Friday, October 18

Muslimah politik yes sekularisme no

seng-iseng nonton siaran ulang acara bincang-bincang tokoh di sebuah stasiun tv Bintang tamunya, seorang muslimah berkostum putih-hijau, parasnya cantik nan rupawan. Namanya Angel Lelga. Selain artis, ternyata Mbak Angel ini sekarang aktif jadi caleg, menggagas perubahan yang ujungujungnya minta dicoblos pas musim pemilu nanti.

Wah, keren ya! Jaman sekarang yang aktif berpolitik bukan Cuma laki-laki, tapi juga perempuan. Jadi suara hati perempuan terwujudkan gitu lho. Mbak Angel selaku penerus suara kaum hawa sedang ditanyatanya oleh si pembawa acara mengenai  wawasan politiknya. Sayangnya, si Mbal Angel jawabnya rada gelagapan, kayak ragu  dan bingung. Wah kenapa ya?! Apa karena  gugup ngeliat kamera atau salting karena  kurang menguasai konsep?

Eits, sebenarnya  Mbak Angel nggak sendirian, masih banyak  caleg lain yang senasib dengan Mbak Angel.Banyak caleg (baik perempuan atau  laki-laki) sering terjun ke dunia politik dengan konsep yang tidak mereka pahami dan terkesan plintat-plintut. Arah  perjuangannya ke mana ya?! Muslimah, Politic Yes! Muslimah berpolitik? Kenapa nggak!

Politik dalam artian mengurusi kepentingan umat dan berbagai macam kaitannya. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang bangun di pagi hari, tidak memikirkan urusan umat, maka dia tidak termasuk  16 golonganku.” Nah, hadis ini bersifat umum (tidak dikhususkan untuk laki-laki doang melainkan perempuan juga). So memikirkan gimana nasib masyarakat ini hukumnya fardhu alias wajib. Kalau tidak dijalankan dosa lho.

Wujud muslimah berpolitik tidak harus maju menjadi caleg seperti Mbak Angel Lelga. Bisa dengan nimbrung mengkaji dan mencaro solusi atas permasalahan yang sedang dialami masyarakat. Misal, memberi masukan ke pemerintah untuk menanggulangi banjir. Itu sudah termasuk bagian dari aksi politik secara tidak langsung. Maka, cuek dengan berita-berita politik bahkan “antipolitik” justru tidak tepat.

Meski obrolan politik terkesan “berat” dan “sok tua”. Buang pikiran ginian jauh-jauh, pikiran ini cuman bikin kita kuper plus jadul. Ayo berpolitik, jangan mau dipolitikin. Islam Yes! Secularism No! Islam mengandung aturan super lengkap. Mulai dari bangun tidur sampai bangun negara. Islam mengatur politik.

Artinya barang siapa yang berpolitik hendaklah menggunakan azas Islam. contohnya, mengambil dan membuat undang-undang negara pakai Alquran dan Assunnah. Perilaku orang-orangnya juga dituntut Islami, tidak korup, antisuap, alias amanah dalam menjalankan tugas. Sayangnya, negara kita masih memakai sistem politik lain yang cenderung sekularis. Sekularisme yaitu paham yang memisahkan nilai agama dari aturan kehiduapan.

Nggak boleh bawa-bawa nilai agama dalam membuat undang-undang. Sekularisme memang tidak tercantum dalam undang-undang tetapi terbukti melahirkan aturan yang tidak islami. Politik islam pun bukan dilihat dari lambang doang. Caleg berkerudung belum tentu lho berpolitik Islam. kerudung adalah salah satu dari sekian banyak kewajiban seorang muslimah, bukan Cuma caleg parpol Islam, orang awam pun mampu berkerudung. Politik Islam terbukti aman, tenteram, dan mensejahterakan. Nggak harus nunggu semua orang Indonesia masuk Islam baru menerapkan sistem Islam.

Mustahil! Fakta berbicara, Rasulullah berpolitik Islam bukan hanya di hadapan pengikutnya, tapi juga bagi orang Nasrani, Yahudi, dan Majusi. So, jika Alquran dan fakta sudah berbicara, masihkan kita berpaling darinya? [Alga Biru]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *