Saturday, December 7

Majalah Drise Edisi 33 : Hedonisme Valentine day

Bagi remaja muslim kebanyakan, hari raya mereka bukan cuman idul fitri dan idul adha. Tapi juga di bulan  Januari dan februari. Ya, euforia yang biasanya gencar ditunjukkan generasi muda muslim menjelang hari raya Islam, juga keliatan banget menjelang tahun baru dan valentine days.

Nggak pake ribet, semua terhanyut oleh tayangan media yang menggiring remaja ikut perayaan tahun baru dan valentinan.  Prihatin deh ngeliat fakta remaja yang gampang kebawa oleh kehidupan pesta pora. Terutama dalam perayaan ‘hari besar’ yang dimeriahkan seluruh penduduk dunia. Lintas negara bahkan lintas agama. Menjelang pergantian kalender, remaja sibuk bikin rencana perayaan tahun baru yang unforgetable.

Hang out bareng berbekal petasan, kembang api, dan tentunya ditemani pujaan hati. Kini memasuki bulan Februari, remaja juga banyak yang sibuk berburu pernakpernik valentine. Gelisah kalo pas hari H nggak ngasih persembahan spesial buat  pacar.

Dari sekedar bingkisan cinta yang  dibungkus kertas kado merah muda bergambar hati hingga candle light dinner di  cafe bersama pujaan hati. Biar kata keuangannya masih disubsidi, pantang menyerah merengek ke ortu biar dapet uang lebih. Malah ada remaja yang bela-belain mencuri biar punya duit buat nraktir pacar dihari valentine. Waduh!

Apa Itu Hedonisme?

Perayaan hari kasih sayang yang identik  dengan pesta pora bin hura-hura menjadi media efektif untuk menanamkan virus hedonisme di kalangan remaja. Lantaran having fun seolah sudah menjadi bagian dari keseharian mereka. Padahal, virus hedonisme bakal bikin kehidupan remaja mati suri. Masa depan dunia akhiratnya suram tak berarti. Sayangnya, banyak remaja yang nggak ngeh dengan gaya hidup hedonis. Ikut aja kaya sapi kena hipnotis.

Catet nih penjelasannya!  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Sedangkan menurut kamus online wikipedia, hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan  yang menyakitkan. Seo rang penganut paham hedonisme akan melakukan halhal yang dianggapnya  menyenangkan seperti hidup dengan glamour, seks  bebas, clubbing, pesta pora. 

Kalo kita ulik dari sejarahnya, hedonisme adalah sebuah aliran filsafat Yunani yang dicetuskan oleh Aristipos dan Epikuros. Hedonisme bertujuan menghindari kesengsaraan dan penderitaan dengan menikmati kebahagiaan hidup duniawi sebanyak mungkin. Ketika kekaisaran Romawi menguasai Eropa dan Afrika, muncullah semboyan baru hedonisme, yaitu carpe diem, yang berarti ‘raihlah kenikmatan sebanyak mungkin selagi engkau hidup’. Sejak itu dalam hedonisme kebahagiaan dimaknai sebagai kenikmatan duniawi semata-mata.

Intinya, hedonisme berarti menjadikan kesenangan dan kenikmatan dunia sebagai tujuan hidup yang utama. Bagi para penganut paham ini, kehidupannya dijejali oleh kegiatan senang-senang, pesta-pora bin hurahura, seks bebas, atau hingar-bingar konser  musik. Perduli amat dengan pandangan orang  lain. Yang dipikirin cuman kebahagiaan dirinya  sendiri aja. Apapun kata orang, yang penting  happy! 

Generasi Pemuja Syahwat

Remaja penganut hedonisme hidup dalam kendali hawa nafsu. Apa pun yang dikerjain, tujuannya untuk mengejar kesenangan dunia. Euforia dalam perayaan valentine days pastinya nggak lepas dari jeratan hawa nafsu. Tanda cinta  hari kasih sayang cuman kedok untuk menutupi akal bulusnya. Padahal isi kepalanya udah dijejali rencana ekspresi cinta yang mengarah pada perilaku seks bebas. Bilangnya cinta suci pada si doi, nggak tahunya yang diumbar nafsu hewani. Jijay deh! Inilah sepenggal kisah seorang gadis yang telah kehilangan keperawannnya usai merayakan Valentine’s Day tahun 2010 lalu.

Sebut saja Bunga (15), warga Kampung Simpar Kabupaten Subang, yang diperkosa oleh empat remaja. Peristiwa yang menimpa siswi kelas II SMP di Subang itu, terjadi saat korban berencana merayakan Valentine Day bersama pacarnya. Setelah dipaksa pacarnya menenggak miras, korban merasakan pusing  kepala. Kondisi seperti itu rupanya malah dimanfaatkan pacar dan teman-temannya yang ikut merayakan valentine untuk melampiaskan nafsu hewannya. Setelah puas mereka langsung pergi dan membiarkan korban tergeletak di pinggir gang. Tahun 2013, fenomena sex on valentine malah kian tak tak terkendali.

Seperti kejadian di kota pahlawan. Remaja di Surabaya dan sekitarnya sudah salah  kaprah memaknai hari kasih sayang (valentine day) yang dirayakan, Kamis (14/2/13). Berdalih membuktikan cinta, mereka malah ‘menghalalkan’ seks bebas. Buktinya, belasan pasangan mesum di Jombang dan Bojonegoro berhasil diciduk aparat. Pelakunya mulai mahasiswa, guru hingga pegawani negeri sipil (PNS). Sementara sejumlah hotel kelas melati atau hotel short time di Surabaya sudah dipenuhi pasangan tak resmi.

Tak terkecuali pasangan muda-mudi yang masih bau kencur. Tak ada filter di hotel yang melayani check in per enam jam ini. Ironisnya lagi, penjualan kondom di beberapa mini market mengalami kenaikan. (suaralamongan.blogspot.com/2013/02). Yang mengejutkan, temuan Yayasan Hotline Pendidikan. Sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan ini menemukan sebanyak 20% pelajar Surabaya yang hamil sebelum nikah, ternyata melakukan hubungan seks ketika perayaan valentines day.

Ini dibenarkan Isa Ansori, Ketua Yayasan Hotline Pendidikan. Ia menjelaskan selama tahun 2012 lalu, yayasan yang dia pimpin menerima sebanyak 84 kasus pelajar SMP hingga SMA di Surabaya yang mengalami hamil sebelum nikah.

Dari jumlah itu, kata Isa, sekitar 15 anak mengaku berhubungan saat valentine day. “Mereka  ngakunya hanya sekali saja berhubungan saat merayakan valentine day dan langsung hamil,” (idem). Perayaan valentine days yang jorjoran dikampanyekan media massa turut membidani lahirnya generasi pemuja syahwat.

Perayaan VD dengan pacar seolah menjadi legalisasi remaja untuk mengekpresikan cinta sesuai petunjuk setan. Dari sekedar jalan bareng, dilanjut kissing, necking, petting, hingga intercourse alias tidur bareng. Naudzubillah! Masihkah kita berdiam diri dengan gencarnya perayaan VD?

Jauhi VD, Ikut Ngaji!

Gencarnya serangan pemikiran dan budaya yang menggempur remaja tak lagi terelakkan. Remaja muslim udah kaya cemilan aja yang dihidangkan di hadapan anak kost yang kelaparan. Dicomot dari segala arah sampe ludes tak bersisa. Sehingga remaja muslim kehilangan jati dirinya. Nggak kenal lagi dengan identitasnya sebagai muslim. Cara berpikir dan berperilakunya udah berkiblat pada kehidupan masyarakat barat yang sekuler.  

Perayaan valentine days seolah lumrah. No hard feeling. Meski udah jelas bukan budaya muslim, tetep aja dijabanin lantaran provokasi media yang menganggapnya biasa. Ditambah lagi sohibnya pada ngajakin. Kayanya kuper kalo nggak ikut ngerayain. Padahal, kalo remaja muslim terhanyut dalam gelombang kehidupan hedonis, bisa-bisa masa depan Islam tinggal batu nisan. Kebangkitan Islam di tangan para pemuda islam tinggal angan-angan. Ngenes! Karenanya masalah remaja nggak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi oleh mata kaki. Negara harus segera bergerak menyelamatkan remaja. Benahin deh tuh aturan tayangan media yang dijejali oleh acara gak jelas.

Joget sepanjang hari, banyolan gak bermutu, lawakan slapstik, sinetron pengumbar syahwat, talent search yang menjadi jalan pintas meraih popularitas hingga hingar-bingar pesta musik yang menghanyutkan remaja dalam kesenangan dunia. Jangan tunggu teguran KPAI atau  gebrakan dari ormas Islam untuk mencekal tayangan bengal.

Kewajiban negara untuk menjaga akidah dan mental rakyatnya dari sumber informasi menyesatkan seperti tayangan liberal yang memadati siaran televisi.  Lebih joss lagi kalo nggak cuman tayangan media yang dibenahi. Kebijakan pemerintahnya juga sekalian dipermak. Aturan sekuler dalam balutan demokrasi, bikin negara nggak punya nyali. Mau aja diatur oleh negara adidaya untuk meliberalisasi sumber daya alam dan dipaksa ngutang ke lembaga keuangan dunia. Akibatnya, kas negara tekor setiap tahun diporotin utang riba. Subsidi rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan migas dicabut. Hasilnya, kualitas SDM merosot.

Setiap tahun lahir pelajar sekuler bin materialis dengan minim skill tapi maksi gengsi. Inilah yang menjadi sasaran empuk terjangkiti virus hedonis.  Masyarakat juga mesti ikut ambil bagian. Perilaku remaja yang nyeleneh nggak boleh didiemin aja. Kemaksiatan mesti dicegah dengan dakwah. Lantaran, akibatnya bukan cuman mereka yang rasain. Masyarakat juga bakal kena batunya. Rasul mengingatkan,

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orangorang tertentu, hingga masyarakat umum melihat kemunkaran di hadapan mereka  sedang mereka mampu mengingkarinya  tapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka  berbuat demikian, maka  Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu.” [HR.  Ahmad dan Ath-Thabrani, dalam Al-Awsath]

Nah buat remaja en remaji, biar nggak  jadi korban sapuan gelombang hedonis, perkuat benteng pertahanan kita. Virus hedonis akan menjangkiti remaja yang lemah iman. Remaja yang cuman mikirin mikirin diri sendiri sepanjang hidupnya. Remaja yang maunya hidup senang, nggak mau ribet, dan serba boleh ngapain aja. Cara memperkuat benteng pertahanan kita dengan mengenal Islam lebih dalam. Mesti ada anti virus yang akan melawan pemikiran liberal yang sesat. Biar nggak latah ngikutin budaya sekuler barat dan ritual keyakinan orang kafir.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (QS. Al Isra’ : 36).

Driser, sejatinya kita hidup untuk beribadah. Bukan cuman shalat, puasa, zakat atau pergi haji. Tapi mencakup setiap aktifitas kita dalam keseharian. Belajar, bekerja, berteman, dan berdakwah akan menjadi ibadah kalo niatnya ikhlas dan caranya ngikutin teladan Rasul saw. Kenapa kita mesti ngotot pake aturan Islam dalam sehari-hari? Lantaran kebahagiaan hidup paling mentok seorang muslim adalah ketika ridho Allah selalu menyertai. Selamat di dunia, aman di akhirat. Dan bisa menangkal virus hedonis yang menjadikan kesenangan materi dan kenikmatan dunia sebagai tujuan hidup utama. So, jauhi ViDi, ikut ngaji. Yuk! [341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *