Thursday, October 17

Sosok Pelajar Sejati, Imam Syafi’i

Generasi muda islam jaman sekarang emang udah pada kacau. Sosok Pelajar Sejati, Imam Syafi’i Mereka terjebak dengan budaya pop yang membuat mereka bertingkahlaku bebas dan nggak jelas. Mereka juga mengidolakan orang-orang yang nggak jelas arah hidupnya. Kok bisa mengidolakan orang-orang yang cuman modal tampang doang, plus sekadar bisa joged dan nyanyi. Padahal semua itu nggak berkaitan sama kemaslahatan masyarakat. Emangnya kita bakal mati kalo nggak ada boyband? Emangnya masyarakat bakal kacau kalo nggak ada girlband?

Biasa aja kali! Remaja yang justru memiliki sumbangsih nyata bagi masyarakat malah nggak banyak dikenal dan bahkan dipandang sebelah mata. Miris banget. #ambiltissue Buat D’Riser yang masih berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, sudah selayaknya meneladani sosok pelajar sejati. Dialah Imam Syafi’i. Ulama yang nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Idris as Syafi’i ini dilahirkan pada tahun 150 Hijriyah (762 Masehi). Ada yang menyebutkan bahwa beliau telah hafal seluruh isi Alquran pada usia 7 tahun, ada  juga yang menyebut di usia 9 tahun. Yang pasti, beliau telah hafal Quran di usia yang amat muda.

Seusia anak SD! Beliau amat mencintai ilmu dan rela mengorbankan apa pun untuk mendapatkan ilmu. Dalam suatu perjalanan dari Makkah ke Madinah, beliau sempat mengkhatamkan Alquran sebanyak 16 kali. Kitab Almuwatha’ karya Imam Malik yang isinya 1720 hadis pun beliau hafal di luar kepala. Beliau memang memiliki daya ingat yang amat kuat bin zuper. Saat berusia dua tahun, keluarga beliau mengadakan perjalanan ke Palestina. Ketika tiba di Gaza, ayah beliau jatuh sakit dan meninggal dunia. Jadilah beliau seorang yatim.

Ibu beliaulah yang mendidik dan membesarkan beliau dalam kondisi yang amat memprihatinkan dengan kehidupan yang serba kekurangan. Namun semua itu tidak pernah menyurutkan langkah dan semangat beliau untuk menuntut ilmu. Seusai menghadari majelis-majelis ilmu para ulama, beliau mencari tulang untuk mencatat berbagai pelajaran yang beliau dapatkan, karena beliau tidak punya uang untuk membeli kertas.

Sosok Pelajar Sejati, Imam Syafi’i

Beliau juga sering berkeliling di kantor-kantor pemerintahan untuk mengumpulkan kertas-kertas bekas yang nantinya akan beliau gunakan untuk mencatat pelajaran. Nggak kayak anak jaman sekarang yang bisanya cuman ngerengek doang sama ortu buat minta duit. Giliran  nggak dikasih duit pada ngambek terus mogok sekolah. Payah banget!? Imam Syafi’i membagi tiga waktu malamnya. Sepertiga untuk istirahat, sepertiga untuk menulis, dan sepertiga untuk ibadah. Dengan cara seperti itulah beliau berhasil menciptakan berbagai macam karya yang amat bermanfaat bagi umat Islam sejak dulu hingga sekarang. Karya-karya beliau diakui amat otentik dan beliaulah yang telah meletakkan dasar-dasar ushul fiqh yang berguna banget untuk menggali hukum-hukum Allah.

Beliau telah banyak menghasilkan karya yang amat penting, di antaranya adalah kitab Arrisalah dan Al-Umm. Beliau berpesan kepada kita semua tentang beberapa hal yang amat dibutuhkan dalam perjalanan menuntut ilmu. “Ilmu tidak akan diperolah tanpa kehadiran enam hal berikut,

(1) kecerdasan, (2) semangat, (3) kesungguhan, (4) kecukupan, (5) persahabatan dengan guru, (6) waktu yang lama.  Nah, sekarang kebayang dong gimana caranya meneladani seorang sosok pelajar sejati, Imam Syafi’i. Dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, selalu buka tuh pikiran biar dapat menangkap hikmah positif. Lantaran selain di sekolah formal, kita juga tengah belajar di sekolah kehidupan. Selamat berburu ilmu![]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *