Tuesday, July 14

Klik Bait : Jebakan judul Berita Online !

Semakin ramainya persaingan konten di ranah digital menjadikan beberapa pembuat konten mengambil jalan  pintas demi meraup traffic dan page view dari situs yang mereka miliki. Salah satu upaya mereka adalah membuat artikel dengan judul yang bernuansa clickbait alias pancingan buat nge-klik. Pernah ngalamin?  

Apa Itu Click Bait

The Oxford English Dictionary  mendefinisikan clickbait sebagai “konten di internet (media online) yang bertujuan utama menarik perhatian dan mendorong pengunjung untuk mengklik sebuah link halaman situs tertentu”. Berikut ini contoh-contoh berita media online berupa clickbait:

  • Ditetapkan Jadi Tersangka Pembangunan Stadion, YAS Berkomentar Begini (Tribun Jabar)
  • Jadi Tersangka Korupsi Stadion Gede Bage, Ini Komentar Sekretaris Dinas (Kompas)
  • Ridwan Kamil Copot Pejabat Ini karena Tersangkut Korupsi (Harian Aceh)
  • Ini Setumpuk Izin yang Dilanggar PT Summarecon (Inilah Koran)
  • Dituding Buruk Layani Pasien BPJS, Ini Jawaban RS Imanuel Lampung (Kompas

Isi berita dengan judul berupa clikbait umumnya berita yang tidak begitu penting, bahkan sudah basi, tidak aktual lagi, kurang menarik. Dengan cara dijadikan judul yang menjebak itulah isi berita terkesan menarik dan update! Sebenarnya clickbait bukan hal baru.

Click bait berasal dari media lama, bukan website, yaitu dari gaya penyiaran berita dan televisi yang disebut Tease.

Tease adalah ungkapan kalimat yang disampaikan presenter sebelum jeda iklan agar penonton/pendengar stay tune alias “tidak ke mana-mana”. Misalnya, “usai jeda iklan berikut ini, sejumlah informasi menarik lain akan hadir untuk Anda, jadi tetaplah bersama kami!”. Jangan Terjebak!

 Berselancar di dunia maya, pastinya  memakan waktu kita dan tentunya kuota. Pengennya, setiap waktu yang kita pakai untuk cari informasi online, sebanding dengan hasil yang didapat. Nggak buang waktu. Tapi gara-gara clickbait, banyak waktu kita tercuri. Apalagi kalo kitanya punya radar kepo yang sensitif. Alamat jadi bulan-bulanan judul clickbait.

Capek deh! Biar nggak jadi korban, sebaiknya kita tahu tahu beberapa hal terkait clickbait berikut:  

  • Judul heboh bin bombastis clickbait itu adalah “modus” media online untuk meningkatkan traffic atau pengunjung websitenya. Buat apa? Eits..bagi internet mareket traffic alias  kunjungan ke web itu ladang emas. Jumlah kunjungan adalah sumber utama pendapatan (income). Kalo webnya kebanjiran traffic, berarti bakal banyak yang tertarik untuk pasang iklan di webnya. Itu berarti, kebanjiran order juga. Tajir bro!
  • Clickbait biasanya digunakan untuk berita yang tidak menarik, basi, bukan hal baru, dan isi beritanya “biasa-biasa saja”, bahkan tidak ada info baru dalam berita itu. Nggak penting isi beritanya, yang penting judulnya bikin pembaca kepo. Itu!
  • Clickbait merupakan polusi di internet khususnya media sosial. Nyampah banget di timeline kita.  
  • Clickbait merusak masa depan jurnalistik karena menganiaya pembaca -manipulasi, bahkan “menipu”.
  • Jurnalistik yang baik menyampaikan informasi, bukan meminta (baca: mengemis) pembaca untuk mengklik link judul berita.
  • Clickbait menjadikan jurnalisme sebagai “tricking people into pushing buttons”.
  • Clickbait adalah persuasive headlines dan “judul iklan”. Setelah memahami clickbait yang merupakan praktik buruk jurnalistik tersebut, maka agar tidak berkembang, kita harus mengabaikannya. Jangan Klik Link Judul Berita yang Menjebak (Clickbait)!

. Jadi, bijaklah dalam berselancar di sosial media. Jaga waktu hemat kuota. Jangan sampai waktu dan kuota habis karena kepancing clickbait. [@Hafidz341]  

Ciri-Ciri Clickbait

Secara teknis, ada beberapa ciri yang bisa dikenali ketika judul tulisan Anda, atau media yang Anda baca, bisa jadi  merupakan jebakan klik:

· Menggunakan judul  mencengangkan/sensasional. Cara ini biasa ditempuh dengan memelintir judul sedemikian rupa semata-mata agar terkesan heboh, padahal kontennya biasa saja.  

· Judul yang tidak sesuai isi (misleading).

 ·Ketika ada berita berjudul “Begini Cara Memuaskan Wanita” yang memanfaatkan dorongan orientasi seksual pembaca, meski isinya hanya membahas tas, bioskop, dan gadget. Kena deh! · Menggunakan kata-kata bombastis.

Penggunaan kata-kata atau frasa tertentu seperti ‘Wow!’, ‘Heboh!’, atau ‘Jangan Baca Ini!’ termasuk kategori jebakan klik. Tidak jarang berita-berita “wow” tersebut sebenarnya berisi informasi yang biasa saja, tidak berdasar fakta, bahkan pandangan pribadi.

 · Mengundang minat segmen pembaca tertentu. Pernah membaca judul-judul artikel dengan bubuhan tanda-tanda ini: (18+), (Khusus Dewasa), atau (Yang Merokok Jangan Baca!)? Pada kenyataannya, artikel-artikel publik semacam ini tidak bisa mengatur siapa yang membaca dan apa yang dibacanya.

 · Judul dilebih-lebihkan. Cara ini termasuk yang paling sering digunakan; biasanya akrab dengan kata-kata seperti ‘tercantik’, ‘terkaya’, ‘paling’, semua kata superlatif. Di dalam isi artikelnya, “orang itu” tidak benar-benar paling cantik/kaya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *