Saturday, May 23

The Miracle of Badr

Perang Badr adalah sebuah perang besar pertama yang terjadi dalam sejarah perjuangan Islam. Perang  ini terjadi pada 13 Maret 624 Masehi, bertepatan dengan 17 Ramadhan 2 Hijriyah. Sebagaimana yang sudah samasama kita ketahui, pasukan Islam berjumlah jauh lebih sedikit daripada pasukan kafir Quraisy.

Pasukan Islam sekitar tiga ratusan orang, sementara  pasukan Quraisy berjumlah seribuan orang. Jelas saja, secara matematis, pasukan Islam pasti akan dengan mudah dikalahkan. Rasulullah Saw. sendiri, dikisahkan dalam berbagai riwayat, merasa khawatir kepada pasukan Islam berhubung jumlah pasukan Islam yang jauh lebih sedikit.

Beliau tidak hentihentinya berdoa kepada Allah di dalam tendanya, memohon kemudahan,  pertolongan, dan kemenangan. Bahkan saat itu, beliau menyampaikan doa yang terkesan ‘agak maksa’ kepada Allah.

Begini doa beliau: “Ya Allah, tunaikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, seandainya sekelompok umat Islam ini musnah, maka Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi selamanya.” Maka Allah Swt. memenuhi janjiNya, dengan mengirimkan angkatan perang dari langit, pasukan malaikat berjumlah seribu personel dan bersenjata lengkap. Di dalam Alquran,  18 d’rise

Allah berfirman: “(Ingatlah) ketika kalian meminta pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankannya bagi kalian, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut,’” (Al-Anfal: 9). Berbagai riwayat yang dikisahkan oleh para veteran Perang Badr ini memperlihatkan bagaimana pasukan malaikat turut bertempur bersama pasukan Islam.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra., dia mengatakan: “Ketika seseorang dari kaum Muslimin melawan seseorang dari kaum musyrikin di depannya, tiba-tiba dia mendengar pukulan dengan cambuk dari atasnya dan suara pasukan berkuda yang mengatakan, ‘Majulah Hayazum.’ Kemudian dia melihat orang musyrik di depannya ternyata sudah tergeletak.

Dia kemudian menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah Saw. dan beliau bersabda: ‘Engkau benar, itu adalah bantuan dari langit ketiga.’” Selain pasukan malaikat, Allah swt juga menurunkan pertolongannya dalam bentuk rasa Kantuk dan Turunnya Hujan. Allah telah mengaruniakan rasa kantuk kepada pasukan mukminin sebelum pertempuran, sehingga mata mereka tertidur, fisik mereka beristirahat, dan jiwa mereka menjadi tenang.

Ketika bangun seolah-olah mereka baru diciptakan dengan kejiwaan yang baru,mantap,tenang dan bersemangat  menyala-nyala. Tentang nikmat rasa kantuk ini Allah berfirman mengingatkan karuniaNya kepada kaum mukminin “(Ingatlah) ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman dariNya” (QS Al Anfal ayat 11) Sedangkan musuh mereka telah menghabiskan waktu mereka sebelum peperangan dengan senantiasa berjaga, letih dan lesu, sehingga mereka menjadi tegang, lemas, labil, loyo fisik dan tidak tenang. Hal ini semua menyebabkan kemampuan berperang mereka menjadi lemah.  

Saat perang Badar, pasukan mukminin tidak memiliki persediaan air padahal mereka sangat memerlukannya untuk berwudhu dan menunaikan shalat yang diwajibkan atas mereka. Kebutuhan mereka terhadap air semakin terasa ketika sebagian mereka bangun dalam keadaan junub dan tidak mendapatkan air untuk bersuci.

Kemudian syaitan pun mulai membisikkan kepada sebagian mereka, bagaimana kamu akan shalat dalam keadaan junub tanpa mandi? Tetapi Allah memuliakan para hambaNya yang beriman dan berjihad, dengan menghapuskan bisikan keraguan dari jiwa mereka lalu Allah menurunkan hujan kepada mereka sehingga mereka bisa wudhu, mandi, minum, dan memenuhi tempat-tempat air mereka.

Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan  hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu) (QS Al Anfal ayat 11).

 Allah menurunkan hujan dalam ukuran sedang kepada kaum mukminin lalu membuat tanah semakin rekat dan gerak langkah mereka menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga mereka bisa sampai ke Badar mendahului kaum musyrikin lalu memilih posisi yang cocok dan mengatur pertahanan di tempat tersebut.

Sedangkan hujan yang turun pada pihak Musyrikin sangat lebat lalu membuat tanah becek sehingga gerak langkah mereka menjadi lamban dan sulit. Hal ini menimbulkan pengaruh pada jiwa pasukan yang berperang. Karena pada saat ia kesulitn untuk bergerak ketempat yang di inginkan, ia melihat musuhnya bergerak dengan mudah dan cepat lalu memilih posisi yang diinginkannya. Allah memang berkehendak atas segala sesuatu, dan kepada Dia kita serahkan segala-galanya.

Sepanjang sejarah perjuangan Islam, pasti telah banyak pasukan langit yang langsung diterjunkan untuk membantu kaum Muslimin. Semoga pertolongan itu turun juga kepada aktifitas dakwah kita demi tegaknya hukum syariah di bumi Allah ini. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *