Tuesday, December 10

The True hijab kisah inspiratif para hijaber syari

Hijab, sebuah kata yang beberapa tahun ini booming dan entah siapa yang pertama kali  mengatakannya. Dengan memakai kata hijab, seolah tak ada lagi perbedaan yang mencolok apa arti jilbab dan kerudung yang sesuai dengan syariat.

Seperti nya masing-masing view yang selama ini prokontra tentang definisi jilbab ini, adem sejenak melihat fenomena muslimah di negeri ini yang ramai-ramai berhijab. Suatu senin pagi di KRL Commuter line Bogor-Jakarta, berdiri di hadapan saya muslimah berbusana seperti ini: tubuh di bungkus jumpsuit merah menyala di balut  cardigan denim biru.

Kepala di tutup turban bercorak pelangi. Sepotong ciput antem (anti tembem, red) hijau toska membungkus lehernya. Bros bunga besar nangkring tepat di pojok kanan atas telinga. Sebentuk wedges etnik warna krem membalut kakinya. Tak lupa polesan bedak di pipi plus gincu soft pink di bibir nya. Saya membatin ‘kreatif’ sekali ya muslimah ini.

Dia terlihat cantik dan styles. Sudut hati saya yang lain berbisik : sebenarnya yang lebih tepat di sebut kreatif itu ya para desainer busana muslim. Bisa-bisa nya menciptakan desaindesain unik sedemikian rupa. Mendadani muslimah ala manequin bernyawa.

Tapi  apa begini cara berbusana muslimah? Fenomena muslimah berhijab saat ini, memang menggembirakan sekaligus bikin galau. Gembira, karena sekarang jilbaber seperti saya tak lagi merasa terasing di negeri sendiri.

Berhijab bahkan jadi trend. Para muslimah tak lagi enggan mengenakan busana yang di anggap  simbol kefanatikan itu. Ya, idealnya memang begitu. Beragama ya harus fanatik. Asal jangan fanatik buta. Sekadar ikut arus trend tanpa ilmu.

Jujur, para penulis buku ini tidak antipasti dengan tren hijab style. Justru, kami kagum dengan hijrahnya saudari muslimah kita yang dahulu masih belum menutup aurat, kini sudah menjalankan kewajiban untuk menutup aurat.

Tapi, ternyata banyak saudari muslimah kita yang berhijab itu masih ingin menonjolkan kecantikan pemakainya, daripada parameter syar’i yang harus di jalankan. Buku ini adalah rangkuman kisahkisah para ¨pejuang¨ hijab dalam mempertahankan idealisme berjilbab syar’i. Saya berani katakan ¨pejuang¨ karena di antara para penulis buku ini adalah pelopor jilbab di lingkungannya  pada zamannya.

Jujur, sebenarnya saya  dan sebagian teman-teman penulis di buku ini merasa malu berbagi masa ‘berhijrah’. Hati kecil saya berkata, apakah  ini layak. Sebab kami yakin, masih banyak  muslimah-muslimah di luar sana yang lebih layak disebut ‘pejuang’ hijab syar’i dengan beribu kisah yang tak kalah inspiratif.

Tapi, akhirnya kami kembali pada niat: mengampanyekan hijab syar’i. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi! Jika bukan kita, siapa lagi! Hijab sepanjang masa, perintah berkerudung dan berjilbab adalah tuntunan Allah SWT kepada seluruh nabi. Seluruh umat manusia. Dan tidak ada alasan menolak kerudung dan jilbab.

Itulah tulisan Ibunda Ustadzah Irena Handono, yang berkenan memberikan pengantar dalam buku ‘The True Hijab’ Ingin lebih banyak membaca dan penasaran dengan kisah ke – 18 penulis nya.

Yuk, DRISEr gpl yach, wees ga pake lama segera miliki buku ini dan jadikan koleksi kamu. Baca. Resapi. Dan jangan lupa, berbagi dengan temanmu kisah inspiratifnya. Biar jadi ladang pahala buat semua. Yuk boroong…! [Ummu Fathin]

PROFIL BUKU

Judul : The True Hijab : Kisah Inspiratif Para Jilbaber Syar’i (Based on True Story)

Penulis : Asri Supatmiati, dkk

Penerbit : Mozaik Indie Publisher

Karya dari : Komunitas Belajar Menulis

Harga : Rp. 38.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *