Sunday, December 8

Majalah Drise Edisi 36 Cewek cenat cenut (kemuliaan wanita dalam islam)

kemuliaan wanita dalam islam Gliat kaum hawa tak ayal selalu menyita perhatian media. Jumlahnya yang melebihi kaum adam, so pasti banyak ditemui di dunia nyata  maupun dunia maya dengan segudang tingkahnya yang menarik. Apalagi pihak media paling getol nyari berita yang berkaitan dengan sensasi wanita. Pasti laku dijual dan layak jadi headline media massa.

Sialnya, cerita perempuan yang naik ke permukaan, lebih banyak mengurai air mata. Ada berita TKW yang disiksa, pelecehan seksual di ibukota, atau korban kekerasan rumah tangga. Fisiknya yang lemah, seolah menakdirkan perempuan jadi objek penderita. Masa sih? Bisa jadi…bisa jadi..! lantaran dari dulu, tiap bangsa seolah punya kesepatakan yang sama dengan memandang sebelah mata terhadap wanita.

Kalo kita tengok sejarah, pada masa peradaban Roma, kedudukan wanita disamain dengan barang dagangan. Bebas diperjualbelikan sebagai pemuas nafsu syahwat laki-laki.  Mereka menganggap perempuan yang lemah itu nggak produktif. Cuman jadi beban kaum laki-laki aja.

Prof  Will Durrant bilang “..Proses kelahiran menjadi suatu perkara yang mendebarkan di Roma. Jika anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat atau berjenis kelamin perempuan, sang Ayah diperbolehkan oleh adat untuk membunuhnya”.  Waduh! Sementara dalam peradaban Yunani, tempat wanita di kasta ketiga (status sosial paling rendah) dalam masyarakat. 

Karena orang Yunani menilai wanita sebagai makhluk yang tidak berarti dan nggak bakal dikasihi ama dewa. Saking rendahnya, seorang Hippolytus ngomong kasar pada Tuhannya.  “Wahai Zeus, apakah engkau kemasukan setan ketika menimpakan kemalangan kepada kami dengan mendatangkan kaum perempuan di tengah-tengah kaum lelaki?” Deeu..segitunya? Dalam agama Hindu, seorang istri mesti nurut abis bak kerbau dicocok hidungnya terhadap suami.

Wanita nggak punya hak atas kehidupan pribadinya. Seperti dijelaskan dalam buku tentang aturan keagamaan sansekerta kuno, Draramasastra. Sementara agama Nasrani juga memandang wanita nggak jauh beda. Menurut Encyclopedia Britannica “Sejak awal, lembaga gereja telah menempatkan kaum perempuan dalam posisi yang rendah”. Kasian banget ya nasib kaum hawa. Zaman dulu selalu jadi objek penderita. Gimana nasibnya di era modern ya?

Pelecehan Perempuan di Sekitar Kita

Memasuki peradaban modern,  ternyata nasib kaum wanita masih gelap bin  kelabu. Segelap jaman jahiliyah dulu. Prostitusi dan pornografi plus pornoaksi yang jelas-jelas merendahkan martabat wanita malah dilegalisasi. Para aktivisnya pun berlindung dibalik profesi pekerja seni atau Pekerja Seks Komersil. Belon lagi fenomena aborsi akibat gaya hidup seks bebas yang mengancam kehidupan wanita dan janin  yang dikandungnya. Nggak ketinggalan kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual di tempat kerja yang sering menimpa wanita jadi langganan berita.  Yang lebih parah, ketika kaum hawa kehilangan harga dirinya. Upayanya untuk menepis anggapan sebagai makhluk lemah, malah menjerumuskannya dalam gaya hidup yang menginjak-injak martabatnya. Berikut beberapa gaya hidup kaum hawa yang terekspos oleh media. Yuk simak!

1. Cewek cabe-cabean. Fenomena kehadiran cewek cabecabean banyak diberitakan media. Tingkah  polahnya yang nakal dan liar tentu bikin gak  nyaman penduduk sekitar. Usia mereka yang  masih belia dihabiskan untuk bersenangsenang menggoda lawan jenisnya. Kesan  genit dan seksi seolah jadi bagian dari setiap  penampilannya.

Atasan tank top dan bawahan hot pants jadi busana kebangsaannya. Satu sama lain berlombalomba mengumbar aurat dan berperilaku  alay. Biar cowok-cowok pada melongo dan ngiler ngelamun jorok. Demi laki-laki, sampe rela ‘menjual diri’. Ngenes!

2. Cewek selfish. Cewek selfish doyannya foto-foto sendiri pake smartphone. Sesuai dengan sifatnya yang cinta banget ama diri sendiri, gak kenal tempat dan waktu asyik aja dengan dunianya sendiri. Berfoto dengan berbagai pose dan penampilan.

Gak papa sih kalo mau narsis untuk konsumsi pribadi. Masalahnya, cewek selfish suka banget mengupload foto selfishnya yang sok imut di sosial media. Dari yang wajar sampe yang terkesan exhibisionist. Berpose dengan menonjolkan daya tarik seksualnya demi menuai pujian dari cowok gatelan. Merendahkan harga diri, demi sebuah sensasi. Waduh!

3. Tukang asongan cantik. Tukang asongan yang biasa nawarin rokok di perempatan lampu merah sepertinya bakal dapat saingan. Lantaran belakangan banyak ditemui tukang asongan rokok cantik yang turun ke jalan.

Ya, SPG rokok yang biasanya cuman nawarin produknya di pameran atau stand pusat perbelanjaan, kini banyak bekeliaran di perkantoran dan pusat keramaian. Dengan seragam seksi, cewek-cewek bening ini aktif menawarkan sebungkus rokok kelas kakap ke karyawan,  06 tukang jualan, atau siapa saja yang ditemuinya. Rayuannya yang menggoda kaum pria jadi senjata andalannya demi mengejar target penjualan.   

4. Caleg perempuan minim pengalaman. Kursi di gedung senayan banyak diperebukan menjelang pemilu legislatif mendatang. Dari masyarakat bawah hingga  kalangan selebritis yang biasa hidup wah juga pengen ngerasain empuknya kursi legislatif.

Jatah 30% anggota legislatif perempuan banyak dimanfaatkan artis idola dan cewek belia untuk ambil bagian. Meski karir politiknya pas-pasan, yang penting bisa jadi anggota dewan. Kesan asal comot caleg perempuan yang dilakukan parpol untuk memenuhi kuota terlihat dari kapasitas calegnya yang buta politik. Kebanyakan bermodal popularitas atau kecantikan, giliran ditanya visi dan misi jika terpilih pada gelagapan.  

5. Cewek dan lingkaran korupsi. Kasus korupsi yang terjadi di negeri ini seringkali melibatkan kaum hawa. Mulai dari anggota Dewan yang terlibat langsung hingga  cewek-cewek cantik dan selebriti yang kena seret lantaran ikut ‘menikmati’ uang hasil korupsi. Seperti kasus Tb.

Chaeri Wardana alias Wawan yang mengalirkan uang hasil korupsinya ke beberapa selebriti di balik bisnis production house sebagai kedoknya. Begitu juga dengan berbagai kasus skandal anggota dewan dengan cewek panggilan sebagai gratifikasi seks biar kejahatan korupsinya berjalan mulus. Parah!

Driser, beberapa fakta di atas yang terkait dengan kondisi kaum hawa pantas bikin kepala cenat-cenut mikirinnya. Gimana nggak, wanita yang sejatinya punya kedudukan mulia malah banyak yang terhanyut dalam gaya hidup sekuler dengan ‘menjual’ harga dirinya demi materi. Semuanya berlombalomba untuk eksis semampunya. Dari kelas  bawah model cabe-cabean hingga kelas atas  yang ikut audisi anggota dewan. Duuh.. bener-bener bikin cenat-cenut mikirinnya.  Gimana nasibnya bangsa ini kalo wanita yang  jadi tulang punggung peradaban malah terhanyut dalam gaya hidup hedonis. Miris!

Janji Manis Kaum Feminis

Siapa sih yang betah hidup tertindas? Dipandang sebelah mata? Dinjak-injak martabatnya? Pastinya nggak ada dong. Kucing aja bakal berteriak kalo buntutnya nggak sengaja kita injak. Gitu juga dengan kaum perempuan. Meski wanita dikenal akan kelembutannya, bukan berarti mereka nggak punya kekuatan untuk berontak.

Yap, itulah yang pengen ditunjukkin oleh aktivis feminisme. Bergerak melawan dominasi lakilaki. Tapi nggak pake acara tomboytomboyan lho.  Feminisme menurut kamus wikipedia online berati suatu gerakan perempuan yang menuntut kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Aktivisnya disebut feminis. Feminisme pertama kali lahir di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet.

Mereka bikin Perkumpulan perempuan pertama di Middelburg, sebuah kota di selatan Belanda  pada tahun 1785 yang memperjuangkan kesamaan hak perempuan. Soalnya waktu itu, kaum perempuan (feminin) dirugikan oleh kaum laki-laki (maskulin) di semua bidang. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, politik, sampe agama. Gimana nggak bete coba. Dalam perjalanannya, gerakan feminisme banyak melahirkan aliran-aliran baru. Ada feminisme liberal, radikal, post modern, marxis, sosialis, hingga postkolonial.

Masing-masing aliran ini punya ciri khas dalam kegiatannya. Ada yang menuntut kebebasan total bagi perempuan (liberal); memperjuangkan hak pribadi perempuan termasuk lesbianisme (radikal); penyetaraan gender (post modern); menghancurkan dominasi laki dalam kursi pemerintahan (anarkis); anti kapitalisme (marxis); menghapusken ‘kepemilikan’ pria atas perempuan (sosialis); menggugat penjajahan fisik yang bikin kaum perempuan di dunia ketiga hidup nelangsa (post kolonial).  

Nikmati aja kalo kamu mengernyitkan dahi ngunyah bahasan feminisme ini. Yang penting kamu tahu. Soalnya, hari gini feminisme nongol ke permukaan dengan penampilan yang menawan. Dalam kesehariannya, para feminis getol menyuarakan ide-ide emansipasi agar perbedaan jenis kelamin nggak dijadikan alasan untuk melecehkan perempuan. Kalo laki bisa jadi presiden, perempuan juga dong. Kalo cowok bisa berlagak di panggung politik, cewek juga harus punya kesempatan yang sama. Kalo pria boleh poligami, mestinya perempuan juga boleh poliandri. Nah lho? Emangnya kucing!

Be Carefull Sis!

Driser, kita turut prihatin dengan nasib perempuan yang hidupnya sering jadi bulanbulanan. Seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga yang gencar menghiasi layar  kaca. Siapa sih yang nggak terusik dengan  berita-berita menyedihkan itu. Cuman masalahnya, apa bener gerakan feminisme  layak kita jadikan kendaraan buat  memperbaiki hidup kaum hawa? Atau kamu  yang cewek ngerasa ‘kurang beruntung’  dilahirkan sebagai wanita? Hmm… kayanya  kita mesti jeli nih. Coba tengok, dari sejarahnya udah keliatan kalo gerakan feminisme lahir dan berkembang di Eropa yang hidup dengan prinsip sekuler.

Nggak ngasih ruang bagi aturan agama dalam kesehariannya. Otomatis, standar yang mereka pake  dalam perjuangannya adalah untung rugi dalam kacamata manusia. Jauh dari pertimbangan akherat. Hasilnya, mereka bakal ngotot untuk melabrak setiap aturan yang dianggap bisa merendahkan wanita. Termasuk aturan Islam. Nah lho? Feminisme menganggap banyak aturan Islam yang berat sebelah terhadap perempuan.

Soalnya, Islam cuman ngasih  08 kesempatan ama laki-laki untuk duduk di kursi kepemimpinan negara. Kewajiban wanita untuk taat pada suami dan menjalani perannya sebagai Ibu sekaligus pengurus rumah tangga dinilai memasung produktifitas kaum hawa. Pada akhirnya, feminisme getol mengajak muslimah untuk keluar dari kerangkeng aturan Islam, hidup bebas sesuai keinginannya, dan melepaskan ketergantungannya pada pria.

Waduh bahaya tuh! Padahal, banyaknya penindasan terhadap kaum hawa justru akibat sistem kapitalis sekuler yang ngatur hidup kita. Bukan lantaran aturan Islam yang sangat memuliakan wanita. Kalo aturan Islam diterapkan dalam bingkai Daulah Khilafah, niscaya kehidupan wanita terjamin dunia akherat.

Seperti pengakuan seorang Anna Rued, penulis buku—Eastern Mail.  ia menyebutkan “Kita harus iri kepada bangsabangsa Arab yang telah mendudukkan  wanita pada tempatnya yang aman. Dimana hal itu jauh berbeda dengan keadaan di negeri ini (Inggris) yang membiarkan para gadisnya bekerja bersama laki-laki di kilangkilang minyak—yang tidak saja menyalahi  kodrat—tetapi bisa menghancurkan kehormatannya.” 

Satu lagi yang mesti kita inget baikbaik. Kalo perlu, dicatat dalam reminder  smartphone. Biar nggak lupa. Allah swt nggak  akan menjebloskan kita ke neraka cuman  karena kita wanita. Asli, nggak bo’ong. Karena jenis kelamin itu kodrat, udah dari sononya sesuai kehendak Allah. Jadi, buat yang cewek nggak usah ngiri ya ama cowok. Justru mesti bersyukur dilahirkan sebagai makhluk cantik yang dimuliakan Allah swt dan Rasul-Nya. Allah swt berfirman:  

 “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah Allah berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa`: 32)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Seorang wanita datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Ya Rasulullah, bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan, dan persaksian dua orang wanita sebanding dengan persaksian seorang laki-laki.

 Apakah dalam perkara amalan kami juga demikian? Jika ada seorang wanita berbuat kebaikan hanyalah dicatat untuknya separuh dari kebaikan tersebut?” Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan ayat: “Janganlah kamu iri terhadap karunia yang telah Allah berikan berikan bagi sebagian kamu atas sebagian yang lain.” Sesungguhnya ini adalah keadilan dari-Ku dan Aku yang membuatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/462)

So, buat driser cewek yang cantik bin imut hati-hati ya dengan ide feminis. Jangan mau dikibulin harus eksis, narsis bin selfish  biar setara dengan anak cowok. Itu cuman akal-akalan musuh Islam biar remaji muslim terjerumus dalam gaya hidup hedonis yang bikin masa depan dunia akhirat kita suram. Secara gitu lho, cewek dan cowok udah dari sononya lahir dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Nggak usah minder dengan perbedaan jenis kelamin atau paras yang pas-pasan. Yakin deh, Allah nggak menilai kita dari penampilan fisik. Tapi ketakwaan. Rasul saw bersabda:  “Sesungguhnya Allah tidak memandang rupa/fisik dan harta kalian, tetapi Allah memandang hati dan amal kalian.” [HR. Muslim] Allah swt juga berfirman: “Sesungguhnya orang yang paling  mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).

Cara pandang masyarakat yang merendahkan wanita emang mesti diubah. Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga emang kudu dilawan. Sikap  diskriminasi yang dialami wanita di luar rumah juga wajib dihilangkan.

Untuk itu, ayo kita sama-sama perjuangkan hak wanita dengan getol mengkampanyekan penerapan syariah Islam oleh negara yang akan menjaga, melindungi, dan memuliakan wanita dan kehidupannya. Biar cewek cenatcenut pada cabut. Mulia bersama  Islam. Yuk![341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *