Friday, May 22

Vloging Cara baru ngeblog

Bagi aktivis dunia maya, ngeblog itu bukan  sesuatu yang baru. Udah banyak blogger yang aktif ngeblog baik sekedar tempat curhat, penyaluran aspirasi, sampe dimonetize demi mengisi pundi-pundi rupiah atau dolarnya. Dan kebanyakan, aktivitas ngeblog nggak jauh dari kegiatan tulis menulis. Bagi yang senang corat-coret sih nggak masalah. Ngalir aja saat menuangkan ide atau gagasannya.

Tapi bagi yang gak biasa nulis, bisa setengah hidup untuk sekedar buat satu postingan. Capek deh! Nggak usah minder bagi yang jarinya super kaku untuk menulis. Lantaran ngeblog juga bisa dilakukan dengan media suara, bahkan video.

Ini yang keren. Blogger nggak capek-capek bikin tulisan untuk ngisi blognya. Tapi cukup dengan bercuap-cuap di depan kamera, rekam, terus upload ke youtube, atau web tempat berbagi video. Inilah video blogging!

Asal-Usul Video Blogging

Video-Blogging atau bisa  disingkat vlogging merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama. Berbagai perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera murah yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging.

Video blogging biasanya berbentuk rekaman satu gambar utuh atau rekaman yang dipotong ke beberapa bagian. Dengan  perangkat lunak yang tersedia, seseorang dapat menyunting video yang mereka buat dan memadukannya dengan audio, serta menggabungkan beberapa rekaman ke dalam satu gambar, sehingga menjadi suatu rekaman video blogging yang padu.

Biasanya berdurasi 1 – 3 menit Video blogging mulai populer pada awal tahun 2005 setelah terjadi peningkatan jumlah anggota grup video blogging Yahoo! Kondisi ini diperkuat dengan kehadiran YouTube yang dibentuk pada Februari 2005.

Walhasil, vlogging makin merajalela.  Sebelum video blogging menjadi suatu hal yang populer, konsep video sendiri dimulai dari diciptakannya teknologi picturephone oleh AT&T pada tahun 1956. Kemudian tahun 1998, seorang Adrian Miles menerbitkan sebuah dokumen  mengenai Cinematic Paradigms for Hypertext.

Ia kemudian dikenal sebagai seseorang yang membuat video blogging pertama yang pernah diketahui pada tanggal 27 November 2000. Video blogging mulai melanjutkan perkembangannya pada tahun 2001 saat Human Dog memulai memasukkan postingan video ke dalam situsnya secara berkala. Pembuatan video blogging selanjutnya diikuti pula oleh Steve Garfield yang memulai video bloggingnya dengan postingan berjudul 2004 The Year of Videoblog, yang dicantumkan dalam artikel yang diulas majalah TIME secara online di situsnya.  

Di Indonesia, penggunaan video blogging mulai disadari ketika pada tahun 2009 muncul sebuah video rekaman pribadi Marshanda yang tersebar luas di YouTube dan menjadi trending topik pemberitaan media.  Selain itu, fenomena video blogging yang terjadi pada tahun 2010 di Indonesia juga ditunjukkan dengan hadirnya Sinta dan Jojo yang merekam diri mereka sedang menari dan menyanyikan lagu ”Keong Racun” secara Lipsync.  

Popularitas video blogging di Indonesia via situs YouTube juga menghadirkan Gamaliel dan Audrey, sepasang kakak-beradik yang membagi rekaman-rekaman video mereka berdua sedang menyanyikan lagu-lagu milik penyanyi populer alias cover version. Mereka menyanyikan kembali lagu-lagu dari penyanyi yang sudah ada atau sudah populer, di mana aktivitas ini banyak dilakukan oleh para video blogger di YouTube.

Tetap Jaga Etika

 Nggak susah bikin video blogging.  Cuman perlu perangkat dengan fitur perekam video seperti kamera digital,  webcam, ponsel berfitur video, hingga kamera video (handycam) itu sendiri. Nggak masalah kalo kita upload mentah-mentah itu rekaman. Cuman ya hasilnya kurang memuaskan. Makanya ada yang memilih untuk menyuntingnya dan mengkombinasikannya dengan suara dan musik.

Sehingga ia bisa juga menjadi sarana kreativitas dalam membuat sebuah rangkaian cerita dalam video. Ngeliatnya jadi enak.  Sama seperti blog, video blogging merupakan tampilan video yang menggambarkan kejadian sehari-hari pemiliknya. Bedanya, vlogging lebih emosional. Gak sekedar kata-kata, tapi audio visual. Jadi keliatan jelas bahasa tubuh maupun ekspresi pembuatnya. Makanya efeknya ke penonton juga lebih ngena.

Bisa kebawa emosi.  Untuk itu kita ngingetin bagi yang suka mengupload video pada blognya tetap jaga etika. Jangan sampai ekspresi kebencian diumbar ke umum. Bisa jadi aib. Hati-hati juga agar tidak mempublikasikan video yang sifatnya pribadi. Apalagi yang isinya kelakuan maksiat. Bukannya ngasih manfaat malah menuai mafsadat.  

Tetaplah mengutamakan kontent yang sangat bermanfaat. Silakan cerita kisah perjalanan dan eksplorasi objek wisata yang dikunjungi. Promosi kuliner tradisional atau berbagi tips yang bikin penonton ngerasa nggak rugi nonton video kita. Jadikan ladang pahala, bukan memancing bahaya. Enjoying vlogging![@Hafidz341]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *