Thursday, September 24

#TolakPemimpinKafir dianggap SARA?

Isu yang menyangkut SARA alias Suku, Agama, Ras dan Antar golongan sensitif banget obrolannya di tengah  masyarakat. Malah tak jarang, bisa memicu konfik saking sensitifnya. Makanya banyak yang sungkan ngomongin agama kalo udah dibawa isu SARA. Termasuk kampanye penolakan pemimpin kafir di ibukota negara, belakangan ini.  

Yup, tim sukses DKI 1 yang akan maju lagi pada pilkada, gencar menghembuskan isu SARA guna mengerem dukungan umat Islam terhadap penolakan pemimpin kafir. Padahal jelas, selama ini isu SARA berkaitan dengan tindakan diskriminasi alias ketidakadilan terhadap pihak lain karena perbedaan SARA. Padahal jelas Islam melarang bersikap tidak adil kepada orang lain karena SARA. Allah swt berfirman:

 “… Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” [QS. Al Maa-idah 8]

Terkait penolakan terhadap pemimpin kafir kalo dikaitkan dengan isu SARA, ya salah alamat. Lantaran penolakan itu bagian dari keyakinan agama yang menjadi hak setiap warga. Dalam Islam, Allah mengharamkan kaum Muslim dipimpin oleh orang kafir, ini kesepakatan ulama, tanpa ada perselisihan, dalilnya jelas, penunjukannya pasti.

“Hai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu menjadikan orang-orang Kafir sebagai pelindung [pemimpin] selain orang Mukmin” [QS. an-Nisa’: 144]

Ketika Allah mengharamkan pemimpin kafir, Allah pasti juga memberi definisi, yaitu batasan dan penjelasan, tentang siapa dan kapan seseorang bisa menjadi kafir. Yang paling jelas, dalam surat Al-Bayyinah ayat 6, yang disebut Kafir yaitu 1) ahli kitab (yahudi, nasrani) dan 2) orang musyrik (selain ahli kitab, selain Muslim).

 Jadi, isu tolak pemimpin kafir bukan didasari kebencian  pada suku tertentu, ras tertentu, etnis tertentu atau bahkan agama tertentu. Menolak pemimpin kafir dasarnya adalah keterikatan seorang muslim kepada akidah Islam dan syariahnya, dimana Allah SWT telah melarang tegas kaum muslimin haram memilih pemimpim kafir. Setuju?  

Ternyata Isu SARA ini diharapkan akan memalingkan kaum muslimin dari keterikatan pada syariah Islam dalam soal kepemimpinan, khususnya pemimpin bagi kaum muslimin harus seorang muslim. Dengan isu SARA, umat di takut-takuti seolah-olah jika memilih karena dorongan akidah dan ketaatan terhadap syariah dianggap rasis dan SARA. #TolakPemimpinKafir dianggap SARA? Yang Bener Aja..! [@Hafidz341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *