Tuesday, July 28

MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI

Agustus identik  dengan bulan perjuangan. Apalagi kalo ingat tanggal 17-nya, so pasti memori kita akan membuka kisah perjuangan para pahlawan Ibu Pertiwi untuk meraih kemerdekaannya. Itu dulu ketika bule kompeni menjajah negeri kita. Gimana kalo sekarang? Seringkali jadi pertanyaan secara, apa negara kita udah benar-benar merdeka? Bukannya meragukan pembacaan proklamasi oleh presiden pertama kita.

Cuman heran aja. Katanya udah merdeka tapi sumber kekayaan alam kita banyak dikuasai investor asing, kebijakan pemerintah menguntungkan konglomerat dan bikin hidup rakyat makin melarat.  Untuk itu, kita pengen tahu apa  pendapat driser tentang kemerdekaan hakiki terkait dengan negeri kita tercinta. Yuk simak! Makna kemerdekaan bagi sy BEBAS.

Bebas dari segalanya,  terutama bebas dari  penghambaan dari manusia.  Cuma hanya kepada Allahlah kita menghamba. Suka heran, yang jadi tren selalu yang berbau asing ya, nggak sedikit juga tren merusak.  Buat ibu rumah tangga seperti saya, cemas banget nanti gimana ini anak saya klo nggak  ada sistem yg mengcover. Harapan saya untuk Indonesia hrus berubah  lebih baik dong.  Walau sejauh ini modelnya tetep aja tahun ketahun gini aja ya nggak banyak berubah. Berani ganti sistem,  pake sistem aturan Islam bikin semuanya jadi tenang. (Silviani, Ibu Rumah Tangga)

“Merdeka itu tidak ada kelaparan serta banyak rakyat yang merasa kemiskinan . Dimana pemerintah harus adil pada rakyat,  lingkungan yang memadai beserta fasilitasnya. Menurut saya, Indonesia masih terjajah secara pemikiran. Buktinya banyak  yang mengikuti gaya Barat , entah dari pakaian , makanan, budaya, sosial media  dan lainnya”  (Shinta Anggraeni, Mahasiwa)

MAKNA KEMERDEKAAN HAKIKI

 Driser, kamu setuju dengan  pendapat mbak Shinta dan Ibu Silviana? Kalo menurut kita siha da benarnya juga. Secara fisik kita emang udah merdeka. Nggak kaya di Suriah, Palestina, atau negeri-negeri Islam yang sedang dilanda konflik militer. Tapi secara pemikiran dan budaya, sepertinya masih belom ya. Dari mulai pemerintah hingga masyarakat kelas bawah, masih lekat dengan gaya hidup masyarakat Barat yang sekuler dan memuja kesenangan dunia. Jadi seperti apa kemerdekaan hakiki itu? Kemerdekaan hakiki adalah saat manusia bebas dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi dan penghambaan kepada sesama manusia.

Mewujudkan kemerdekaan hakiki itu merupakan misi dari Islam. Yunus bin Bukair ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran, di antara isinya: Amma ba’du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia) … (Ibn Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, v/553, Maktabah al-Ma’arif, Beirut).

Di antara modus penghambaan kepada sesama manusia itu adalah melalui aturan hukum dan perundang-undangan buatan manusia, sesuai doktrin demokrasi. Apalagi aturan hukum dan perundangundangan itu diimpor dari pihak asing/penjajah, seperti yang terjadi pada banyak bangsa terjajah, termasuk yang terjadi pada negeri ini.

Wahai Remaja Muslim: Sebagian makna kemerdekaan  yang sudah diraih negeri ini dan penduduknya semestinya dilanjutkan dengan usaha sekuat tenaga untuk mewujudkan kemerdekaan yang hakiki. Caranya adalah melalui perjuangan sungguh-sungguh untuk menerapkan aturan dan hukum Allah SWT, yakni syariah Islam, untuk mengatur segala urusan kehidupan di masyarakat.

Semua itu hanya bisa diwujudkan di bawah sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Dengan itu maka kemerdekaan hakiki bisa diwujudkan, kelapangan dunia bisa dirasakan oleh seluruh rakyat dan keadilan bisa dinikmati oleh siapa saja. Hal itu pasti terwujud karena merupakan janji Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah saw. WalLâh a’lam bi ash-shawâb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *