Friday, May 22

Scooter Fanatic

Di negeri spagheti, Vespa sudah mengakar sebagai ikon budaya. Bahkan keberadaannya dianggap  mewakili style, taste, dan fashion. Di sana, tak ada batas gender, cewek-cowok udah biasa memakainya sebagai kendaraan sehari-hari.

Namun, lain ceritanya di negeri komodo.  Meski vespa sudah menjadi ikon sepeda motor klasik dan cukup mengakar di Indonesia, namun penggunanya masih didominasi kaum adam. Wajar kalo vespa identik dengan tunggangan pria.  

Sejarah vespa Sejarah vespa dimulai lebih dari  seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya.

Pabrik Piagio ini lalu diteruskan oleh anaknya Enrico Piagio yang mulai fokus pada kendaran simpel. Maka pada tahun 1947 diproduksi Scooter pertama dengan sebutan Vespa Super Piagio. Setelah itu produksi Vespa Piagio mulai marak tahun 1949 -1950-an.  

Di Indonesia sendiri, Vespa baru dikenal sejak tahun 1960-an yaitu Vespa Congo. Kendaraan ini diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada Pasukan Penjaga Perdamaian TNI (Garuda) yang pulang dari misis PBB di Congo, Afrika.  Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.

Cerita Vespa

Nggak seperti kendaraan roda  dua lainnya, vespa punya banyak cerita. Dari yang miris hingga yang romantis. Ini yang bikin orang kepincut untuk jadi scooterist. Berikut beberapa alasan yang bikin orang jatuh cinta pada vespa:

1 Vespa Itu Tak Peduli Kasta Ketika kamu naik vespa, tak perlu  khawatir dengan seberapa kaya/miskin dirimu, apa profesimu, cakep atau tidak. Di kampung, di gang-gang kecil, di perumahan mewah, mudah sekali dijumpai vespa. Bahkan, saat bergabung dengan komunitas vespa di manapun, selalu ada ruang untuk menampung segala jenis vespa, dari yang klasik ori, klasik modif maupun keluaran terbaru. Semua sama, tak ada perbedaan level sosial.

2 Punya banyak saudara. Pengendara vespa tak segan-segan membantu  sesama sekuteris saat vespanya bermasalah. Tak jarang ada yang memberi tumpangan tidur, ngasih rokok, nraktir makan, ngopi dan ngasih onderdil yang mereka butuhkan. Moto satu vespa sejuta saudara, itu nyata. Mereka bilang, karena vespa aku bersaudara. Karena vespa, saudaraku ada di mana-mana. Ajiib!

3 Murah Tapi Ga Murahan. Poin ini ga ngomongin vespa baru, tapi vespa  klasik yang harganya jauh lebih menjangkau dibanding motor Jepang dan dijamin bandel. Jika kamu beruntung, dengan duit di bawah Rp. 5jutaan bisa dapat vespa dengan kualitas terbaik. Jumlah vespa klasik itu terbatas, tak  diproduksi lagi, dan kepemilikannya selalu berputar saja dari sekuteris satu ke sekuteris lain. Dijamin harga yang ditawarkan cukup bersahabat dan pastinya ga murahan.

4 Desainnya Istimewa. Tak ada yang membantah desain vespa adalah  masterpiece, baik itu vespa klasik atau modern, desainnya tak lekang zaman. Apapun modelnya, dari yang biasa sampai yang nyleneh, vespa selalu mencuri perhatian di jalanan.

5 Bikin Lebih Kreatif. Beda dengan motor keluaran Jepang, yang rewel sedikit  harus pergi ke bengkel. Mayoritas pengendara vespa bisa memperbaiki vespa dengan kerusakan ringan. Selain itu, buat pengendara vespa klasik, mogok adalah hal yang biasa, justru memaksa mereka cari tahu gimana caranya biar vespa bisa jalan lagi. Harga suku cadang yang relatif mahal pun membuat mereka lebih kreatif mencari solusi termurah dan terbaik untuk si skuter.

6 Layak Koleksi. Suka vespa bukan hanya untuk dikendarai, tapi untuk dikoleksi,  terutama vespa klasik yang tak lagi diproduksi. Jumlahnya yang terbatas, hubungan emosi dan kenangannya, membuat vespa jadi motor layak koleksi dan harganya dijamin makin mahal.

7 Gaya Hidup. Selain musik, sekuter (Vespa & Lambreta) menjadi salah satu  kendaraan yang membentuk gaya hidup dan dianut jutaan orang di dunia, terutama di era subculture Mods. Lebih dari 40thn, mods mengubah cara pandang tentang hidup, sosial circle dan fashion. Driser, sebagai sebuah kendaraan, vespa layak dapat tempat spesial di tengah masyarakat.

Bukan karena suara knalpotnya yang berisik, tampilan modifikasinya yang ciamik, atau komunitasnya yang asyik. Tapi karena solidaritasnya yang tak lekang ditelan jaman. Tapi, lebih keren lagi kalo skutersis terutama yang muslim tak hanya aktif ikut touring, ngadain bakti sosial, atau ngumpul bareng vespapora, tapi juga terjun dalam kegiatan dakwah. Karena Vespa, juga bisa jadi kendaraan menuju surga. Josh! [@Hafidz341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *