuwan muslim itu adalah Ibnu al-Haitham, atau dikenal juga dengan Al-Hazen. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Muhammad ibnu AlHasan ibnu Al-Haitham, lahir di Basra (Iraq) tahun 965 M dan wafat di Kairo pada tahun 1039 M. Beliau adalah salah satu ilmuwan terkemuka di abad pertengahan, dan menulis lebih dari 200 karya ilmiah.

Walaupun memiliki kontribusi penting dalam bidang matematika, astronomi, pengobatan, dan kimia, prestasinya yang paling menonjol adalah dalam bidang fisika khususnya optik. Atas prestasinya itu beliau dikenal sebagai “bapak optik dan bapak metodologi penelitian ilmiah”.

Prinsip dasar kamera ditemukan oleh Al-Haitham dalam eksperimen di dalam sebuah kamar gelap (Al-Bayt Al-Muzlim) yang memiliki lubang kecil pada salah satu dindingnya. Suatu kali di luar kamar tersebut diletakkan 5 buah lentera di depan lubang kecil, ternyata kelima lentera itu diproyeksikan di dinding yang berlawanan secara terbalik. Ketika salah satu lentera itu dihalangi, salah satu bayangan lentera di dinding itu juga hilang.

Percobaan ini membuktikan cahaya bergerak lurus, beliau juga menyadari, walaupun lim sumber cahaya itu memasuki satu lubang yang sama, tetapi kelimanya tidak bercampur menjadi satu cahaya. Fakta ini mengilhami beliau mengenai cara kerja mata. Hingga saat itu orang-orang mempercayai ajaran Plato, bahwa mata memancarkan cahaya untuk memindai benda (extramission theory), tapi Al Hazen membuktikan sebaliknya, bahwa benda-bendalah yang memantulkan cahaya yang masuk dan tercermin di dalam mata. Percobaan di kamar gelap atau AlBayt Al-Muzlim tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa latin sebagai “camera obscura”, istilah itu pertama kali digunakan oleh Johannes Kepler (1571- 1630).

Percobaan-percobaan Ibnu Al Haitham tentang optik dijelaskan dalam karyanya yang berjudul Kitab Al-Manazir atau buku optik. Menurut Bradley Steffens dalam karyanya berjudul “Ibn al-Haytham: First Scientist” mengungkapkan bahwa Kitab AlManazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. Steffens juga menyatakan bahwa Al Haitham adalah ilmuwan pertama yang berhasil memproyeksikan seluruh gambar dari luar ruangan ke dalam gambar dengan kamera obscura. Hingga abad ke 16, seseorang harus benarbenar masuk ke dalam ruang gelap untuk bisa mengamati objek yang dipantulkan.

Semakin kecil lubang cahaya, bayangan yang dihasilkan semakin tajam. Kepler kemudian menambahkan lensa pada lubang cahaya dan membuat kamera obscura dalam bentuk tenda, sehingga bisa dipindah-pindah. Saat itu belum ada cara untuk menyimpan bayangan yang dihasilkan kamera obscura, kecuali dengan menjiplaknya secara manual. Baru pada tahun 1685, Johann Zahn menciptakan kamera obscura yang cukup kecil untuk digunakan sebagai alat bantu gambar portabel.

Kamera foto pertama yang bisa menggambarkan citra ke dalam sebuah media secara otomatis, diciptakan oleh Joseph Nicéphore Niépce pada tahun 1826. Media yang digunakannya adalah lempengan timah yang diolesi minyak khusus. Lempengan ini disimpan di dalam kamera obscura dan terpapar selama 8 jam oleh sinar matahari yang cerah. Kamera ini kemudian disempurnakan oleh Louis JM Daguerre dengan menggunakan media berupa lempengan berlapis perak. Kamera yang disebut Daguerreotype ini menjadi populer dan sering dipergunakan untuk mengambil gambar dari tokoh-tokoh terkenal. Percobaan demi percobaan terus dilakukan untuk menyempurnakan media penyimpanan foto.

Tahun 1881 Peter Houston menciptakan kamera roll film yang pertama. Tujuh tahun kemudian George Eastman mendirikan perusahaan Kodak dan mempopulerkan kamera roll film dengan harga terjangkau, sehingga menjadikan fotografi sebagai tren baru. Seiring dengan perkembangan teknologi, tahun 1975 ditemukanlah kamera digital pertama oleh Steven Sasson, seorang teknisi dari perusahaan Kodak.

Dengan ditemukannya kamera digital, dunia potret memotret pun kini menjadi sangat praktis dan mudah dilakukan oleh siapa saja. Begitulah penemuan kamera yang diawali dengan kamera obscura karya Al-Haitham yang mampu mengubah peradaban dunia. Ironisnya, seribu tahun setelah wafatnya ibnu Al-Haitham, Basra, kota kelahirannya sendiri, dihancurkan oleh Amerika dengan misil-misil Tomahawk yang dipandu melalui kamera. Ironis![Ishaak]

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *