Saturday, May 23

Mengenalkan Dunia Penerbitan #4 : Promo Marketing Buku

DRiser, jika bukumu itu termasuk produk unggulan di penerbit itu, kamu bakalan digadang-gadang ke  seantero jagat buat aktif promoin sekaligus jualin bukumu itu. Kok, bisa? Bisa dunk! Gini ta’ jelasin, ya?

Pertama, periksa lagi surat perjanjian penerbitan yang kamu signing sebelom bukumu itu terbit. Perhatiin, deh, di salah satu point perjanjiannya (biasanya) tertulis bahwa pihak penerbit berhak untuk mencetak buku diluar kesepakatan jumlah penerbitan sebanyak 50 s.d 500 exp.  Di point itu juga diungkapkan bahwa cetakan tersebut dimaksudkan untuk keperluan promo marketing buku yang terbit. Bahkan, dijelaskan pula, jika pihak penerbit malah menjual produk tersebut, maka kamu sebagai penulisnya pun berhak untuk mendapatkan royalty ato bagi hasil dari hasil penjualan buku tersebut.

Kedua, kamu berhak dapet penjelasan dari pihak penerbit atas pertanyaan tadi. Kalo ga dikasi tau, kamu kudu nanya sama editor yang bertanggungjawab atas bukumu itu. Kemana saja alokasi promo marketing bukumu itu?

Tapi seh, biasanya mereka pasti ngasi penjelasan sebelom SPP bukumu itu kamu tandatangani. Bukumu yang dicetak lebih itu untuk keperluan promo marketing, seperti ngasi bukti cetak terbit sama kamu sebagai penulisnya, sample buat pihak penerbit, pracetak and percetakan, promo buat media dan instansi, hadiah bagi peresensi bukumu di media, door prize saat ada diskusi buku atopun acara-acara open table lainnya.

Nah, itu baru sebagian  saja agenda rutin promo marketing. Di luar itu, kamu bisa nanya langsung sama pihak penerbitnya, kayak gemana kalo bukumu dialih bahasakan, dipentaskan ato disinetronkan dan difilmkan? de.el.el.  

Ketiga, kamu harus mafhum juga, ada buku-buku tertentu yang ga bisa dibiarin saja nampang di rak toko buku karena ada tipe buku yang harus dibicarain, didiskusiin ato malah bisa dikulitin untuk mendongkrak performa penjualannya. Kayak buku filsafat ato buku-buku daras laennya, termasuk buku-buku bertema sejarah and buku-buku yang bikin kita berkerut kening memeras pikiran untuk mencernanya.  Pada beberapa jenis buku, acara  promo marketingnya dikemas dengan model training atopun sharing motivasi dan inspirasi.

Wuiih…bagi-bagi ilmu sekaligus jualan buku… So, jangan biarin bukumu manyun di toko buku ya, ntar kamu juga ikut-ikutan manyun bukumu ga laku. Ga kuku… Ini contoh promo marketing. D’Riser tahu buku  Api Sejarah 1 dan 2 yang ditulis oleh Prof. Drs. H. Ahmad Mansur Suryanegara itu? Buku yang didapuk sebagai buku nasional bestseller dan diganjar sebagai buku terbaik dalam Islamic Book Fair 2007 oleh Ikapi Jakarta ini awalnya diragukan bisa bersaing di pasar karena gada ceritanya buku bertema sejarah laris manis di pasar perbukuan nasional.

Namun, saat itu penerbit berani melempar buku tersebut ke pasar dengan rencana promo marketing yang sudah disiapin secara mateng. Saya yang saat itu diamanahi membidani penerbitan buku Api Sejarah ikut terlibat merumuskan ajang promo marketingnya dengan pihak penulis, bahkan ikut seruseruan bareng penulis roadshow ke  berbagai kota besar di Indonesia. Hasilnya pun, luar biasa… buku Api Sejarah 1 dan 2 tercatat sebagai satusatunya buku sejarah di negeri ini yang laku keras dalam tempo satu bulan, sekaligus repeat order kurang dari tiga bulan…!

TIPS MARKETING BUKU

Nah kini, saya mo berbagi tips bagi D’Riser semua agar semakin terpacu nulis buku, sekaligus bisa tampil  maksimal ikut promo marketing buku-bukunya:  

1 Kamu kudu nyusun strategi promo marketing apa saja, jika bukumu dah pasti  terbit?! Kamu bisa bikin review buku, resensi buku, diskusi buku, ato bahkan seminar soal tema ato sub-tema menarik dalam bukumu;

 2 Pastiin juga, tim promo marketing dari pihak penerbit punya rencana apa buat  mempromosikan bukumu itu. Kan, bisa dipadu padankan dengan semua rencana kamu, simbiosis mutualismo gitu, lho;  

3 Kamu juga kudu nyiapin kawan-kawan tim kreatif yang bisa support ajang promo  marketing bukumu, bisa komunitas baca ato komunitas tulis yang kamu bergiat di sana, bisa juga teman-teman sukarelawan yang bisa kamu ajak kerjasama, pokoknya dibikin asyiklah;  

4 Jangan sungkan ikut ngelobi pihak-pihak laen demi suksesnya promo marketing  bukumu itu. Kamu bisa pedekate sama pihak toko buku agar bisa bantu ngadain acara promo marketingnya, pedekate pula ke pihak perpustakaan, skula, PeTe, pesantren, masjid, ato bahkan pengelola kebon binatang, jika mo diskusi buku di sana…secara buku kamu itu bicara dunia binatang, fabel ato berlatar dunia marga satwa misalnya;  

5 Jangan cepet puas dengan apa yang kamu dapet dari hasil promo marketing yang  gilang gemilang, tapi teruslah menulis….[

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *