Friday, May 22

Belajar Bahasa Arab Yuk ,,

Kalau kalian mendengar kata ‘Bahasa Arab’, apa sih yang ada di benak kalian? Nabi Muhammad? Orang  Jahiliyyah? Bahasa onta? Padang pasir? Orang haji? Al-Quran? Surga?? Memang saat ini bahasa Arab masih dianggap sebagai sesuatu yang asing oleh khalayak ramai, karena memang gak setenar bahasa-bahasa lain semisal bahasa Inggris, bahasa Jepang, bahasa Jerman apalagi bahasa alay. Hohoho..

Sekarang hampir mayoritas tempat, mulai dari sekolah, stasiun, SPBU, terminal, pertokoan, tempat rekreasi bahkan toilet umum pun kebanyakan memakai bahasa Inggris untuk tulisan di papan petunjuknya.  Selain itu, banyak istilah sehari-hari yang menggunakan bahasa Inggris. Adikadik kita di sekolah bahkan di rumah juga sudah mulai dikenalkan dan dibiasakan memakai bahasanya Bang Harry Potter ini.

Gak heran kalau banyak orang yang suka menggunakan bahasa Inggris setengah mateng, kayak telur goreng belum mateng tapi keburu dimakan karena sekolah udah telat. Mungkin kalo ngomong kayak mbak Cinta Laura, belepotan bin rempong binggo. Hadeh! Bicara soal bahasa Inggris yang udah lumrah di telinga, kita gak ngelarang kalian belajar bahasa Inggris kok. Kan bagus bisa cas-cic-cus bahasa Inggris di jaman serba ke-inggris-an kayak sekarang. Tapi kita gak boleh lupa, sebagai muslim, kita harus bin wajib belajar dan mendalami bahasa Arab.. Kalo ada yang nanya, ‘Buat apa susah-susah belajar bahasa Onta? Gue  aja gak kenal tuh ama dia!’.

Eitss.. tunggu dulu sodarasodara!! Emang sekarang yang nge-hits bahasa Inggris, tapi kita musti inget kalau Al-Quran itu diturunkan Allah ke  dunia pake bahasa Arab. Banyak ayat AlQuran yang menjelaskan hal ini.

Antara lain surat Yusuf: 2, Ar Ra’du: 37, An Nahl: 103, As Syuara: 195, Az Zumar: 28, Fushsilat: 3 dan 44, As Syuara: 7, Az Zukhruf: 3, dan Al Ahqaaf: 12. Hadits pun demikian. Nabi mengucapkannya juga pake bahasa Arab. Padahal kita, para muslim (kalian muslim, kan?), kalo ada masalah atau butuh referensi hukum kan baliknya juga ke mereka (Al-Quran dan Hadits, red.).

Kalo gak paham bahasa Arab, gimana mau paham hukumnya?  Ibnu Taimiyah berkata: “Bahasa Arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib. Karena memahami Al-Quran dan As Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab”.  

Rasulullah juga menyuruh kita supaya giat belajar bahasa Arab, lho! Gak percaya? Dalam kitab Faid al Qadir syarh alJami’ al-Shaghir susunan al-Manawiy,  disebutkan dari Ibnu Abbas riwayat Muslim, Nabi bersabda: “Pelajarilah bahasa Arab  karena 3 hal. Karena aku (Muhammad) adalah orang Arab, karena al Quran

berbahasa Arab, dan karena percakapan ahli surga adalah bahasa Arab”.  Shahabat Umar bin Khattab r.a pun sependapat dengan Rasulullah: “Hendaklah kalian tamat untuk mempelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab itu bagian dari agamamu”. Dan juga perkataan ulama Abdul Alim Ibrahim: “Bahasa Arab merupakan bahasa orang Arab dan sekaligus juga merupakan bahasa agama Islam”.

Imam Syafi’i juga pernah berkata: “Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran meninggalkan bahasa Arab dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles”. (Adz Dzahabiy, Siyaru ‘Alamin Nubala, 10/74).

Keadaan kaum muslim sekarang yang amat sangat memprihatinkan salah satu sebabnya adalah karena mereka nggak lagi giat mempelajari bahasa Arab yang digunakan untuk memahami manual instruction dari Allah dan Rasul-Nya.

Makin hari makin banyak orang yang bisa baca al Quran, banyak hafidz dan hafidzah lahir namun mereka gak paham dengan apa yang mereka baca dan hafalkan tiap hari. Al Quran hanya dijadikan teks yang dibaca dan dihafal tanpa tahu apa yang harus dilakukan dengannya.

Padahal Allah menurunkan Al Quran untuk manusia sebagai petunjuk hidup di dunia agar selamat dunia-akhirat. Para ilmuwan, ulama dan kaum muslim pada masa kekhilafahan Islam dahulu giat mempelajari bahasa Arab untuk memahami Al Quran dan Hadits dengan baik agar bisa mencari hukum yang pas sesuai maksud dari dalil yang dicari.

Para khalifah dahulu pun mewajibkan rakyatnya, baik yang orang Arab atau bukan orang Arab untuk belajar bahasa Arab. Mereka sampai mengirim para guru bahasa Arab untuk dikirm ke daerah-daerah non-Arab untuk mengajar warganya sampai pintar berbahasa Arab. Bahkan bahasa Arab menjadi bahasa resmi negara Khilafah Islam saat itu, sehingga gak heran banyak   

negara-negara Barat yang rela belajar bahasa Arab demi mendapat ilmu pengetahuan dari para ilmuwan negara Khilafah.  

Begitu pentingnya bahasa Arab sampai-sampai semua orang belajar bahasa Arab karena terbukti sangat penting bagi kehidupan, baik kehidupan di dunia maupun kehidupan kelak di akhirat. Jadi, masih ragu belajar bahasa Arab?  

Ayuk ah sodara-sodara, rame-rame belajar bahasa para onta, eh bukan, bahasa para ahli surga ini agar kelak kita bisa meneruskan jejak-jejak luar biasa para orang hebat terdahulu dan semoga Allah mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya. Amiiin… #YukBelajarBahasaArab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *