Tuesday, July 21

Rekomendasi : Loe Gue Perlu Tau LGBT

Remaja kekinian mana suaranya? Pada rubrik Recommended kali ini insyaallah nggak kalah kekiniannya loh.  Beberapa waktu lalu ramai pembicaraan LGBT di berbagai media. Baik yang pro maupun kontra. Nah, apa sih sebenarnya LGBT itu? Penting gak sih remaja tahu LGBT? Atau cukup jadi pendengar pasif doang?

Biar kamu nggak ketinggalan jauh soal LGBT, edisi kali ini kita review buku bagus yang membahas LGBT dengan bahasa remaja yang pas banget. Judulnya aja udah pake bahasa  gaul, Lo Gue Boleh Tau LGBT. Buku ini ditulis oleh Konsultan di Yayasan Peduli Sahabat yang menangani berbagai masalah orientasi seksual khususnya orientasi sesama jenis (non-heteroseksual), Kak Sinyo Egi. Apa aja sih kira-kira yang bakal kita dapatkan di buku ini?

Yuk intip daleman masing-masing Babnya:  apa itu orientasi seksual, perubahan orientasi seksual, LGBT menurut Islam, sikap kita terhadap SSA dan LGBT, menjaga diri dari LGBT, pacaran bukan solusi, juga bonus suplemen yang isinya deteksi dini dan kisah nyata dari klien penulis. Bab pertama, yang sangat penting dan mendasar, kita diperkenalkan dengan definisi orientasi seksual. Menurut buku ini, orientasi seksual bisa diartikan sebagai kecenderungan atau ketertarikan secara emosional dan seksual kepada jenis kelamin tertentu.

 Jadi tidak hanya kepada lawan jenis, namun bisa pula kepada sesama jenis, atau bahkan keduanya. Orientasi seksual ini secara ilmiah dibagi-bagi lagi macam rupanya yang akan lebih jelas dipahami di buku ini dengan batasan masing-masing. Ada juga beberapa catatan dari Kak Sinyo akan adanya fenomena perubahan orientasi seksual. Faktor pengubahnya antara lain situasi dan kondisi tertentu, pertimbangan durasi waktu dan keunikan lainnya. Tentu perlu pendampingan pakarnya nih, supaya nggak salah persepsi.

Makanya kita perlu lebih peka baik perubahan diri maupun kondisi sekitar, konsultasikan kepada ahli jika merasa ragu atau terganggu. Penulis memperkenalkan adanya istilah Same Sexual Attraction (SSA) yang kemudian membedakannya dengan gay-lesbian sebagai identitas seksual. SSA ini adanya kecenderungan untuk suka pada sesama jenis namun bukan berarti ada aktivitas homoseksual  ya.

Hanya terdeteksi saja, dan SSA tersebut pun bisa jadi ingin kembali pada fitrahnya untuk memiliki kecenderungan suka pada lawan jenis, sebagaimana fitrah manusia umumnya (heterokseksual). Beberapa indikasi SSA misalnya gesture tubuh dan gaya bicara, pilihan karakter yang berkebalikan dan lebih dekat pada lawan jenis.

Misalnya, kita ada lihat teman cowok kita kok senangnya gaun cewek atau ngefans berat Barbie yang unyu-unyu. Kok bisa gitu? Kenapa? Sekedar suka atau memang ada kecenderungan untuk Same Saxual Attraction. Jawabannya ada dalam buku remaja ini. Tak kalah pentingnya, bagaimana sih agama kita yang agung ini memandang berbagai fenomena LGBT dan turunannya? Sebab Islam tidak hanya dianut sebagai agama ritual melainkan juga fungsi sosial yang paripurna.

 “Sesungguhnya yang paling aku takuti atas umatku ialah kembalinya mereka pada perbuatan kaum Luth” (HR. at Tirmidzi, al- Hakim, dan Ibnu Majah)

Tentu kita tahu bagaimana nasib kaum  Nabu Luth yang senang menjalankan homoseksual sebagai pelampiasan hawa nafsu. Negeri kaum terlaknat tersebut dijungkirbalikkan akibat penolakan mereka pada ajakan lurus Sang Nabi untuk meninggalkan aktivitas homoseksual. Bukannya bertaubat, malahan penduduk negeri Sodom mengolok-olok perintah Allah Swt.  

Nah, ternyata jahilnya Kaum Sodom ini bisa terulang lagi di zaman ini.  Sebelum kita keblinger diterpa fitnah akhir zaman, makanya buru-buru deh kita kenali dan jaga diri dari fenomena LGBT di sektar kita. Salah satu upayanya yakni dengan mengkaji Islam lebih dalam, juga membaca buku bermanfaat sebagai suplemen tambahan. Yuk Ah, jadi remaja cerdas informasi dan cermat dalam pergaulan! Selamat membaca! [Alga Biru]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *