Friday, July 3

Sulit menerima kritikan

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Mbak, sy orang yang sulit menerima kritikan. Sy memilih menjauh dari bergaul dengan orang agar tidak sakit hati. Bagaimana caranya agar kita bisa menerima kritikan? (Keysa, Gowa) 

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Dik Keysa yang baik,  Memang tidak mudah untuk menerima kritikan dari orang lain. Sebagian orang bisa menerima dengan lapang dada dan menjadikan kritik sebagai pelecut untuk lebih memperbaiki diri. Sebagian lainnya tidak senang jika mendapatkan kritik.

Ada yang menjadi marah, dan tersinggung, bahkan sakit hati dan akhirnya membatasi pergaulan. Perasaan tidak senang saat mendapatkan kritikan adalah sesuatu yang wajar, sebab setiap orang punya naluri untuk mempertahankan diri.

Jika ada sesuatu yang mengusik harga dirinya, maka akan bangkit naluri tersebut. Dik Keysa yang baik,  Manusia sebagai makhluk sosial, pasti senantiasa perlu berhubungan dengan orang lain dalam kesehariannya. Tidak mungkin kita selamanya menghindari pergaulan.

Orang yang berinteraksi mengajak kebaikan pada orang lain dan mendapatkan respon negatif lebih baik, daripada seseorang yang memilih menjauh dari pergaulan, karena takut mendapat respon negatif yang tidak diinginkannya. Ketika berinteraksi dengan orang lain, hal yang wajar jika timbul beda pendapat dan adanya umpan balik atau kritikan yang ditujukan kepada kita.

Dik Keysa yang baik,  Islam mengajarkan kepada kita bagaimana memposisikan kritikan dari orang lain. Allah SWT menyeru kita untuk melakukan introspeksi atau muhasabah terhadap diri sendiri, tidak melupakan kesalahan dan tidak ujub, membanggakan kebaikan yang pernah dilakukan. Kritikan dari orang lain bisa menjadi masukan untuk muhasabah diri jika itu adalah kebenaran.

Sejatinya orang yang mengkritik dalam rangka mengingatkan dan menegur kita adalah seseorang yang menyayangi kita. Jika ada kritikan cobalah meluangkan waktu untuk mendengarkan, mempertimbangkannya, dan jika kritikan tersebut tidak benar, jangan sampai terbawa emosi dalam menanggapinya.

“Dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur :22).

 “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan “(QS. Ali ‘Imran:134).

 Dik Keysa yang baik,  Tak ada gading yang tidak retak. Manusia biasa tidak luput dari salah, maka terbukalah menerima teguran, masukan dan bahkan kritikan. Pandanglah kritik secara positif. Jadikan ia sebagai umpan balik untuk mendapatkan pengetahuan tentang diri kita. Seseorang yang ingin sukses dalam kehidupannya harus mau menerima kritikan.

Kita memerlukan umpan balik untuk memberitahukan bagaimana Kita telah tumbuh, berkembang dan mengalami kemajuan, serta dimana kita berada sekarang. Umpan balik dari orang lain pada umumnya diterima jika menimbulkan kebahagiaan dan biasanya tidak diterima jika tidak enak didengar. Pandai mengambil hikmah atau pelajaran dari orang lain, akan sangat menunjang kemajuan perbaikan diri Kita.

So, jika ada yang memberi kritik membangun yang jujur, jangan cepat tersinggung. Terimalah sebagai pendorong Kita ke arah kebaikan. InsyaAllah Kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Allahumma aamiin…[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *