Wednesday, July 1

Majalah Drise edisi 58 : Ramadhan Optimizer

Ramadhan kehadirannya selalu dinanti jutaan umat islam  sedunia. Pahalanya yang diobral habis- habisan bikin bulan suci ini selalu istimewa. Makanya sayang ketika kita dikasih kesempatan untuk tetap bernapas hingga ramadhan tiba, tapi gak ada perubahan  kaya ramadhan-ramadhan sebelumnya.

Coba simak cuplikan khotbah Rasulullah SAW menjelang bulan Ramadhan yang diriwayatkan Imam Ali R.A. “Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah, bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hariharinya adalah hari-hari yang paling utama, malam-malam di bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama, jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

 “Lalu Amirulmukminin Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: ‘Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini.’ Rasul yang mulia menjawab, ‘Ya Abul Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah SWT”

 “Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rab-mu dengan hati yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan saum dan membaca kitab-Nya. Sungguh celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. _

“Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, dia akan berhasil melewati shiraatalmustaqim, pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orangorang yang dimiliki tangan kanannya dan membantunya di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya di hari kiamat. “Barang siapa yang menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murkanya pada hari dia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya di hari berjumpa denganNya, dan barang siapa yang menyambungkan tali silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya  pada hari dia berjumpa dengan-Nya. Dan barang siapa yang memutuskan silaturahmi  di bulan ini, Allah akan memutuskan dia dari rahmat-Nya. “Siapa yang melakukan salat sunat di bulan Ramadhan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa yang melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti 70 salat fardu di bulan yang lain.

 “Barang siapa yang memperbanyak salawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain.

“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkan-nya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup maka mohonkanlah kepada Rab-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar mereka tidak pernah lagi menguasaimu.

Tuh kan, banyak banget amal sholeh yang berbuah pahala berlipat di bulan ramadhan. Pertanyaannya, gimana ramadhan kamu, apakah termasuk salah satu type remaja di bawah ini?

Tiga Type Remaja Ramadhan

Suatu hari disebuah kerajaan  islam, raja mengumpulkan tiga prajurit pilihannya. Raja membagikan tiga buah kantong besar kepada masing-masing prajurit dan memerintahkan mereka agar mengisinya dengan makanan dan buahbuahan pilihan. Tiga prajurit itu bergegas  pergi untuk memenuhi apa yang diperintahkan sang raja. Prajurit yang pertama merasa heran dengan apa yang diperintahkan raja.

” Ah, buat apa aku capek-capek mencari makanan dan buah-buahan untuk memenuhi kantong ini. Di kerajaan kan sudah banyak makanan dan buah-buahan. Lebih baik aku isi kantong ini dengan rumput dan daun. Toh nanti raja juga tidak akan membuka kantong ini dan menanyakan isinya”, gumamnya. Lalu prajurit ini pergi ke alun-alun kerajaan dan memenuhi kantong yang dibawanya dengan rumput dan sampah. Beres!

Prajurit yang kedua dengan setengah hati melakukan perintah rajanya. Kantong yang dibawanya sebagian diisi dengan makanan dan buah-buahan yang terjatuh yang sudah busuk dan sisa makan kelelawar. Sebagian lagi diisi dengan rumput dan daun-daun kering agar kantong yang dibawanya kelihatan penuh. Prajurit yang ketiga dengan sungguh-sungguh berusaha menjalankan perintah raja. Lalu ia pergi ke hutan untuk mencari buah-buahan pilihan dan masih segar. Ia memanjat pohon untuk mengambil buah terbaik yang masih segar dan ranum.

Meski harus disengat lebah dan dikerubutin semut merah, ia berusaha tunaikan amanah sebaik mungkin. Pada hari yang ditentukan tiga prajurit ini menghadap sang raja. Bener aja, raja cuman ngeliat kantong yang dibawa tiga prajuritnya telah terisi penuh dan nggak kepo untuk cari tahu apa isinya. Raja lalu memerintahkan masing-masing prajurit untuk memakan hasil pencariannya. Sekarang.

Zonk..!!! kebayang dong gimana mimik wajah masing-masing prajurit. Prajurit yang ketiga mungkin nggak masalah karena dia telah mengisi kantongnya penuh dengan makanan dan buah-buahan segar. Lahap lah dia makan. Prajurit yang kedua sedikit menyesal karena dia harus makan buah-buahan yang busuk dan sisa kelelawar.

Weks…! Dan yang paling menyesal adalah prajurit yang pertama. Dia harus memaksa dirinya menikmati rumput dan sampah yang dikumpulkannya. Hueks..!!! Sahabat, kisah raja dan prajurit di atas mengingatkan kita tentang keseharian remaja di bulan Ramadhan. Perintah sang raja adalah ayat Allah yang mewajibkan shaum ramadhan. Sementara para prajurit adalah hamba-Nya termasuk kita selaku remaja yang terkena kewajiban puasa.

Kantong yang diberikan Raja adalah umur / usia manusia di dunia. Dan hari pengumpulan itu adalah yaumul hisab remaja muslim yang maksimalis. Selalu teringat khutbah Rasul saw di atas dan berusaha memberikan yang terbaik untuk mengisi keseharian Ramadhan yang setahun sekali datangnya.  Prajurit yang kedua adalah remaja muslim yang minimalis. Kewajiban yang penting terlaksana nggak meski berikan yang terbaik. Apalagi sampai ngotot dengan amalan sunah. Pikirnya, yang wajib aja udah alhamdulillah.

Tambahan pahalanya, kapan-kapan aja. Waktunya habis untuk kegiatan yang minim manfaat meski bukan maksiat.  Sementara prajurit yang pertama adalah muslim yang formalitas. Apapun yang dikerjainnya selama ramadhan, biar diliat orang bagus. Ceritanya ikut sahur, tapi giliran siang ketika terik membakar kulit, mampir ke warung remang-remang dengan sembunyi-sembunyi untuk sekedar melepas dahaga. Shalat tarawihnya juga unik, cukup awal dan akhir aja. Tengahtengahnya mundur teratur dari barisan. Terus gabung kembali nongol pas shalat witir. 

Driser, kita punya pilihan mau jadi prajurit yang mana selama jalanin ramadhan. Apapun pilihannya, masingmasing ada itungannya. Dan hasilnya bakal kembali sama kita juga nanti di akhirat.  Kita sekedar ngingetin aja, kalo jadi prajurit  yang pertama alamat nyesel poll di yaumul hisab nanti. Kantong pahalanya kosong  melongpong dan kantong dosanya full. Bisa-bisa mendekam di neraka lebih lama. Ngeri! Sementara kalo jadi prajurit yang kedua, dijamin galau tingkat dewa. Lantaran kantong pahala dan kantong dosanya imbang atau malah tipis selisihnya kebanyakan dosa. Merasa cukup dengan tunaikan puasa ramadhan aja.

Tapi untuk kewajiban dakwah atau nutup aurat sempurna lewat semuanya. Apalagi ibadah sunah, nggak dilirik. Di akhirat cuman ngisep jempol ngeliat muslim yang lain masuk surga lebih cepat sementara dirinya harus dibilas dulu di neraka. Ngiler dot kom! Kalo kita mau meraih keberkahan ramadhan, jadilah prajurit yang ketiga, remaja muslim maksimalis.

Mungpung Allah ngasih kesempatan kita menikmati bulan mulia. Jadikan ajang untuk memanen pahala mengikis dosa. Mulailah belajar mengerjakan aktivitas sesuai status hukumnya. Yang wajib segera dilaksanakan. Yang sunnah dimaksimalkan. Yang makruh dikurangi. Yang haram langsung ditinggalkan. Dan yang mubah pilih yang berbuah pahala. Dengan begitu, waktu akan membantumu memenuhi kantong pahala selama hidup di dunia. Bukan malah membunuhmu dengan kegiatan yang minim manfaat, cenderung maksiat dan berbuah dosa. Nggak lah yauw..!

Ramadhan Optimizer

Agar ramadhan yang kita jalani  tahun ini lebih bernilai, kita harus membiasakan ngerjain amaliyah yang bisa menjadi ladang pahala berlimpah seperti yang  dicontohkan Rasulullah saw di bulan Ramadhan:

1. Berinteraksi dengan Al Quran Ramadhan adalah bulan  diturunkannya Al Quran (QS.2:185) untuk menjadi pedoman manusia dari segala macam aktifitasnya di dunia. Rasul lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az Zuhri pernah berkata : “Apabila datang Ramadhan maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al Quran.” . Target khatam 30 juz ya!

2. Qiyam Ramadhan (Shalat Terawih) Ibadah yang sangat ditekan  Rasulullah saw di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan shalat malam atau yang biasa dikenal dengan shalat tarawih. Rasulullah bersabda: “ Barang siapa yang melakukan qiyam Romadon dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘aliahi) nggak pake bolong ya!

3.  Memperbanyak Dzikir, Do’a dan Istighfar Bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan dimana kebaikan pahalanya dilipatgandakan, oleh karena itu jangan membiarkan waktu sia-sia tanpa aktifitas yang berarti. Diantara aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan dilakukan oleh umat Islam adalah memperbanyak dzikir, do’a dan istighfar. Bahkan do’a orang-orang yang berpuasa sangat mustajab, maka perbanyaklah berdo’a untuk kebaikan dirinya dan umat Islam yang lain, khususnya yang sedang ditimpa kesulitan dan musibah.

4. Shadaqah, Infak dan Zakat Dalam sebuah hadits disebutkan :  “Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan” (HR Al Baihaqi, Al Khatib dan At Tirmidzi) Dan salah satu bentuk shodaqoh yang dianjurkan adalah memberikan ifthor (santapan berbuka puasa) kepada orangorang yang berpuasa. Seperti sabda beliau: “Barangsiapa yang memberi ifthor kepada  orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

5. Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya Bulan Ramadhan adalah saat yang  paling baik untuk menuntut ilmu ke-Islaman dan mendalaminya. Banyak kegiatan keislaman dan biasanya semangat mengaji sedang menggelora. Sambut dan manfaatkan untuk mengenal islam lebih dalam.  

6. I’tikaf I’tikaf adalah puncak ibadah di  bulan Ramadhan. Dan I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid taqqarrub kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala aktifitas keduniaan. Dan inilah sunnah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan Ramadhan, disebutkan dalam hadits : “ Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR Bukhari dan Muslim).

7. Mencari Lailatul Qadar Lailatul Qadar (malam kemuliaan)  merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam melalui Rasulnya saw. Malam ini nilainya lebih baik dari seribu bulan biasa. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Malam kemuliaan itu waktunya dirahasiakan Allah swt.

Oleh karena itu  Rasulullah saw menganjurkan untuk mencarinya di 10 maam terakhir sambil itikaf.  Nah driser, udah kebayang khan apa yang mesti dilakukan untuk mengoptimalkan ramadhan. Mari kita sama-sama berlomba dalam berburu pahala dan kebaikan selama bulan Ramadhan untuk meraih predikat takwa. Jadilah muslim maximizer. Yuk ah derr..! [341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *