Friday, May 22

Remaja Hendaknya Mulai Peka Dengan Masalah yang Di Hadapi umat

Remaja ngompol? Aiih…malu donk! Eits,  ngompol yang satu ini justru bikin kamu bangga karena lebih intelek dan  peduli dengan kondisi umat. Yup, ngompol yang satu ini artinya ngomong politik. Emang pantes remaja ‘ngompol’? Bukannya politik itu urusannya orang dewasa.

Terutama yang duduk di kursi parlemen? Jangan salah. Ternyata, remaja pantas dan wajib ngomong politik. Biar lebih jelas, simak obrolan redaksi dengan Ustadzah Pratma Julia yang sudah malang melintang di dunia politik bersama Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Cekidot!

Ustadzah, sebenarnya sejauh mana ruang lingkup politik? remaja kan belum boleh ikut pemilu sebagai wadah politik praktis.

Memang sudah saatnya masyarakat masa kini memahami makna politik sesuai praktek yang dijalankan pada masa Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini sangat penting agar ketika disebutkan ‘politik’ tidak hanya terbayang praktek politik praktis yang diterapkan dalam demokrasi, yang hanya membahas mengenai parlemen, elektoral (pemilihan, baik kepala pemerintahan atau anggota parlemen), atau mekanisme sistem pemerintahan.

Kalau demikian yang dipahami, maka remaja hanya boleh terlibat  jika telah dewasa (17 tahun). Tapi bila pemahaman politik ini diluruskan sesuai tatanan Islam, maka remaja sudah mampu untuk terlibat dalam kegiatan politik. Sebab, politik itu adalah kepedulian dan keterlibatan dalam urusan kemasyarakatan. Seperti menyampaikan kritik pada penguasa yang enggan menerapkan syariat Islam, berkampanye tentang keharusan remaja terikat dengan tata pergaulan Islam, dsb.  

Remaja bicara politik, apa tidak “terlalu berat” ya ustadzah?

 Sama sekali tidak berat. Sekarang itu kan remaja diidentifikasi sebagai kalangan yang menjalani umur peralihan antara kanakkanak dan dewasa. Sehingga tidak dibiasakan untuk bepikir serius tentang masalah yang dihadapi masyarakat.

Apalagi sistem kapitalis liberal memang membentuk remaja dan mentolerir mereka  untuk hanya berpikir tentang diri mereka  sendiri dan hal lain yang bersifat remeh  temeh seperti musik, fashion, dan gaya hidup industrialis yang berkiblat ke Barat. 

Padahal banyak di antara mereka yang melalui usia dini dan anak-anaknya di TPA  atau sekolah Islam. Seharusnya modal ini menjadi sarana untuk mendekatkan mereka dengan khasanah Islami, termasuk  praktek masa Rasulullah yang kental suasana politiknya.

 Apa hubungan aspek politik dengan aspek lainnya seperti pendidikan, kesehatan, sosial dan lainnya?

 Politik itu bisa dimaknai sebagai strategi untuk mengatur urusan masyarakat secara menyeluruh. Dan yang mampu menjalankan peran strategis tersebut secara paripurna hanya Negara. Negara dalam pandangan Isam, memang menjalankan fungsi sebagai pelayan kebutuhan rakyatnya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar dan bersifat komunal seperti pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan dalam relasi social.

 Nah yang mengawasi tugas Negara dalam pemenuhan kebutuhan itu ya seluruh rakyat, apakah ada pengabaian, mana yang tidak sesuai standar kelayakan, perilaku koruptif aparat dan lain-lain. Inilah aktiftas politik mereka secara riil yang dibingkai dalam kewajiban ‘amar ma’ruf nahi munkar.

Bagaimana jika ada yang berpendapat :”islam yes, politik no” ?

 Itu adalah tadhlil, penyesatan yang sengaja diciptakan oleh musuh Islam, Barat Kapitalis. Karena mereka mengerti betul bila kaum muslimin mulai berpolitik sesuai kewajiban syariat, maka mereka akan menuntut penegakan syariat , merekatak akan mau ‘dibeli’ dengan boleh bikin parpol  ‘rasa’ Islam tapi hakekatnya demokratis kufur. Kalau muslim sudah berkesadaran politik mereka akan berjuang mati-matian untuk menegakkan Khilafah.

Ini berbahaya bagi Barat, karena bila Khilafah tegak, itu menjadi tanda kehancuran peradaban mereka. Sehingga mereka perlu memalingkan kaum muslimin dari politik dengan jargon di atas, termasuk menanamkan pemikian bahwa politik itu kotor dan hanya untuk memperebutkan kursi.

Sejauh mana peran dan apresiasi remaja dalam kehidupan politik terutama di Indonesia?

Indonesia ini kan sudah pernah mencicipi sistem pemerintahan bercorak sosialis dan kapitalis. Hasilnya apa? Semua  permasalahan ada : aqidah minim, kemiskinan, wawasan kurang, kepekaan sosial rendah, kasuskasus asusila yang mengerikan dan banyak lagi. Sebagai calon pemimpin masa depan, remaja  adalah agen perubahan untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

Karena itu remaja hendaknya mulai peka dengan masalah yang dihadapi umat. Caranya dengan memahami dulu syariat Islam agar tahu persis mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak agar tidak salah langkah dan selalu dekat  dengan petunjuk Islam. Karena pada hakekatnya petunjuk Allah SWT yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang pasti benar dan solutif terhadap masalah masyarakat.  

Bisakah dijelaskan sedikit sepak terjang Rasulullah Saw dalam kancah politik?

Rasulullah Muhammad SAW itu adalah negarawan yang luar biasa, pemimpin Negara, politikus yang sekaligus peletak dasar Negara adikuasa yang bertahan selam 14 abad. Posisi dan peran ini sering dilupakan oleh kaum muslimin. Padahal sejak di Mekkah yang dilakukan semuanya politis, seperti setiap menerima wahyu selalu menyampaikannya pada para Shahabat.

Itu bukan sekedar menyampaikan wahyu, namun demikianlah Rasulullah melakukan pola pembentukan kepribadian Islam para Shahabat. Sehingga mereka kuat aqidahnya, teguh dalam berjuang, tidak goyah karena kesulitan dan siksaan. Sehingga ketika Islam terwujud dalam Negara di Madinah, mereka semua siap menjalankan peran sebagai negarawan.

  Apa yang diharapkan terhadap remaja islam untuk membangun politik sehat, bersih dan sesuai tuntunan Rasulullah?

Remaja Islam harus menyadari betul bahwa posisi mereka sungguh strategis untuk  melakukan perubahan karena sejarah menorehkan banyak peristiwa tentang peran pemuda. Termasuk saat ini ketika hanya Khilafah yang mampu menjadi solusi atas kerusakan yang melanda dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya, banyak pihak yang belum memahami dan meyakini konsep itu. Karena itulah kita masih memiliki tugas besar untuk menyadarkan umat untuk mau menerima bahkan memperjuangkan Khilafah.

Di sinilah remaja memiliki peran penting. Energi mereka, kemudaannya, menjadi harapan untuk membawa umat menjelang fajar Khilafah. Libatkan diri dalam dakwah karena inilah jalan mulia untuk mengejar kebahagiaan dunia akhirat. Jangan mudah menyerah ,  jangan tergoda untuk menengok atau mencicipi ideologi kufur Kapitalis dan Sosialis karena cipratannya akan mengotori kebersihan politik Islam.  

Apa pesan Ustadzah untuk pembaca Drise seluruh Indonesia?

Perkuat keimanan karena tantangan dan ancaman yang Antum hadapi sungguh kian berat, karena musuh-musuh Islam kian jitu merancang rencana untuk menjerumuskan remaja Islam. Dekatlah dengan Al Quran, pelajari cara hidup Rasulullah SAW agar Antum mendapatkan tauladan yang sempurna. Hormati dan hargai Ibu, ayah, guru, ustadz/ustadzah dan siapapun yang memberi petunjuk tentang Islam. Barakallahu alaikum..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *