Tuesday, July 28

Muslim Backpaker

berpetualang bisa jadi satu kata yang menggambarkan karakter remaja cowok kebanyakan. Normal sih kalo  anak cowok senang dengan tantangan. Jadi ngerasa cowok banget gitu. Nggak lemah gemulai atau malah ngonde.  

Salah satu ekrpresi tantangan yang jadi favorit dijalanin remaja cowok adalah backpacking. Secara bahasa, backpacking berarti wisata beransel alias perjalanan ke suatu tempat tanpa bawa perlengkapan yang memberatkan. Cukup satu tas gendong belakang aja untuk menampung semua bawaan.  Backpaking itu nggak asal piknik lho. Tapi ada aturan mainnya. Prinsip utama backpacking adalah independent (tidak bepergian bersama kelompok tur), travel light (membawa barang sesedikit mungkin), educated (bersifat mendidik) dan travel cheap (berwisata dengan cara dan biaya yang murah). Catet!

Backpaker Itu…..

Kalo kita jeli dengan prinsip  backpacking di atas, pastinya bakal nemu perbedaan yang mencolok antara wisatawan dan backpaker alias ksatria beransel. Simak ya! 1melakukan perjalanan secara mandiri  .

_Independent. Backpacker tulen hanya  atau independen. Artinya, mereka nggak pake jasa agen perjalanan apalagi yang biayanya selangit. Makanya ke mana-mana, backpaker selalu pake sarana transportasi umum yang biasa digunakan oleh penduduk lokal. Nggak ada tuh bus atau minibus yang ada spanduknya (kaya supporter bola aja ^_^).

Keasyikan lain dari backpacker ini adalah mereka yang ngatur jadwal perjalanannya. Punya waktu leluasa menentukan tujuan wisata dan untuk jalankan ibadah. Sehingga bisa selalu mengejar shalat tepat waktu dan  berjamaah di mesjid. Mantab tuh!  2backpaker bawa barang seperlunya. Nggak banyak-banyak kaya mau umroh. Yang penting masuk tas punggung alias backpaker. Baju ganti yang biasa, perlengkapan mandi yang travel size, perlengkapan shalat cukup sarung aja nggak perlu bawa mesjid. Hehehe..    .

_Travel light. Dalam urusan logistik,  3melakukan semuanya secara mandiri. Mulai dari mencari informasi dan riset secara mendalam tentang objek wisata, tempat menginap, mesjid raya, aspek budaya, bahasa serta kondisi sosial tempattempat yang akan dikunjungi. Ini yang memaksa backpaker belajar lagi dan nambah wawasan.  Sehingga backpacker  .

_Educated. Backpacker dituntut  bisa menghormati budaya penduduk lokal,  berperilaku santun dan ngikutin norma masyarakat sekitar.

_Travel cheap. Para backpacker lebih  memilih untuk tinggal di rumah kenalan, penginapan dengan akomodasi termurah, atau di mesjid serta makan di tempat makan sederhana. Bisa Hemat bro. Pilihan yang serba murah itu dipilih bukan karena mereka tidak mampu (miskin), tapi karena bawa duitnya paspasan. Makanya mesti ketat ngatur pengeluaran. 

Nah driser, kalo kamu ngaku backpaker, jangan nanggung. Ingat tuh prinsip seorang backpaker di atas. Biar tastenya kerasa. Jangan lupa, sebagai muslim tetep dijaga ibadah dan perilakunya. Jangan sampai melabrak aturan agama. Lebih keren lagi, di setiap persinggahan ikut aktif mengajak pada kebaikan. Tak hanya berwisata dan berdakwah, tapi juga bagian dari upaya mensyukuri nikmat dari-Nya yang tiada tara. Lets go![@Hafidz341]

Tips untuk menjadi Backpaker pemula

1.Cari Tahu Sebelum melakukan perjalanan sebaiknya melakukan riset atau penelitian kecil-kecilan lebih dulu ke  daerah atau negara yang mau kamu dikunjungi. Pelajari bahasa lokal terutama bagian dasarnya saja, seperti kata “halo”, “selamat tinggal”, “terima kasih”, “tolong”, “permisi” atau “apakah Anda berbahasa Inggris?”. Biar gampang tanyatanya informasi penting kepada warga di daerah yang kamu kunjungi. Satu lagi, kenali  juga adat dan budaya di tempat berkunjung. Setiap daerah punya etika  masing-masing tentang hal-hal yang dilarang atau dibolehkan di daerah mereka. Semakin banyak tahu, akan semakin memudahkan perjalanan backpacking.

2._Bawa Perlengkapan Seperlunya Jangan bikin repot diri sendiri, kawan. Kepraktisan adalah hal paling utama untuk backpacker saat berkemas. Cukup bawa perbekalan dalam kemasan ‘travel size’. Contohnya, shampo sachet dan sabun kecil batangan akan lebih praktis dibawa dibandingkan sabun cair. Kalau kamu tipe suka gonta-ganti baju, bawa baju yang tipis dan mudah digulung jadi bisa pas di ransel. Pastikan juga kamu membawa pakaian yang nyaman dan praktis dikenakan.

3._Berpikir Positif Seorang backpacker itu harus berpikiran  terbuka dan menghargai orang. Saat berpergian dengan uang dan perlengkapan seadanya, mungkin akan menghadapi beberapa masalah. Nah, kamu harus menghadapinya dengan sabar dan tenang karena justru disitulah seninya berlibur ala backpacker. Coba jalin komunikasi yang baik denganbackpacker lain dan warga lokal setempat. Kamu bakal menambah wawasan dan teman. Asyik!

4._Ajak Teman Saat backpacking, akan lebih seru kalau kamu mengajak dua atau tiga teman. Selain bisa seru-seruan bersama, pengalaman yang didapat akan lebih menarik dan tentunya kamu nggak akan sendirian saat tersesat di daerah yang belum kamu kuasai. Sudah siap menjadi backpacker? Siapkan tas ransel kamu and lets go vacation!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *