Tuesday, July 21

Pemuda, Nakoda perubahan Umat

Pemuda memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan kaum muslim  secara khusus. Namun, saat ini gaya hidup mengarahkan para pemuda pada kebebasan berprilaku, mendapatkan pendidikan dan meraih impian diajarkan dengan mudah, instan dengan usaha kecil, memuaskan diri dengan miras, narkoba dan pertemanan hidup yang penuh kebebasan.

Sungguh sangat ironis, ketika di negeri yang mayoritas muslim ini, terjadi kasus-kasus yang menyayat hati, membuat geram dan entah perasaan apa lagi yang tak bisa diungkap dengan kata-kata. Sekejam-kejamnya perilaku binatang, mungkin masih bisa dimaklumi, karena mereka tak punya akal. Tapi perbuatan ini dilakukan oleh sosok manusia yang terkategori pemuda.  Salah satu contoh adalah kematian anak SMP yang berinisial YY, berusia 14 th dari Bengkulu (5 April 2016). Kematiannya sangatlah sadis dan membuat seluruh mata yang melihat dan seluruh telinga yang mendengar seplah turut shock akan kejadian ini.

Bagaimana tidak, dari hasil visum menunjukkan bahwa ia mengalami kekerasan, penganiayaan dan pemerkosaan, masih dilanjut dengan pembunuhan hingga jasadnya dibuang di jurang!  Contoh kasus lain adalah seorang mahasiswa yang tega membunuh dosennya yang hendak berwudlu, gara-gara dendamnya pada sang dosen lantaran nilainya yang tak pernah bagus dan skripsi yang tak kunjung diacc oleh sang dosen. Sungguh memalukan perilaku anak bangsa ini. Bagaimana tidak, mereka melakukan kejahatan ini dimulai dari melakukan kemaksiatan yang satu hingga berlanjut tindakan-tindakan biadab itu.

Padahal jelas, mereka adalah sosok remaja dan diantaranya masih duduk di bangku sekolah dan bahkan seorang mahasiswa yang harusnya di usia mereka sudah bisa berfikir dengan jernih dan bijak. Bagimana umat ini masih  berharap pada sistem seperti ini? sistem  yang telah membuat kaum muda menjadi sosok yang amoral, berprilaku bejat yang melebihi binatang.

Masih tertutupkah mata, mulut, telinga dan mata hati umat saat ini, yang melihat fenomena mengerikan seperti ini ? padahal mereka adalah bagian dari sosok pemuda harapan bangsa, pemimpin umat dan penerus generasi. _ Seharusnya semua menyadari pemuda adalah aset bangsa yang seharusnya menjadi nahkoda bagi umat menuju kehidupan yang baik di dunia dan akhirat. Kehidupan yang berperadaban tinggi dan berpola pikir yang tangguh serta kepriadian yang luhur. Di usia remaja sudah selayaknya mereka mendapatkan porsi ruang ilmu yang memadai, lingkungan pembelajaran yang kondusif dan fasilitas yang mencukupi.

Terlebih ada hal penting yang harus diperhatikan adalah peran negara, sebagai penyelenggara pendidikan, penjaga perilaku, penegak keadilan dan juga filter dari seluruh budaya yang masuk ke negerinya. Menjadi peran negara ketika media beredar, pembatasan makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh umat dan perilaku umat.

Peran penting ini juga berpengaruh pada sebuah peradaban sebuah negeri.  Sistem sekuler-demokrasi tidak akan membawa perubahan, perubahan pada arah keburukan sudahlah pasti. Dan akan membawa pengikutnya dalam perubahan pada perilaku yang biadab dan dehumanisme. Secara individu mereka lemah iman, tsaqafahnya minim ditambah dengan akal mereka yang tidak digunakan untuk berfikir secara cemerlang.

Masyarakat yang tidak kondusif dan edukatif, orang tua yang tidak bersungguhsungguh dan tidak peduli pada kondisi  anak, menambah kondisi pemuda terpuruk. 

_ Di usia belasan tahun islam mengajarkan para remaja ini punya harus memiliki kepribadian yang tangguh. Bukan sebagai pemuda pemuja nafsu, tapi sosok pemuda yang punya tanggung jawab besar sebagai hamba terhadap Allah SWT. Kemudian dengan konsep Islam yang shahih, mereka seharusnya kaya tsaqafah untuk memikirkan kondisi umat dan kondisi negeri mereka. Kalaupun mereka sudah berhasrat untuk memuaskan seksualitasnya, mereka akan siap menikah dan menjadi pemimpin keluarganya.

Bukan memperkosa gadis atau wanita lemah. Dan kalaupun mereka ingin melampiaskan amarah, maka mereka akan bersegera mengangkat senjata untuk membela agama Allah dan membunuh musuh-musuh Islam, bukan membunuh teman atau guru mereka. Tetap akan tersalurkan naluri mereka pada peradaban yang luhur, dengan tuntunan Islam yang haq.  

_ Pemuda harapan umat di atas tidak akan bisa dicetak dalam sistem yang mengutamakan kebebasan dan mengagungkan hawa nafsu seperti sekarang. Saatnya umat memikirkan kondisi ini jikalau menaruh harapan besar pada para pemuda.

Hanya berharap pada sistem Islam, kondisi umat pada umumnya dan pemuda khususnya bisa benar-benar menjadi sosok yang tangguh, ideologis, cerdas, berakhlak mulia dan sosok pejuang yang tangguh. Wallahu a’lam bisawab. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *