Wednesday, July 22

Lelah Mengingatkan solusinya? (Promosi Kebaikan)

Assalamu “alaikum Wr.Wb. Kak, teman-teman banyak yang pergaulannya campur baur. Sudah saya ingatkan tapi tetap  saja, hingga kadang jadi putus asa “promosi  kebaikan” coz tidak ngefek. Gimana ya? (Fiesta, Timika).

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.  

Dik Fiesta yang baik, Subhanallah, Alhamdulillah dik Fiesta  menjadi generasai Islam yang peduli terhadap kondisi umat dan tidak tinggal diam. Fenomena di sekeliling kita memang sangat memprihatikan. Mengapa demikian?

karena mengajak kebaikan sungguh lebih sulit daripada mengajak pada kejelekan. Ketika saudara-saudara kita mendengar ada konser tanpa diperintahpun secara spontanitas merespon dan mereka rela pergi ke tempat yang jauh dan sudah mempersiapkan segalanya termasuk bekal dan harga tiket ratusan, bahkan jutaan rupiah jauh hari sebelumnya.

Sebaliknya ketika ada ajakan untuk suatu kebaikan begitu berat merespon. Hanya orang yang Allah SWT pahamkan dalam urusan agamalah yang mampu dengan mudah melakukan suatu kebaikan. “Barangsiapa yang dikehendaki Allah SWT kebaikan pada dirinya, maka Allah SWT akan memahamkan dia dalam urusan agama “ (HR. Bukhari dan Muslim).  

Dik Fiesta yang baik, “Promosi kebaikan”, mengajak dan  menunjukkan kebaikan pada saudara kita merupakan amal kebaikan yang bermanfaat ganda, yaitu bagi kita sendiri dan juga orang lain. Yang mengajak dapat pahala dan yang diajak pun dapat pahala kebaikan ketika dia melakukannya.

Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala mereka yang  mengikutinya, tanpa mengurangi pahala yang  melakukan, sedang barangsiapa yang mengajak e arah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa orang yang melakukannya” (HR Muslim).  

Dik Fiesta yang baik, “Promosi Kebaikan” memang tidak  mudah. Akan ada tantangan, dan hambatan yang menghadang. Di balik tantangan, Allah SWT menyiapkan pahala yang juga luar biasa sebagai bonus dari Allah SWT bagi orang yang mau mengajak saudaranya menuju kebaikan. Siapa yang menanam, dia yang akan menuai. Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka ia kelak akan memetik buah kebaikan tersebut.

 Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kebaikan tersebut tidak berhenti dengan apa yang bisa dilakukan diri sendiri secara pribadi, tapi bagaimana kebaikan tersebut juga bisa menebar dan bisa dirasakan oleh orang lain. Ketika suatu kebaikan kita promosikan kepada orang lain, maka akan menuai banyak manfaat khususnya bagi diri kita sendiri dan umumnya bagi orang lain.  

Dik Fiesta yang baik, Allah SWT –lah yang membuka hati  tiap hamba-Nya. Kita manusia diserukan untuk “promosi kebaikan” mengajak saudara- saudara kita pada kebaikan, hasilnya Kita serahkan kepada Allah SWT semata. 

Optimis dan teruslah mempromosikan kebaikan, mengajak berbuat ketaatan. “Segeralah dan berlomba-lombalah dalam kebaikan melakukan dakwah, karena kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwamu tenang dan hatimu tentram, sedangkan keburukan adalah sesuatu yang menggelisahkan hati dan menyesakkan dadamu “. (HR Ahmad dan Ad-Darimi).  []  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *