Wednesday, July 22

Khilafah Jalan Menuju Kafah “amunisi pena sang juru bicara”

Hari gini nggak tahu Khilafah? Sayang bingiiiitt…. Padahal pembicaraan seputar sistem pemerintahan Islam  yang mulia ini sedang hits dimana-mana, baik yang mendukung maupun kontra. Segala daya dan tenaga sedang diupayakan untuk mengedukasi masyarakat biar paham Islam lebih dalam. Salah satu usaha satunya dengan terus menyuarakan ide khilafah sebagai solusi permasalahan umat ke tengah masyarakat.

Seperti yang kerap dilakukan oleh Ustadz Ismail Yusanto, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia ( Jubir HTI) yang terangkum dalam bukunya “Khilafah Jalan Menuju Kaffah”. Testimoni deras mengalir mengomentari isi buku ini. Tak kalah bikin greget, kata pengantar buku ini bahkan langsung ditorehkan Prof.Dr. Din Syamsuddin selaku Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

Ustadz Ismail Yusanto selaku jubir HTI tentu tak dapat dipisahkan dari ide sentral syariah dan khilafah. Maka sepak terjang dakwah beliau pun beriring berjalan antara ide dahsyat Khilafah dengan pergerakan organisasi ini. Tak heran, jika bab 1 buku ini memuat poin mengenal Hizbut Tahrir sebagai wadah politik di tengah umat yang lantang menyuarakan tegaknya khilafah.

Seperti apa kedudukan Hizbut Tahrir secara umum sebagai organisasi internasional maupun perkembangannya di wilayah Indonesia yang dikenal sebagai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Melangkah maju ke bab 2, kita diajak menelaah seperti apa sistem khilafah itu sebenarnya. Selama ini kesimpangsiuran seputar khilafah kerap menghiasi media massa. Tak sedikit yang bersikap antipati dan tidak adil dalam menilai.

Oleh karenanya urgen menilai khilafah dari definisinya secara syari dan  memperjuangkan tegak kembali sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan khulafar rasyidin. Buku ini membedah dengan gamblang dan sabar bagaimana wadah khilafah itu kelak berdiri di tengah kita, insyaallah. Namun sebelum membayangkan yang indah-indahnya, tentulah kita dihadapkan oleh persoalan bangsa yang sudah menumpuk banyaknya.

Dan bagaimanakah persoalan ini berdiri di hadapan konsep khilafah, buku ini memberikan pemaparannya. Jatuh bangunnya ide khilafah digulirkan terkait dengan respon umat dan tantangan zaman.  Bisa dibilang, buku ini isinya daging semua deh.

Artinya, tidak ada bagian yang tidak penting. Hampir semua sisi memiliki potensi yang selayaknya kita pahami, termasuk remaja islam yang unyu-unyu ini. Tak salah jika di bagian cover disematkan istilah “AMUNISI PENA” dari 10 tahun pergerakan sang juru bicara dalam percaturan politik islam di Indonesia bahkan dunia.  

Nah DRISEr, sayang banget deh kalau buku ini terlewatkan dari daftar buku favorit kamu. Bukunya tebal, padat informasi, penulisnya pun tidak diragukan sepak terjangnya. Jangan sampai kita lalai dan tidak ikut dalam perjuangan suci menegakkan Khilafah ala manhaj nubuwwah! Yuk! [Alga Biru]

Judul : Khilafah Jalan Menuju Kaffah
Penulis : M. Ismail Yusanto
Penerbit : Irtikaz
Jumlah Halaman : 404 halaman
Harga: Rp. 145.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *