Sunday, May 24

Pemimpin blusukan adalah..

Keluar masuk gang atau tempat kumuh yang jarang dilewati, mungkin udah biasa bagi rakyat jelata. Pemimpin blusukan adalah yang demikian Namun jika yang melakukannya penguasa, akan lain ceritanya. Apalagi tanpa kawalan aparat dan sorotan media, tentu bakal jadi headline media massa.

Inilah fenomena blusukan yang lagi tenar di ibukota dan kota pahlawan Guna mengetahui secara langsung kondisi masyarakat, Jokowi kerap terjun ke lapangan dan berbaur dengan warga ibukota. Hal yang sama juga dilakukan Ibu Risma di kota Pahalawan.

Bedanya, yang di Ibukota lebih banyak di ekspos media massa sementara yang di kota kelahirannya Bung Tomo minim publikasi namun hasilnya maksi.  Di era demokrasi, blusukan pemimpin masyarakat boleh jadi dianggap unik. Jarangjarang lho ada pemimpin yang turun ke jalan bersihin got, ikut narik selang pemadam kebakaran atau ngatur lalu lintas di perempatan jalan.

Lantaran dalam sistem  sekuler ini, penguasa dan rakyat seperti  majikan dan buruh. Penguasa wajib dilayani sepenuh hati. Sehingga kalo lagi perjalanan dinas, mesti dapat jamuan istimewa, jalan raya wajib dikosongkan, spanduk selamat datang mesti dipasang di tempat strategis, dan media massa wajib memberitakan.  Sementara dalam Islam, blusukan adalah bagian dari tanggung jawab penguasa.

Nggak perlu ribet pake protokoler atau kawalan Voorijder untuk turun ke lapangan. Syukur-syukur rakyat nggak kenal ama penampakan penguasanya, biar saat cerita tentang masalah pribadi atau lingkungan sekitar lebih alami tanpa rekayasa. Seperti dicontohkan oleh khalifah Umar bin Khathab yang membawakan sekarung gandum untuk keluarga miskin yang ditemuinya tengah memasak batu saat blusukan. Dalam Islam, penguasa itu melayani, bukan dilayani.

Itulah karakter penguasa yang dibentuk dalam sistem pemerintahan Khilafah yang mengikuti jejak kenabian. Penguasa blusukan, itu memang sudah kewajiban![341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *