Saturday, April 4

Olahraga di Bulan Puasa

Saat lagi puasa, kerasa banget emang tubuh kita lemah tak berdaya. Asupan makanan dan minuman yang minim  bikin kondisi badan bawaannya pengen dibawa istirahat aja. Ogah banyak gerak. Apalagi harus olahraga.

Duh, enggak baget dah! Demi memanjakan tubuh yang punya tenaga pas-pasan buat nunggu bedug maghrib, banyak kaum Adam yang memutuskan untuk stop olahraga selama bulan puasa. Kebayang, sebulan penuh nggak gerak nyari keringat. Kaku-kaku dah tuh badan. Hehehe… Padahal, secara medis olahraga tetap dianjurkan meskita kita sedang puasa.

Menurut Dokter Michael Triangto, Sp.KO, selama olahraganya bukan untuk ngejar medali atau piala, ya boleh aja. Manfaatnya banyak banget kok.  

Pertama, untuk membantu mempertahankan kebiasaan olahraga itu sendiri. Sayang sekali jika harus berhenti berolahraga selama sebulan. Karena apabila Ramadan sudah lewat maka akan terbentuk rasa malas berolahraga lagi. Bisa-bisa makin maju.. perutnya! ^_^  

Kedua, untuk menjaga kebugaran tubuh. Saat olahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin yang bermanfaat untuk memecah sumber energi yang telah dikonsumsi menjadi energi. Energi ini akan menjadi bekal untuk beraktivitas selama puasa. Jika hanya bermalas-malasan tanpa olahraga, hormon yang dihasilkan hanya sedikit sehingga banyak orang justru menjadi gemuk setelah puasa. Makanan manis juga memicu pertambahan berat badan usai puasa.

Ketiga, untuk mengusir rasa malas dan mengantuk. Orang yang merasa badannya lemas, malas, mengantuk saat berpuasa disebabkan karena aktivitas fisiknya rendah. Akan terasa sangat lapar dan haus jika kita hanya tidur dan bermalasmalasan saat puasa. Apalagi tidur di pagi hari, bangun tidur badan terasa lemas.

 Jam 10 pagi sudah terasa lapar dan haus. Untuk mengatasinya, lakukan aktivitas fisik seperti biasanya. Lakukan yang ringan-ringan saja, yang penting ada aktivitas. Aktivitas fisik dan berolahraga dapat mengubah energi cadangan atau lemak tubuh menjadi glukosa yang akan mengusir rasa lesu, letih, malas, dan mengantuk. Selain itu, selama berolahraga tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat kita merasa senang dan bersemangat.

Keempat, menurunkan berat badan. Tanpa olahraga, sebenarnya puasa justru akan menaikkan berat badan karena nafsu makan semakin tidak terkontrol saat berbuka puasa. Orang  yang rutin berolahraga meskipun saat puasa, fungsi organ tubuhnya berjalan normal sehingga ia akan makan sesuai kebutuhan tubuh.

Sedangkan orang tidak pernah olahraga akan cenderung mengisi perut sesuai  keinginan hawa nafsu. Ia cenderung melakukan upaya ‘balas dendam’ saat berbuka puasa karena seharian  tidak makan. Bagi Anda yang  mempunyai masalah berat badan, inilah saat yang tepat untuk menurunkannya. Berolahraga saat perut kosong adalah jawabannya.

Pembakaran yang terjadi saat berolahraga adalah pembakaran energi cadangan yang berupa lemak tubuh. Anda akan mendapatkan tubuh yang kencang tanpa lipatan-lipatan lemak. Tubuh Anda akan menjadi ideal dan proporsional jika momen ini bisa Anda manfaatkan dengan baik dan benar.

Kapan Waktu Yang Tepat?

Waktu yang pas untuk  berolahraga di bulan puasa diantaranya 12 jam sebelum buka puasa, langsung setelah berbuka namun hanya menyantap kolak atau segelas teh manis (tanpa makan besar) atau 2 jam setelah berbuka puasa dengan makan besar. Catet tuh ya! Jadi bada ashar yang mau olahraga, bisa tuh dijadwalkan. Atau menjelang maghrib udah ngumpul di lapangan futsal. Olahraga ringan. Terus main dah sekitar satu jam hingga setengah jam sebelum waktu maghrib. Sesekali aja ya mainnya.

Lantaran waktu menjelang maghrib, paling oke waktunya dipake buat ngegenjot tadarusan. Kejar target satu bulan khatam 30 juz baca quran.  Perlu kamu ingat driser, di bulan puasa sangat tidak dianjurkan berolahraga di pagi hari karena kita tidak dapat minum setelahnya. Bisa dibayangin gimana keringnya tuh tenggorokan kalo maksain bada shubuh lari pagi. Emang sih, larinya pelan tapi lama kelamaan haus juga. Sementara adzan maghrib belum keliatan. Masa iya bedug maghribnya dimajuin jadi waktu dhuha. Yang bener aja! 😀

Satu lagi, tidak dianjurkan pula untuk berolahraga sebelum sahur karena udara masih penuh dengan CO2. Kalo tetap maksain, bisa-bisa terjadi penumpukan CO2 di dalam paru-paru kita. Bukannya bagus untuk kesehatan, tapi malah kesakitan.  Nah driser, olahraga di bulan mulia ini yang ringan-ringan saja ya. Nggak perlu melakukan olahraga yang berat-berat kaya main catur karena harus ngangkat kuda atau benteng.

Kita cukup melakukan stretching (peregangan) atau senam. Bila masih kuat bolehlah jalan kaki 20 menit atau bahkan jogging (lari-lari kecil).  Karena olahraga yang berat justru akan menguras tenaga dan membuat tubuh menjadi lemas. Keringat yang keluar bercucuran akan membuat dehidrasi. Olahraga yang seperti inilah yang justru menyiksa tubuh kita. Lakukan sewajarnya dan sekuatnya saja, yang penting ada aktivitas fisik. Tetep olahraga ya, jangan dibawa tiduran. Biar badan tetap sehat untuk menyambut datangnya lebaran. [@Hafidz341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *