Sunday, April 5

Mengenal Trending Topik

Istilah trending topic (TT) bukan hal yang baru di twitterland. Si burung biru ini yang pertama kali memperkenalkan  popularitas ciutannya dengan bantuan hashtag (kata kunci) yang nangkring di top ten topik yang lagi trend alias trending topic (TT).

Kalo kamu punya akun twitter, coba login terus lihat dafar TT pada kolom sebelah kiri. Trending topic di twitter sendiri ada dua jenis yaitu trending topic worldwide (TTWW) dan trending topic Indonesia (TTI). Saking populernya TT, banyak tweeps yang berlomba-lomba mengejar TT untuk hashtag yang dibidiknya demi mempopulerkan isu yang lagi hot, kampanye produk, atau launching event. Karena TT selalu menjadi hal yang ramai diperbincangkan semua orang, pihak media pun sangat berkepentingan menjadikan trending topic sebagai ajang mempromosikan acaranya di media sosial.  

Pertanyaan lanjutannya, lantas kalo udah trending topic mau ngapain? Apa pentingnya? Barangkali beberapa catatan di bawah ini bisa menjawabnya. Kalo masih belum terjawab, silakan tanya pada rumpung yang bergoyang. Hehehe.. cekidot!

Numpang Beken Biar Eksis

Eksistensi di dunia maya  sangat penting bagi remaja. Apalagi di sosial media, bisa menaikkan level popularitas. Salah satu cara cepat biar akun twitternya populer, numpang nampang pada hashtag yang lagi jadi TT. Ikut meramaikan tweet dengan mencantumkan hashtag TT. Otomatis bakal kebawa populer. Lantaran banyak tweeps yang kepo dengan daftar top ten terus klik hastagnya, nongol deh cuitan akun-akun yang numpang beken. Sapa tahu bisa nambah follower. Memang tak ada salahnya ikut meramaikan trending topic. Cuman tetap tahu diri ya, posting tweet yang bermanfaat buat yang stalking. Jangan jadi ajang curhat. Gak penting banget deh!  

Ajang Promosi Cepat

Beberapa pihak memanfaatkan  trending topic ini sebagai ajang berpromosi dengan cepat dan mudah. Makanya jangan heran kalo kamu iseng stalking hashtag TT isinya banyak gak jelas. Dari yang jualan gak karuan, twit link, sampai one line status. Promo gratis! Bagi pelaku media, memang sengaja mereka bikin trending topic dengan meminta penontonnya menampilkan hastag dan mention akun tertentu agar acaranya bisa tampil di trending topic. Biar banyak yang berpartisipasi, iming-iming hadiah jadi daya tarik. Maka tak mustahil hastag yang diketik oleh pemirsanya yang banyak ini kemudian menjadi trending topic.

 Isu Politik

 Sosial media banyak dibidik oleh  para politikus untuk berkampanye. Baik yang positif maupun yang negatif. Kampanye positif, mereka gencar melakukan pencitraan via sosial media. Biar keliatan keren, sholeh, merakyat, dan peduli sama masalah keseharian. Meski kenyataannya bertolak belakang. Yang penting di timeline netizen, keliatan bersahaja. Kampanye negatif dipake untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Diangkat isu-isu sensitif yang memancing kemarahan masyarakat yang diarahkan ke lawan politiknya sebagai bentuk black campaigne. Netizen pun dengan mudah termakan opini.  Demi memuluskan kampanye, para politikus menyewa jasa trending topic yang sengaja memblasting beberapa kata dan hastag tertentu untuk bisa dijadikan trending topic. Walhasil, sering kita nemu TT yang bernuansa politis nangkring di top ten ttww.  

Driser, sekarang udah tahu kan manfaat trending topic. Dari sekedar jualan, hingga pencitraan. Yang pasti kamu mesti tahu, nggak gampang bikin trending topic. Perlu banyak akun dan banjir tweet dengan hashtag yang sama di waktu bersamaan. Tapi kalo kita gerak bareng saling support, insya Allah opini dakwah bakal sering jadi TTWW atau TTI. Yuk? [@Hafidz341]  

TTD (Trending topik Dakwah)

ternyata nggak cuman hashtag alay yang bisa nangkring di top ten TTWW atau TTI. Kini , banyak hashtag dakwah  yang sukses bertengger sebagai trending topic saat ada event atau memblast opini dakwah.  Berbarengan dengan suksesnya acara Muktamar Tokoh Umat (MTU) 1437H di dunia nyata, kampanye yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia tersebut menjadi topik yang paling banyak dibicarakan (trending topic) pula oleh para pengguna twitter di Indonesia.

Ketika hari pertama MTU digelar, Sabtu (24/4) di Jakarta, kata kunci tautan (hash tag) #IslamRahmatanlilAlamin langsung menjadi topik bahasan nomor satu para pengguna jejaring sosial twitter di Indonesia (trending topic Indonesia/TTI).  Sedangkan ketika hari kedua MTU digelar, Ahad (25/4) di Yogyakarta dan beberapa kota lainnya, hash tag#MTU1437H menjadi TTI nomor satu dengan jangkauan hingga 7.884.507 netizen.

 Sedangkan kata “khilafah” masuk TTI pula di nomor urut sembilan dengan jangkauan yang menembus 4.268.279 pengguna twitter. Dan Alhamdulillah lagi, hashtag #MuslimYouth juga sempat nangkring jadi TTI saat pelaksanaan 07 Mei lalu di Yogyakarta. Semoga selain sebagai TT, opini dakwah pun kian mengguncang twitterland. Biar tambah josh, kamu jangan sampai ketinggalan untuk ikut ambil bagian. Gerakan jari, ikut berpartisipasi, kejar ridho illahi. Twit![]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *